Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Tanzhim

Menghadapi Perubahan dengan Emotional Quotient Leadership: Studi pada TK Islam Safinah Nur Aini, Anisah
Tanzhim: Jurnal Dakwah Terprogram Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/tanzhim.v3i1.38

Abstract

Setiap organisasi dihadapkan dengan perubahan. Namun tidak selalu perubahan dalam organisasi akan mampu membawa pada kemajuan. Faktanya, perubahan baik kecil, bertahap, berkelanjutan maupun secara transformasional berefek pada resistensi, penolakan, dan konflik yang mengancam organisasi. Perlunya pemimpin yang siap dan sigap dalam menghadapi situasi tersebut. Artikel ini menyoroti model kepemimpinan berbasis EQ untuk merespon permasalahan resistensi terhadap perubahan transformasional yang tidak jarang membawa pada konflik dan perpecahan di organisasi. Perlunya menghadirkan model kepemimpinan berbasis EQ dalam situasi tersebut untuk menghadirkan nuansa perubahan bukan paksaan namun bersifat empatif yang mampu diterima dan dipelajari oleh anggota. Tujuan pada artikel ini yakni menyusun model penerapan kepemimpinan berbasis EQ untuk merespon perubahan yang terjadi pada TK Islam Safinah. Metode yang digunakan dalam kajian ini menggunakan kualitatif dengan wawancara mendalam. Hasil dari kajian ini, dengan menerapkan kepemimpinan berbasis EQ memberikan pola baru dalam merespon perubahan, memberikan budaya yang saling empatif. Kontribusi pada artikel ini memberikan gambaran penerapan model kepemimpinan berbasis EQ untuk merespon perubahan pada TK Islam Safinah maupun di organisasi dakwah.
Emotional Quotient Leadership Umar bin Khattab dalam Situasi Krisis Nur Aini, Anisah; Dimas Wahyudi, Mukhammad
Tanzhim: Jurnal Dakwah Terprogram Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/tanzhim.v3i2.54

Abstract

Setiap organisasi kerap menghadapi dinamika yang mengancam eksistensi, salah satu dinamika tersebut yakni situasi krisis. Situasi krisis dapat menimbulkan ancaman bagi keberlangsungan organisasi, menurunnya legitimasi dan kepercayaan terhadap pemimpin dalam mengatasi situasi tersebut. Diperlukan kepemimpinan yang mampu mengelola situasi krisis agar organisasi tetap solid, adaptif sehingga mampu keluar dari situasi tersebut. Diperlukan kepemimpinan dalam situasi krisis yang tidak hanya mengandalkan kecerdasan intelektual semata, melainkan juga kecerdasan emosional untuk mengelola dinamika psikologis dan sosial yang terjadi. Hal ini tampak dalam kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab saat menghadapi krisis besar, yaitu kelaparan pada Tahun Ar-Ramadah atau Tahun Abu. Artikel ini mengkaji penerapan Emotional Quotient Leadership Umar bin Khattab dengan menelaah pada dimensi kesadaran diri, regulasi emosi, motivasi, empati, dan keterampilan sosial. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif pustaka. Hasil temuan menunjukkan bahwa Umar bin Khattab konsisten menampilkan kecerdasan emosional dalam situasi krisis dengan menjaga kesederhanaan hidup, mengendalikan emosi di tengah kepanikan, menumbuhkan motivasi spiritual, hadir dengan penuh empati bersama rakyat, dan membangun jejaring sosial untuk memperluas solusi. Implikasi dari kajian ini menegaskan bahwa pemimpin perlu menempatkan kecerdasan emosional sebagai fondasi kepemimpinan, sehingga mampu menjaga stabilitas, memperkuat solidaritas, dan memastikan keberlangsungan organisasi khususnya pada organisasi dakwah dalam menghadapi situasi krisis.
Authentic Leadership Ketua Remaja Mushola Baiturrahim Taman Sidoarjo Nur Aini, Anisah
Tanzhim: Jurnal Dakwah Terprogram Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/tanzhim.v1i1.9

Abstract

Abstract: Da'wah managers are responsible for mobilizing and coordinating human resources, one of which is by using leadership. As a leader who is considered to have abilities beyond his members, with this ability the leader is trusted and is expected to be able to mobilize and coordinate human resources. However, the reality on the ground for da'wah managers within the scope of youth prayer leaders, is faced with the problem that the chairman's self-readiness to lead is not ready to use. Still need improvement and polishing of one's ability to be ready to face organizational dynamics in leading young mushola. In the midst of the limitations of the application of leadership design. Then the leadership design is applied in the context of this situation by using Authentic Leadership theory. Authentic Leadership provides an overview of the implementation of leadership by implementing the best version of the leader (chairman Remus) by maintaining the integrity that he already has. Application in this context, provides an overview of the plan, things that need to be prepared and fulfilled to show the best quality according to the Authentic Leadership version. Keywords: Authentic Leadership
Relasi Individu dan Pekerjaan dalam Sistem Kerja Berbasis Proyek pada Lembaga Y Nur Aini, Anisah
Tanzhim: Jurnal Dakwah Terprogram Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/tanzhim.v4i1.62

Abstract

Sistem kerja berbasis proyek semakin umum digunakan, baik pada organisasi dakwah maupun lembaga profit yang mengandalkan tenaga temporer. Pola ini membentuk relasi kerja yang lebih fleksibel dan sarat negosiasi psikologis, terutama ketika melibatkan tenaga kerja seperti freelancer dan kontrak proyek. Studi ini menganalisis dinamika Person Job Fit melalui kasus Lembaga Y, yang merupakan lembaga profit di bidang pendidikan dan biro jasa psikologi. Studi dilakukan tahun 2025 selama lima bulan dengan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus intrinsik melalui wawancara mendalam pada manajer dan SDM terkait. Analisis menelaah dua dimensi Person Job Fit, khususnya misfit laten pada need–supply fit. Temuan menunjukkan bahwa ability–demand fit relatif terjaga, namun kebutuhan psikologis seperti pengakuan dan kejelasan peran tidak selalu terpenuhi. Ketidaksesuaian ini tidak langsung menurunkan kinerja proyek, tetapi muncul dalam bentuk konflik persepsi, fluktuasi keterlibatan, dan ketegangan relasional. Respons manajerial berkembang sebagai mekanisme adaptif untuk menjaga keberlanjutan proyek. Secara teoretis, studi ini menegaskan sifat dinamis Person Job Fit dalam sistem kerja proyek. Secara praktis, temuan ini memberi pelajaran penting bagi organisasi dakwah berbasis proyek dalam mengelola kesesuaian psikologis SDM pada tenaga kerja kontrak maupun freelancer.