Nasta Safira Ramadhina
Universitas Negeri Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Digital Marketing melalui Program Kelas Industri Lembaga Kursus dan Pelatihan (LPK) Aulia Persada Semarang Nasta Safira Ramadhina; Hendra Dedi Kriswanto
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i3.1675

Abstract

Tingginya angka pengangguran pada kelompok lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang menyentuh persentase 8,62% per tahun 2024 menunjukkan adanya kesenjangan keterampilan individu dengan kebutuhan dunia industri. Merujuk pada fenomena tersebut, penelitian ini disusun guna mendeskripsikan kolaborasi antara pendidikan formal dan non formal yang diwujudkan demi menciptakan penguatan kompetensi lulusan SMK. Pelatihan digital marketing program kelas industri yang dikelola oleh LPK Aulia Persada menjadi salah satu alternatif untuk memperdalam kapabilitas siswa sekolah vokasi melalui keterlibatan langsung dalam dunia industri. Penelitian ini memanfaatkan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data observasi non-partisipan, wawancara semistruktur, dokumentasi yang teruji keabsahannya melalui triangulasi teknik dan sumber, menghasilkan deskripsi mengenai proses perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi yang mengadopsi experiential learning sebagai pendekatan dalam aktivitas praktis dengan subjek utama peserta dari SMK Muhammadiyah 1 Semarang. Temuan dalam penelitian menunjukkan seluruh proses pelatihan diimplementasikan secara bertahap dimulai dari simulasi pengalaman konkret, refleksi, konseptualisasi abstrak dan eksperimen aktif. Seluruh kegiatan tersebut berpusat pada peserta dengan dorongan motivasi diri serta pihak eksternal seperti fasilitator, teman sebaya maupun keluarga. Sementara itu, keterbatasan perangkat pribadi seperti spesifikasi laptop yang kurang memadai hingga kecenderungan sikap procrastination pada peserta perlu ditinjau kembali. Hasil dari pelatihan ini adalah peningkatan kompetensi digital marketing disertai dengan sikap adaptif dalam pemecahan masalah, penguatan rasa percaya diri serta rasa tanggung jawab terhadap tujuan awal hingga pembentukan etos kerja profesional.
Strengthening Women’s Entrepreneurial Capacity through Banana Chip Production in Kalongan Village, Semarang Regency Sulaeman Fityan Saputra; Rama Dirga Dwi Sakti; Nasta Safira Ramadhina; Rohma Nur Anisa; Arneta Dyah Selina; Kharisma Jelita Putri; Chorinta Wulan Athaya; Abdul Malik; Jovan Daniel Pradana
Carmin: Journal of Community Service Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Borneo Research and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59329/carmin.v6i1.263

Abstract

This community service program aimed to strengthen women's entrepreneurial capacity by developing banana chip production as a local economic product in Kalongan Village, Semarang Regency. It sought to empower women by improving practical skills in processing local agricultural resources into value-added products supporting household income and community-based entrepreneurship. The program used Participatory Action Research (PAR), involving 30 women selected through purposive sampling from the SEPATAH KATA community. Implementation proceeded through four stages: socialization of program objectives, training in banana chip production techniques, intensive mentoring during production, and evaluation of learning outcomes. A Likert-scale questionnaire assessed production accuracy, cooperation during production, and participants' independence and consistency. Data were analyzed descriptively using percentage analysis. Results showed positive impacts on participants' entrepreneurial skills and behavior: increased independence and consistency in production (45%), improved cooperation during production (30%), and better understanding of production procedures and step accuracy (25%). Participants also grasped the production stages and actively engaged in collaborative learning. These findings indicate that participatory training combined with continuous mentoring effectively enhanced participants' practical skills in transforming local resources into marketable products. The program successfully strengthened women's entrepreneurial capacity and supported the development of banana chip production as a sustainable local enterprise. Future follow-up efforts are recommended to focus on digital marketing assistance, product legality certification, improved packaging design, and sustainability monitoring of women's business groups.