Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Inovasi Ecobrick sebagai Media Plang Penunjuk Arah: Praktik Pengabdian Mahasiswa UNP di Nagari Toboh Gadang Timur Fathia Rahmi; Aisyah Putri Lestari; Refdinal; Alfauzan Mhd Rozak; Rahma Dianti; Gusermi Ananta Cesaria
Manaruko: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Manaruko: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/manaruko.v5i1.88

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang di Nagari Toboh Gadang Timur menghadirkan inovasi pemanfaatan limbah plastik melalui pembuatan ecobrick sebagai media plang penunjuk arah. Kegiatan ini bertujuan mengatasi persoalan lingkungan terkait pengelolaan sampah plastik, sekaligus memberikan kontribusi terhadap kerapian informasi wilayah antar-korong. Subjek kegiatan adalah masyarakat lokal yang diajak terlibat secara tidak langsung melalui edukasi dan penyediaan bahan. Strategi pelaksanaan dimulai dari pengumpulan sampah, pembersihan, pemadatan ke dalam botol, hingga pemasangan plang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa ecobrick efektif sebagai media fungsional dan edukatif yang ramah lingkungan. Inisiatif ini membuka peluang keberlanjutan melalui keterlibatan komunitas dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) terutama pada sektor pengelolaan sampah dan penguatan infrastruktur publik. The Community Service Program (KKN) of Universitas Negeri Padang in Nagari Toboh Gadang Timur introduced an innovation in plastic waste management through the creation of ecobricks as directional signage. This initiative aims to address environmental concerns related to plastic waste and improve public navigation across village areas. The local community served as indirect participants through education and material support. The strategy included waste collection, cleaning, compression into bottles, and installation of signboards. The results indicate that ecobricks function effectively as eco-friendly, educational, and functional infrastructure. This innovation fosters community involvement and contributes to the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly in waste management and public infrastructure development.
Ketika Alamat Menentukan Sekolah: Analisis Pemerataan dalam Sistem Zonasi PPDB di SMA Negeri 3 Padang Nafisa Reva Arianto; Nabila Zavrilia; Rahma Dianti; Rani Kartika; Muhammad Ferdava Marvino; Abel Ananda
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA N 3 Padang serta dampaknya terhadap pemerataan akses dan kualitas akademik peserta didik. Permasalahan utama yang dikaji adalah ketimpangan akses pendidikan yang sebelumnya muncul akibat sistem zonasi berbasisjarak, praktik manipulasi alamat pada Kartu Keluarga, serta masuknya siswa yang belum siap secara akademik ke dalam lingkungan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk memahami pelaksanaan zonasi secara mendalam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan guru dan panitia PPDB, observasi langsung terhadap pelaksanaan PPDB, serta studi dokumentasi terhadap arsip penerimaan dan data kuota peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem zonasi berbasis nilai rapor pada tahun 2025 memberikan dampak positif terhadap pemerataan akses pendidikan, meningkatkan kualitas input akademik siswa, dan memperkuat transparansi proses PPDB. Selain itu, sosialisasi rutin kepada masyarakat dan kolaborasi dengan perangkat wilayah berperan penting dalam mendukung keberhasilan implementasi kebijakan zonasi di sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem zonasi berbasis nilai rapor mampu menjadi mekanisme seleksi yang lebih adil, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan pemerataan pendidikan di Kota Padang.