Perkembangan teknologi digital mendorong munculnya inovasi pembelajaran yang lebih ringkas, adaptif, dan sesuai dengan karakteristik generasi digital. Salah satu pendekatan yang banyak mendapat perhatian adalah microlearning, yaitu model pembelajaran yang menyajikan materi dalam potongan kecil namun terfokus. Artikel ini membahas penerapan microlearning berbasis multimedia di sekolah menengah untuk meningkatkan retensi materi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi-eksperimen dengan membandingkan kelompok siswa yang belajar menggunakan microlearning berbasis multimedia dengan kelompok yang masih menggunakan metode konvensional. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam retensi materi pada kelompok eksperimen. Microlearning berbasis multimedia terbukti lebih efektif karena mampu memfasilitasi atensi, memudahkan pengulangan, serta meningkatkan keterlibatan siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi microlearning dalam pembelajaran sekolah menengah sebagai strategi untuk menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.