Organisasi multikultural di Indonesia menghadapi tantangan yang kompleks dalam mengelola konflik yang muncul akibat perbedaan latar belakang budaya, nilai, dan pola komunikasi antarindividu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen konflik yang diterapkan di lingkungan kerja multikultural serta dampaknya terhadap efektivitas organisasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan analisis kasus, ditemukan bahwa strategi seperti komunikasi terbuka, mediasi, serta kepemimpinan inklusif mampu meminimalisir potensi gesekan antaranggota organisasi. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa keberhasilan manajemen konflik tidak hanya berkontribusi terhadap keharmonisan kerja, tetapi juga meningkatkan kinerja tim, memperkuat identitas organisasi, dan mendukung keberlanjutan operasional. Penelitian ini memberikan rekomendasi penting bagi para praktisi manajemen sumber daya manusia di Indonesia untuk mengintegrasikan perspektif multikultural dalam kebijakan dan praktik manajerial.