Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perubahan Nilai dan Visibilitas Kelompok Marginal: Pergeseran Pandangan Masyarakat Minangkabau Terhadap LGBTQ+ Muhammad Alfian; Delmira Syafrini; Asifa Zahwa; Raihani Sava Alzena; Muhammad Rizki Alvarizi; Elbunia Untari; Bunga Dinda Permata
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran media sosial dalam mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap LGBTQ+ di Sumatera Barat. Penelitian ini penting dikaji untuk menilai peningkatan visibilitas LGBTQ+ dan adanya benturan nilai tradisional dalam hal ini ABS-SBK di masyarakat. hal ini dipengaruhi oleh kehadiran media sosial yang menghapus batasan-batasan di masyaraka karena media sosial memberikan ruang bagi siapa saja untuk mengekspresikan diri. Dengan menggunakan teori Konstruksi Sosial oleh Berger & Luckmann dan teori Hypodermic Needle oleh Harold Lasswell, penelitian ini melihat perubahan  nilai dan bagaimana media sosial menjadi katalisator utama dalam kasus ini. Metode yang digunakan adalah kualitatif, dengan pengumpulan data melalui studi literatur dan wawancara dengan ahli seperti Satgas PPKS UNP. Teknik pengambilan informan dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak lima belas orang, sembilan di antaranya mendukung komunitas LGBTQ+ dan enam lainnya menolak. Hasil penelitian berupa peningkatan yang tidak konsisten akan pelaku LGBTQ+ yang didukung oleh kehadiran media sosial, serta adanya ketidaksesuaian terhadap nilai sosial budaya Minangkabau yang diakibatkan terjadinya pergeseran pandangan masyarakat Minangkabau LGBTQ+.
Bidu (Bijak Dengan Uang): Sebagai Advokasi Literasi Finansial di SMAN 2 Basa Ampek Balai Dengan Media Berbasis Flipbuilder Ika Sandra; Hendrik Heri Sandi; Revitasari Revitasari; Syabrina Al-Fitria Sari; Muhammad Alfian
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i2.1102

Abstract

Tapan adalah Kecamatan di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, terdapat 13.476 jiwa penduduk yang mayoritas bekerja sebagai petani, pedagang, maupun pegawai negeri sipil. Tapan memiliki 15 sekolah dengan 4.067 siswa yang menempuh pendidikan. Berdasarkan UU No. 4 Tahun 2023 dan Peraturan OJK RI No. 3 Tahun 2023, potensi literasi keuangan di wilayah ini harus segera dioptimalkan. Survei SNLIK OJK mengungkap bahwa literasi finansial di Sumatera Barat masih rendah, mencapai 40,78%. Temuan di SMAN 2 Basa Ampek Balai mengindikasikan bahwa pemahaman keuangan remaja pun masih minim. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, disusun program pengabdian dengan pendekatan kegiatan komprehensif berbasis teknologi digital. Kebaruan program ini terletak pada pemanfaatan e-booklet interaktif melalui FlipBuilder, yang dipadukan dengan sosialisasi literasi keuangan serta pengintegrasian metode Focus Group Discussion (FGD) dan sesi tanya jawab. Melalui kegiatan terintegrasi ini, diharapkan kesadaran dan pemahaman finansial remaja dapat meningkat signifikan. Program ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Sosialisasi Anti Bullying sebagai Strategi Preventif dalam Meningkatkan Kesadaran Sosial Siswa di SDN 13 Batu Bajanjang Muhammad Alfian; Muhammad Ilman Azela; Megi Dwi Putra Nanda; Irsyadul Khairi; Hanna Zahra Insani Pristiwasa; Putri Sakinah; Refni Andini
Jurnal Imiah Pengabdian Pada Masyarakat (JIPM) Vol 3 No 4 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying is a problem that still frequently occurs in elementary school settings and has the potential to hinder students’ social, emotional, and academic development. Students’ limited understanding of the forms and impacts of bullying was the primary reason for conducting this activity at SDN 13 Batu Bajanjang. The activity aims to enhance students’ knowledge and awareness of the dangers of bullying and the importance of fostering positive social interactions. The method employed was interactive outreach through presentation of materials, discussions, Q&A sessions, and evaluation supported by observation, interviews, and documentation. The results of the activity showed an increase in students’ understanding of bullying. Students also demonstrated a more caring attitude, respect for their peers, and the courage to report bullying incidents. These findings indicate that anti-bullying outreach is important to conduct on an ongoing basis to support the creation of a safe, comfortable, and child-friendly school environment.
Pious Neoliberalism and the Rise of Middle-Class Muslim Education in West Sumatra Ika Sandra; Rama Arya Kurniawan; Muhammad Alfian; Muhammad Rizki Alvarizi; Gigieh Cahya Permady
Academy of Education Journal Vol. 17 No. 2 (2026): Academy of Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47200/aoej.v17i2.3649

Abstract

The rapid growth of modern Islamic boarding schools in Indonesia reflects a significant transformation in the relationship between religion, education, and contemporary social aspirations. While previous studies have predominantly examined Islamic education through the perspectives of institutional transformation, educational marketization, and parental school choice, limited attention has been given to understanding how Muslim middle-class families negotiate religious aspirations alongside neoliberal educational values. This study aims to examine the rise of Islamic boarding schools in West Sumatra through the perspective of pious neoliberalism, focusing on how families construct Islamic education as a strategy for producing pious, disciplined, and socially competitive children. This study employs a qualitative case study approach conducted in two modern Islamic boarding schools in West Sumatra, namely Ar-Risalah and Nurul Ikhlas. Data were collected through semi-structured interviews with parents, school leaders, and teachers, as well as direct observations of institutional practices. The data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The findings reveal three interrelated dimensions of the emergence of pious neoliberal educational aspirations among Muslim middle-class families. First, Islamic boarding schools are perceived as controlled moral environments that protect children from contemporary social risks and cultivate religious discipline. Second, Islamic education has shifted into a form of long-term educational investment through which families seek to accumulate religious, cultural, and academic capital for future social mobility. Third, modern Islamic boarding schools contribute to the formation of an ideal Muslim subject who combines Islamic morality with academic achievement, global competencies, and competitiveness. This study argues that neoliberalism does not necessarily diminish the role of religion within education; rather, it reshapes religious aspirations by integrating piety with values of self-improvement, educational investment, and social distinction. The findings contribute to broader discussions on the neoliberal transformation of education, Muslim middle-class formation, and the changing nature of Islamic educational aspirations in contemporary societies.