p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Social Empirical
Larasta Agustina
Universitas Negeri Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Makna Tradisi Uang Japuik di Padang Pariaman Intan Wulan Dari; Larasta Agustina; Priskila Natasia Br. Saragih; Fadilla Saputri; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.97

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna, fungsi sosial, dan dinamika adaptasi tradisi uang jemput (uang japuik) dalam pernikahan adat masyarakat Pariaman, Sumatera Barat. Penelitian ini menarik untuk dilakukan karena tradisi uang jemput memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan sosial dan kekerabatan di tengah perubahan zaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengamati prosesi pernikahan adat dan interaksi sosial yang terjadi selama pelaksanaan tradisi uang jemput. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling, dengan jumlah informan penelitian sebanyak tujuh orang. Kriteria informan penelitian meliputi tokoh adat, keluarga yang pernah melaksanakan pernikahan adat, serta anggota masyarakat yang memahami tradisi uang jemput. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uang jemput bukan sekadar ritual ekonomi, melainkan juga simbol penghormatan, komitmen sosial, dan penguatan solidaritas antar-kaum. Nilai uang jemput sangat dipengaruhi oleh status sosial ekonomi dan keluarga, serta mengalami adaptasi sesuai dengan perkembangan zaman. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman baru tentang tradisi uang jemput di tengah perubahan sosial, serta membedakan secara tegas antara uang jemput dan uang hilang.
Budaya Konsumsi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi di Universitas Negeri Padang: Perspektif Sosiologi Budaya Leona Saskia; Hanafi Saputra; Fauzanah Fauzan El Muhammady; Larasta Agustina; Roni Ramadhani; Mitzy MS; Nezza EP
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.639

Abstract

Budaya konsumsi mahasiswa merupakan fenomena sosial yang semakin berkembang seiring dengan kemajuan teknologi, media sosial, dan perubahan gaya hidup di era digital. Konsumsi tidak lagi hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan identitas diri, gaya hidup, dan simbol status sosial. Kondisi ini terlihat pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Padang yang tidak terlepas dari pengaruh lingkungan sosial dan media digital dalam membentuk pola konsumsi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pola konsumsi mahasiswa, memahami perbedaan kebutuhan dan keinginan, mengkaji makna konsumsi, serta menganalisis peran lingkungan pergaulan dalam membentuk budaya konsumsi mahasiswa. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan perspektif sosiologi budaya untuk memahami konsumsi sebagai bagian dari pembentukan identitas diri, gaya hidup, dan realitas sosial mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Selasar Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang pada tanggal 4–10 Mei 2026. Informan penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Padang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumen. Analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya konsumsi mahasiswa dipengaruhi oleh lingkungan sosial, media digital, dan gaya hidup. Konsumsi dimaknai tidak hanya sebagai pemenuhan kebutuhan, tetapi juga sebagai sarana membangun identitas diri, mengikuti tren, dan memperoleh pengakuan sosial. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya meningkatkan kesadaran mahasiswa dalam membedakan kebutuhan dan keinginan agar lebih bijak dalam berperilaku konsumsi di tengah perkembangan budaya konsumsi modern.