This Author published in this journals
All Journal Social Empirical
Fauzanah Fauzan El Muhammady
Universitas Negeri Padang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Community Based Tourism Mendorong Pariwisata Berkelanjutan Wisata Kapalo Banda Nagari Taram Kabupaten Lima Puluh Kota Qavka Navisa; Nurhaliza Maharani; Mutiara Mutiara; Najwa Rosyidah; Letta Maharani; Muhammad Rifat Armensyah; Delmira Syafrini; Bunga Dinda Permata; Fauzanah Fauzan El Muhammady
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.263

Abstract

Penelitian ini membahas tentang bagaimana keterlibatan masyarakat lokal dan dukungan pemerintah dalam pengelolaan wisata Kapalo Banda atau yang dikenal dengan Wakanda (Wisata Alam Kapalo Banda) di Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan wisata serta dukungan pemerintah dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan. Teori yang digunakan untuk menganalisis hasil penelitian ini adalah teori agency Anthony Giddens.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, ditemukan masyarakat berperan sebagai agen penggerak kegiatan wisata, sedangkan pemerintah berperan sebagai stakeholder utama yang memberikan arahan dan dukungan terhadap pembangunan dan pengelolaan wisata kapalo banda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat khususnya pemuda Jorong Tanjung Ateh  memiliki inisiatif dan tanggung jawab dalam membangun serta mengelola  kawasan wisata secara mandiri melalui sistem bagi hasil dan kegiatan gotong royong rutin yang dilakukan. Community Based Tourism tidak hanya memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat tetapi juga dampak lingkungan dan juga meningkatkan hubungan sosial diantara masyarakat.
Flexing di Kalangan Mahasiswa FIS UNP: Strategi Mencari Pengakuan Sosial di Era Media Sosial Riva Nasrila; Hanafi Saputra; Fauzanah Fauzan El Muhammady; Hafid Pradana; Ratih Haifa Putri; Nur Aisyah; Marwatil Husna
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.625

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah pola interaksi sosial masyarakat dan melahirkan berbagai fenomena baru, salah satunya adalah flexing. Di kalangan mahasiswa, flexing tidak hanya berkaitan dengan tindakan memamerkan kepemilikan materi atau gaya hidup, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun citra diri dan memperoleh pengakuan sosial di ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna flexing di kalangan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang (FIS UNP) sebagai strategi memperoleh pengakuan sosial. Kebaruan penelitian ini terletak pada upaya dalam  menjelaskan fenomena flexing secara lebih komprehensif sebagai tindakan sosial yang berkaitan dengan pengakuan sosial, identitas diri, status sosial, dan eksistensi, bukan semata-mata sebagai perilaku konsumtif sebagaimana banyak dibahas dalam penelitian sebelumnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus dengan melibatkan delapan informan yang dipilih melalui teknik purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen,  kemudian diolah menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berangkat dari perspektif teori Interaksionisme Simbolik oleh George Herbert Mead hasil penelitian menunjukkan bahwa flexing dimaknai mahasiswa sebagai sarana memperoleh pengakuan sosial, membangun identitas diri, menunjukkan status sosial, serta mempertahankan eksistensi di era digital. Media sosial menjadi arena penting bagi mahasiswa untuk menampilkan simbol-simbol sosial yang membentuk citra diri dan memperoleh legitimasi dari lingkungan sekitarnya. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa fenomena flexing perlu dipahami sebagai bentuk interaksi sosial yang mengandung makna simbolik dalam proses pembentukan identitas dan relasi sosial mahasiswa di era digital.
Budaya Konsumsi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi di Universitas Negeri Padang: Perspektif Sosiologi Budaya Leona Saskia; Hanafi Saputra; Fauzanah Fauzan El Muhammady; Larasta Agustina; Roni Ramadhani; Mitzy MS; Nezza EP
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.639

Abstract

Budaya konsumsi mahasiswa merupakan fenomena sosial yang semakin berkembang seiring dengan kemajuan teknologi, media sosial, dan perubahan gaya hidup di era digital. Konsumsi tidak lagi hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan identitas diri, gaya hidup, dan simbol status sosial. Kondisi ini terlihat pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Padang yang tidak terlepas dari pengaruh lingkungan sosial dan media digital dalam membentuk pola konsumsi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pola konsumsi mahasiswa, memahami perbedaan kebutuhan dan keinginan, mengkaji makna konsumsi, serta menganalisis peran lingkungan pergaulan dalam membentuk budaya konsumsi mahasiswa. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan perspektif sosiologi budaya untuk memahami konsumsi sebagai bagian dari pembentukan identitas diri, gaya hidup, dan realitas sosial mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Selasar Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang pada tanggal 4–10 Mei 2026. Informan penelitian adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Padang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumen. Analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya konsumsi mahasiswa dipengaruhi oleh lingkungan sosial, media digital, dan gaya hidup. Konsumsi dimaknai tidak hanya sebagai pemenuhan kebutuhan, tetapi juga sebagai sarana membangun identitas diri, mengikuti tren, dan memperoleh pengakuan sosial. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya meningkatkan kesadaran mahasiswa dalam membedakan kebutuhan dan keinginan agar lebih bijak dalam berperilaku konsumsi di tengah perkembangan budaya konsumsi modern.