Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Rancangan Kampanye Pengaduan Penyalahgunaan KIP-K Fathariq Fathur; Nasywa Salsabila Kamal; Syifa Chairunnisa Viandra; Anisa Silvina Putri; Gibra Alhamdi; Mira Hasti Hasmira
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.159

Abstract

Penyalahgunaan program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) masih sering terjadi dan menimbulkan ketidakadilan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Mahasiswa yang secara ekonomi tidak layak namun mampu memanipulasi data sering kali lolos sebagai penerima bantuan, sedangkan mereka yang benar-benar membutuhkan justru tersisih. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kampanye humas yang mendorong kesadaran dan pelaporan terhadap penyalahgunaan KIP-K. Metode yang digunakan adalah perencanaan kampanye berbasis pendekatan komunikasi strategis melalui media sosial. Proses perancangan meliputi riset latar belakang masalah, analisis kebutuhan, penentuan tujuan kampanye, segmentasi khalayak, serta pengembangan strategi komunikasi seperti publisitas, persuasi, argumentasi, dan penguatan citra. Hasil dari tahapan ini berupa produk kampanye yang terdiri dari konten edukatif berbentuk video simulasi, poster informasi, serta panduan pelaporan penyalahgunaan KIP-K. Seluruh materi disesuaikan dengan karakteristik target audiens, yaitu mahasiswa usia 17–25 tahun. Kampanye ini juga dilengkapi dengan hashtag tematik untuk meningkatkan jangkauan dan keterlibatan audiens di media sosial. Produk kampanye ini diharapkan dapat digunakan oleh lembaga pendidikan atau organisasi masyarakat sebagai alat advokasi dalam memperjuangkan keadilan akses pendidikan.
Implementasi Psikoedukasi Anti Bullying pada Siswa SD Negeri 21 di Nagari Cupak 2026 Andria Catri Tamsin; Nayla Annisa Harahap; Syifa Chairunnisa Viandra; Ocha Ocha; Nasywa Putri Hasari5, Annisa Delaroza; Annisa Delaroza; Rayhan Alsyach; Maulia Haza Putri; Dwi Alvino Ghazali
Jurnal Imiah Pengabdian Pada Masyarakat (JIPM) Vol 3 No 4 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku bullying di lingkungan sekolah dasar berdampak negatif terhadap perkembangan emosional, sosial, dan akademik siswa. Kegiatan ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan psikoedukasi anti-bullying oleh mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang di SD Negeri 21 Cupak pada 21 Januari 2026. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi dan dokumentasi. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahapan: penyampaian materi "Sekolah Aman Tanpa Bullying", diskusi melalui media sticky note, ice breaking, dan kuis interaktif. Hasil menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif siswa yang tinggi. Pendekatan interaktif dan berbasis pengalaman langsung terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai konsep, jenis, dampak, serta pencegahan bullying, sekaligus menjadi langkah preventif awal dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman di Nagari Cupak.
Analisis Feminist Standpoint Theory: Perempuan Sebagai Objek Dalam Film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Nisrina Alifah Yuliandra; M. Tsaqif Al Hakim; Miftahul Jannah; AB Sarca Putera; Ayu Adriyani; Syifa Chairunnisa Viandra
Social Empirical Vol. 1 No. 2 (2024): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v1i2.31

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana film “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” merepresentasikan kebudayaan Minangkabau yang matrilineal dan bagaimana film tersebut terkait dengan teori feminisme. menganalisis permasalahan gender terutama tokoh perempuan yang ada di dalam film dan dengan memahami kasus tenggelamnya kapal van der wijck dengan mengkaitkan teori feminist standpoint theory agar peneliti dapat menganalisis dan memahami bagaimana perempuan dipersentasikan dalam film tersebut dan bagaimana melihat konflik yang terjadi dalam masyarakat adat minangkabau di dalam film serta bagaimana kasus tersebut terkait dengan paham patriarki yang dianut oleh pemerintah. Pentingnya penelitian ini karena membantu memahami bagaimana film “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” merepresentasikan Kebudayaan Minangkabau yang matrilineal dan bagaimana itu terkait dengan teori feminisme. Hasil penelitian ini juga dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perempuan dalam masyarakat dan bagaimana mereka dapat berkontribusi setara dengan laki-laki. Film juga menceritakan hal yang dialami oleh perempuan, serta sosok perempuan yang lemah dan tak berdaya, sedangkan laki-laki dipresentasikan sebagai sosok yang kuat dan mampu bertahan dengan segala keterpurukannya.