Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Karakteristik Individu dan Kebijakan Anti-Merokok pada Perokok Berat di Indonesia Vebby Amelia Edwin; Welly Welly; Riyana Husna; Rahimatul Uthia
Nan Tongga Health And Nursing Vol. 20 No. 2 (2025): Nan Tongga Healt And Nursing
Publisher : Universitas Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59963/nthn.v20i2.551

Abstract

Hardcore smokers represent a critical subgroup in the tobacco epidemic due to their high nicotine dependence and low motivation to quit, making them difficult to reach through conventional cessation strategies. This study aims to analyze the association between individual characteristics and anti-smoking policies with hardcore smoking behavior in Indonesia. A cross-sectional design was employed using secondary data from the Global Adult Tobacco Survey (GATS) Indonesia 2021. A total of 2,837 current smokers who met the inclusion criteria were included in the analysis. Bivariate and multivariate logistic regression were used to examine the determinants of hardcore smoking. The prevalence of hardcore smokers was 7.47%. Significant predictors of hardcore smoking included early smoking initiation before age 15 (AOR = 5.9; p < 0.001) and between ages 15–24 (AOR = 4.83; p = 0.001), employment status (AOR = 4.39; p = 0.032), poor knowledge of tobacco-related health risks (AOR = 2.51; p < 0.001), and living in households without smoke-free home policies (AOR = 2.33; p = 0.011). These findings highlight the need for integrated interventions to prevent early initiation, improve tobacco-related health literacy, and strengthen smoke-free home policies. This study provides population-based evidence to support more targeted and effective tobacco control strategies, particularly for high-risk groups.
Intervensi Edukasi Berbasis Bukti untuk Mengatasi Kesulitan Berhenti Merokok pada Remaja Sekolah Welly Welly; Vebby Amellia Edwin; Adela Resa Putri; Riyana Husna
Jurnal Abdidas Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v7i2.1316

Abstract

Kesulitan berhenti merokok pada remaja merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang masih tinggi di Indonesia dan dipengaruhi oleh faktor individu, keluarga, serta lingkungan sekolah. Hasil penelitian sebelumnya berbasis Global Youth Tobacco Survey (GYTS) menunjukkan bahwa sebagian besar remaja perokok mengalami hambatan untuk menghentikan kebiasaan merokok, terutama pada remaja dengan orang tua perokok, paparan rokok di sekolah, serta usia yang lebih tua. Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi promotif dan preventif yang terarah dan berbasis bukti ilmiah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan intervensi edukasi berbasis bukti guna meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan motivasi berhenti merokok pada remaja sekolah. Metode pengabdian dilakukan melalui penyuluhan kesehatan, diskusi kelompok terarah, serta pendampingan singkat yang melibatkan siswa dan guru di lingkungan sekolah. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan membandingkan tingkat pengetahuan dan sikap remaja sebelum dan sesudah intervensi edukasi. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman remaja mengenai dampak rokok terhadap kesehatan, faktor-faktor yang mempersulit berhenti merokok, serta pentingnya dukungan lingkungan sekolah bebas asap rokok. Intervensi edukasi berbasis bukti ini penting sebagai strategi promotif-preventif yang dapat diterapkan dan direplikasi di sekolah untuk mendukung upaya pengendalian tembakau pada remaja.
Penguatan Kesadaran Siswa terhadap Bahaya Merokok Melalui Edukasi Kebijakan Larangan Merokok di Rumah dan Sekolah Vebby Amellia Edwin; Welly Welly; Riyana Husna
Jurnal Abdidas Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v7i2.1317

Abstract

Paparan rokok masih mudah ditemui oleh siswa, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah. Banyak siswa yang terbiasa melihat orang merokok, tetapi belum memahami dampaknya bagi kesehatan dan alasan adanya larangan merokok di lingkungan tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk membantu siswa memahami bahaya merokok dan pentingnya larangan merokok di rumah dan sekolah. Kegiatan dilaksanakan pada siswa sekolah melalui pembagian leaflet, diskusi terbuka, dan evaluasi sederhana. Leaflet digunakan untuk menyampaikan informasi dasar, kemudian diskusi dilakukan untuk membahas pengalaman siswa terkait rokok di lingkungan sekitar mereka. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab dan pengamatan selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa setelah edukasi, siswa lebih memahami dampak merokok terhadap kesehatan dan mulai menyadari pentingnya menjaga rumah dan sekolah tetap bebas dari asap rokok. Siswa juga terlihat lebih berani menyampaikan pendapat dan menunjukkan kesiapan untuk mendukung penerapan larangan merokok di lingkungan terdekat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi yang sederhana dan disampaikan dengan cara yang dekat dengan kehidupan siswa dapat membantu menumbuhkan kesadaran dan sikap yang lebih peduli terhadap lingkungan bebas asap rokok.
The effectiveness of waste management education on students' knowledge and behavior at the Ministry of Health Polytechnic of Padang Riyana Husna; Vebby Amellia Edwin; Sri Wahyuningsih; Mahaza Mahaza; Darwel Darwel; Lindawati Lindawati; Welly Welly
Indonesian Journal of Health Science Vol 6 No 2 (2026)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v6i2.2117

Abstract

Waste management is an environmental issue that requires active community participation, including students as agents of change. One effective approach is the implementation of a Waste Bank, which not only reduces waste generation but also increases environmental awareness through the 3R practice. Good knowledge of waste management is believed to encourage more positive behavior, so this study aims to analyze the relationship between increased knowledge and waste management behavior among students majoring in Environmental Health at the Padang Ministry of Health Polytechnic. The study used a cross-sectional design with 140 students as samples through total sampling. Data were obtained using a questionnaire that was measured. knowledge before and after the educational intervention as well as waste management behavior. The analysis was performed univariately and bivariately using the Chi-Square test. The results showed that of the 78 students who experienced an increase in knowledge, 57 (73.1%) had good waste management behavior. Meanwhile, in the group of students whose knowledge level remained the same (62 students), only 35 people (56.5%) exhibited good behavior. This finding indicates that students who experienced an increase in knowledge tended to have better waste management behavior than those who did not experience any change in knowledge. The Chi-Square test showed a p-value of 0.040, which means there is a significant relationship between increased knowledge and waste management behavior. In conclusion, increased knowledge contributes positively to students' waste management behavior. It is recommended that educational institutions strengthen education and the practice of waste banks on an ongoing basis, as well as develop collaborative programs to raise environmental awareness.