Tutuk Ningsih
Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

USE OF INTERACTIVE FLAT PANEL DISPLAY (IFPD) MEDIA IN SOCIAL STUDIES LEARNING FOR MADRASAH STUDENTS Rachman Riyadi; Tutuk Ningsih
Edutainment : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan Vol 12 No 2 (2024): Edutainment : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kependidikan
Publisher : UNMUHBABEL Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/e.v12i2.921

Abstract

The development of increasingly advanced technology has a very rapid impact on all aspects of people's lives, including in the fields of knowledge and education. Technology in the field of education is one of the supporting media for the implementation of education itself, one of which is the use of Interactive Flat Panel Display (IFPD) media. The purpose of this study is to examine more deeply the use of Interactive Flat Panel Display (IFPD) media in Social Studies Learning for Madrasah Students. This research was conducted at Madrasah Ibtidaiyah Darwata Sikampuh, with the research subjects being teachers and fifth-grade students, and the research object of the use of IFPD in social studies learning. This research is a qualitative descriptive research, with the type of field research (Filed Research). Data collection is carried out by means of observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out using the Miles Huberman technique by reducing data first, presenting the data that had been reduced, and drawing conclusions and verification. The results of this study show that the use of IFPD media at MI Darwata Sikampuh is carried out through several stages, starting from the planning stage, the resource and media stage, the stage of using IFPD media and the learning evaluation stage. The impact of using IFPD in learning has various positive impacts on the student learning process, namely increasing student involvement and participation, increasing motivation and interest in learning, facilitating understanding of complex concepts, increasing collaboration and cooperation, increasing creativity and technological skills, improving critical and analytical thinking skills, accelerating feedback and evaluation, increasing adaptability in learning, improving digital literacy skills, reducing boredom in learning.
PENANAMAN SIKAP NASIONALISME MELALUI PEMBELAJARAN IPS DI ERA GLOBALISASI PADA SISWA KELAS IV DI SD NEGERI PASIRAMAN KIDUL Hanalia Pertiwi; Tutuk Ningsih
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.5740

Abstract

Nationalism is important to be taught to children, this is important so that children have a sense of love and pride for their homeland. This study aims to describe the cultivation of nationalism through social studies subjects in Class IV. This study uses qualitative research with a descriptive approach. Data collection was carried out observations, in-depth interviews, and documentation. The research was carried out at SD Negeri Pasiraman Kidul. The object of the study was the cultivation of nationalism through social studies subjects, where grade IV teachers and school principals as facilitators of research subjects were 31 grade IV students. Data collection was carried out by interview, observation, and documentation techniques. The data analysis used is data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study show that the cultivation of nationalism in social studies subjects at SD Negeri Pasiraman Kidul is found in learning activities through habituation, exemplary or modeling activities, providing contextual examples, and through various teaching media. In addition, it was found that there were supporting and inhibiting factors. The supporting factor is in the form of adequate infrastructure facilities so that it is easier to cultivate the attitude of Nationalism, especially supported by the use of learning media
Implikasi Kesenian Ebeg dan Pendidikan Karakter dalam Perspektif Sosial Budaya Menik Handayani; Jiamelatun Jiamelatun; Tutuk Ningsih
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8394

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis implikasi Kesenian Ebeg terhadap pendidikan karakter siswa sekolah dasar dalam perspektif sosial budaya. Pendidikan berbasis kearifan lokal menjadi penting dalam membentuk karakter siswa, terutama masyarakat yang kaya budaya seperti Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus, subjek penelitian berjumlah 25, teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesenian Ebeg memiliki implikasi ganda dalam pendidikan. Secara positif, Ebeg berperan meningkatkan pemahaman siswa terhadap seni, seperti tari, musik, dan seni rupa, serta menumbuhkan nilai karakter seperti gotong royong, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya lokal. Ebeg berpotensi sebagai media pendidikan karakter jika dilakukan seleksi nilai secara kontekstual.
Kompetensi Pedagogik Guru dalam Implementasi Pembelajaran Tematik Terpadu di Madrasah Ibtidaiyah Tutuk Ningsih; Mursida Aziz; Sutrimah Sutrimah; Nur Listianingsih; Azkia Khoerul Elfinda
INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan Vol 26 No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.115 KB) | DOI: 10.24090/insania.v26i2.5244

Abstract

One of the competencies of teachers in the 21st century is pedagogical competence. This competence is one of the important factors in determining the success of teachers in carrying out teaching and learning activities. This study aims to analyze the pedagogical competence of teachers in integrated thematic education at Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif 04 Gentasari. This research is field research using a qualitative approach. Data collection uses three techniques, namely: field observation, direct interviews with informants, and documentation. After the data is collected, the data is analyzed by reducing, presenting, and verifying the data. The result of this research is that the teacher has met the standard of pedagogic competence. This is indicated by the understanding and analysis that educators get from students. The fulfillment of the standard of teacher pedagogical competence is evidence of the achievement of educators in providing for the needs of students. Educators' pedagogical competences include implementing learning, planning and conducting learning assessments, analyzing the findings of the evaluation to identify the level of learning mastery, and using the results to improve the quality of learning programs. The development carried out in learning at MI Ma'arif 04 Gentasari has a good system. In addition, it is also supported by competent educators to provide well-established teaching to students.
Menganalisa Pemanfaatan Sumber Belajar dan Materi dalam Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar Inayatul Mardhiyah Indah Sulistiyani; Tutuk Ningsih
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 2 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i2.6925

Abstract

Pemanfaatan sumber belajar dan materi ajar pada pembelajaran IPS di sekolah dasar sangat mempengaruhi keberhasilan pembelajaran di kelas. Oleh karenanya guru perlu memanfaatkan secara maksimal sumber belajar dan materi ajar agar pembelajaran menjadi menarik dan menyenangkan bagi murid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan sumber belajar dan materi ajar dalam pembelajaran IPS di SDN 1 Karangmalang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru kelas 5 dan 6 dan peserta didik kelas 5 dan 6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber belajar dan materi ajar IPS di sekolah berupa buku pegangan siswa dan guru dari segi isi dan materi masih sangat bersifat umum. Diperlukan sumber belajar lain agar bisa mendukung keberhasilan tujuan pembelajaran IPS. Beberapa guru sudah memanfaatkan sumber belajar digital dan lingkungan sekolah. Penelitian ini merupakan bahan evaluasi yang dapat dijadikan acuan untuk melakukan penelitian berikutnya yang berfokus pada pengembangan sumber belajar dan materi ajar di sekolah dasar khususnya di SDN 1 Karangmalang.
Problematika Pendidikan dalam Perspektif Sosiologi di Lembaga Ma’arif NU Muhammad Firman Rosyadi; Tutuk Ningsih
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 3 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i3.8186

Abstract

Lembaga Ma’arif NU menghadapi tantangan kompleks dari keterbatasan internal dan tekanan eksternal dalam upaya menyeimbangkan pelestarian tradisi Aswaja dengan modernisasi pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis problematika, dialektika tradisi-modernitas, serta fungsi reproduksi budaya dan transformasi sosial di MI Ma’arif Karangnangka, Banyumas, menggunakan perspektif sosiologi pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan teori konflik sosial dan reproduksi budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MI Ma’arif Karangnangka mampu bertahan di tengah keterbatasan struktural dan tekanan kebijakan nasional. Problematika utama terletak pada dialektika antara tradisi dan modernitas, keterbatasan modal ekonomi/kultural, dan ketidakselarasan antara visi nilai keislaman dengan kurikulum nasional. Madrasah merespons ketegangan ini secara adaptif melalui pendekatan partisipatif dan penguatan nilai Aswaja NU, di mana praktik pendidikan tidak hanya mentransmisikan pengetahuan tetapi juga mereproduksi habitus keislaman dan membentuk identitas sosial. Dalam perspektif sosiologi pendidikan, madrasah ini berfungsi sebagai arena reproduksi budaya sekaligus transformasi sosial, membuktikan peran strategis institusi lokal dalam membangun sistem pendidikan yang relevan dan berbasis nilai. Fungsi sosiologis madrasah harus diterjemahkan menjadi kebijakan struktural dengan mengintegrasikan tradisi dan kebutuhan masa depan yang sesuai manhaj Nahdlatul Ulama, guna memastikan keberlanjutan dan relevansi pendidikan berbasis nilai keislaman di tengah dinamika global.
Kreativitas Guru dalam Mengembangkan Pembelajaran PAI di Era Abad 21 Ahmad Kasyifan Sidqi; Tutuk Ningsih; M. Slamet Yahya
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 3 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i3.8211

Abstract

Seiring perkembangan zaman, kreativitas guru di abad 21 sangat penting untuk mend pembelajaran relevan bagi siswa. Di era abad 21 perkembangan berdampak besar pada aspek dunia pendidikan. Salah satunya dalam Pendidikan Agama Islam, yang menjadi bagian integral dari pendidikan Indonesia. PAI tidak hanya bertujuan untuk memberikan ilmu pengetahuan agama saja, tetapi juga membentuk karakter dan moral siswa. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di abad 21 menuntut transformasi model pembelajaran yang mampu mengembangkan keterampilan abad 21 seperti berpikir critical, creativity, collaboration and communication (4C). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengembangkan kompetensi pembelajaran yang relevan di era abad 21. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pustaka atau library research yang bertujuan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan mengevaluasi berbagai literatur yang memiliki hasil riset tentang kreativitas guru di abad 21 melalui berbagai macam cara untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Dari hasil riset yang ditemukan, masih saja terdapat sebagian guru PAI yang belum mampu mengembangkan pembelajaran di era abad 21. Dengan demikian pembelajaran PAI terkesan monoton atau boring. Sehingga dalam hal ini, diperlukan kemampuan kreativitas guru PAI dalam mengembangkan pembelajrannya.
Strategi Pengembangan Kompetensi Profesional Guru dalam Menjawab Tuntutan Abad 21 di Sekolah Dasar Puji Rahayu; Tutuk Ningsih
Pedagogik Journal of Islamic Elementary School Vol. 8 No. 3 (2025): Pedagogik Journal of Islamic Elementary School
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pijies.v8i3.8432

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengembangan kompetensi profesional guru di SD Negeri 3 Karangcengis dalam menjawab tuntutan pembelajaran abad ke-21. Berbasis pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data dihimpun melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif di kelas, dan analisis dokumen. Hasil menunjukkan sekolah menerapkan tiga strategi yang saling melengkapi: (1) pelatihan In House Training berkelanjutan dengan siklus Assess Design Implement Measure Reflect and Change yang menekankan inkuiri kolaboratif dan penerapan langsung di kelas; (2) pembentukan komunitas belajar (Kombel) lintas fase untuk berbagi praktik, pemecahan masalah, dan refleksi rutin; serta (3) pendampingan (coaching) individual melalui observasi, refleksi, umpan balik terarah. Implementasi terpadu ini berdampak pada peningkatan penggunaan media interaktif, keragaman metode, dan penguatan fasilitasi pembelajaran berpusat pada siswa. Kendala utama yang teridentifikasi ialah keterbatasan waktu dan beban kerja guru, namun terkelola melalui penjadwalan kolaborasi. Studi ini menyimpulkan bahwa model terintegrasi pelatihan IHT, kombel, dan coaching efektif membekali guru dengan 4C, literasi digital, dan kecakapan pedagogis yang relevan. Temuan memberikan implikasi praktis bagi sekolah dengan sumber daya terbatas untuk merancang program pengembangan yang kontekstual, berkelanjutan, dan berorientasi pada dampak kelas.