Universitas Sains al-Qur'an

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENUMBUHKAN KEDISIPLINAN SISWA SD NEGERI 1 MARON, GARUNG, WONIOSOBO
Jurnal Reflektif Vol 2 No 2 (2025): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran yang sangat penting dalam menumbuhkan kedisiplinan siswa. Tanggung jawab guru PAI tidak hanya mengajar materi keagamaan, melainkan juga mencakup pembinaan moral, pembiasaan perilaku positif, serta pengarahan sikap yang sesuai dengan norma. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengidentifikasitingkat kedisiplinan siswa SD Negeri 1 Maron Garung Wonosobo, 2) menganalisis peran guru PAI dalam menumbuhkan kedisiplinan siswa, dan 3) mengevaluasi faktor-faktor pendukung dan menghambat peran tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif, dengan eknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan Kepala Sekolah, guru PAI, dan beberapa siswa, observasi langsung disekolah, sera dokumentasi pendukung. Analisis data dilakukan dengan model Miles and Huberman yaitu dengan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kedisiplinan siswa di SD Negeri 1 Maron Garung Wonosobo sudah cukup baik melalui partisipasi dalam kegiatan religius rutin dan kehadiran yang tepat waktu, meskipun masih ada yang kurang konsisten. 2) Guru PAI berperan penting dalam menumbuhkan kedisiplinan siswa melalui keteladanan, pembiasaan kegiatan keagamaan, serta pendekatan pembimbing yang humanis. 3) faktor pendukung dalam menumbuhkan kedisiplinan siswa antara lain adanya program pembiasaan, buku jurnal siswa, guru, serta kesadaran siswa Sedangkan faktor penghambatnya meliputi minimnya sarana ibadah, kurangnya perhatian dari orang tua dirumah, pengaruh lingkungan sekitar, dan belum maksimalnmya pengawasan serta keteladanan di lingkungan sekolah.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMPERKUAT RESILIENSI PSIKOLOGIS SISWA BROKEN HOME
Jurnal Reflektif Vol 2 No 2 (2025): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam memperkuat resiliensi psikologis siswa broken home di SD Negeri 1 Wonokromo. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya pembinaan aspek spiritual dan emosional siswa yang mengalami tekanan akibat kondisi keluarga yang tidak utuh. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing spiritual dan emosional yang menggunakan pendekatan naratif, kegiatan religius, serta interaksi personal untuk menanamkan nilai-nilai seperti sabar, syukur, dan tawakal. Peran tersebut terbukti memperkuat ketahanan mental siswa dalam menghadapi tekanan hidup. Faktor pendukung meliputi lingkungan sekolah yang religius dan kerja sama antarguru, sedangkan faktor penghambat meliputi kurangnya keterlibatan orang tua dan keterbatasan waktu guru. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya pelatihan guru dalam pendekatan psikologis religius serta perlunya kolaborasi antara sekolah dan keluarga untuk mendukung pembentukan karakter dan ketahanan jiwa siswa secara menyeluruh.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM KITAB ADABUD DUNYA WAD DIN KARYA IMAM AL MAWARDI
Jurnal Reflektif Vol 2 No 2 (2025): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk, 1. Mengetahui isi dan kandungan kitab Adabud Dunya Wad Din karya Imam Al Mawardi. 2. Untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan akhlak yang tedapat pada kitab Adabud Dunya Wad Din. Kitab ini merupakan salah satu warisan keilmuan Islam klasik yang memadukan aspek dunia dan akhirat melalui pendekatan rasional serta dalil dari Al-Qur’an dan Hadis. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis moral di masyarakat modern yang ditandai dengan meningkatnya perilaku menyimpang, serta lemahnya penanaman nilai-nilai akhlak dalam pendidikan formal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan (library research), di mana sumber utama adalah terjemahan kitab Adabud Dunya Wa Din. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab tersebut memuat lima aspek utama pendidikan akhlak, yaitu: keutamaan akal dan pengendalian hawa nafsu, adab dalam menuntut ilmu, adab beragama, adab bermasyarakat (dunia), dan adab terhadap diri (nafs). Setiap aspek tersebut mengandung nilai-nilai moral yang relevan untuk membentuk akhlak peserta didik yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Temuan ini menunjukkan bahwa karya Imam Al-Mawardi dapat menjadi rujukan penting dalam memperkuat pendidikan akhlak di era modern.
MODEL SELF ASSESSMENT DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DI KELAS X MAN 1 KOTA SEMRANG
Jurnal Reflektif Vol 2 No 2 (2025): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siswa diminta untuk mengevaluasi kemajuan mereka sendiri, tingkat penguasaan, dan posisi saat ini sehubungan dengan keterampilan yang telah mereka pelajari melalui penggunaan Self Assessment. Penelitian ini berusaha untuk menemukan sejauh mana siswa kelas X MAN 1 di Kota Semarang telah menggunakan pendekatan berbasis Self Assessment untuk belajar bahasa Arab dan untuk mengidentifikasi faktor -faktor yang telah membantu dan menghambat adopsi model ini. Hasil penelitian ini akan berguna dalam menentukan apakah model Self Assessment merupakan alat yang efektif untuk meningkatkan motivasi siswa untuk belajar bahasa Arab. Peneliti menggunakan metodologi studi kasus untuk melakukan penelitian lapangan sebagai metode penelitian kualitatif. Minat siswa untuk bersaing untuk meningkatkan keterampilan bahasa Arab mereka mungkin dipicu oleh evaluasi diri ini. Secara keseluruhan, temuan menunjukkan bahwa penilaian diri masih dapat diterapkan dan ditingkatkan, yang sejalan dengan prinsip pembelajaran konstruktivisme.
Tradisi Riyadhah 40 Hari 40 Hataman Santri Di Maqbaroh Kh Muntaha Al-Hafidz Dan Kh Asy’ari
Jurnal Reflektif Vol 2 No 2 (2025): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui tradisi riyadhah 40 hari 40 hataman yang dilaksanakan oleh para santri di Maqbaroh KH Muntaha Al-Hafidz dan KH Asy’ari Deroduwur, Mojotengah, Wonosobo (Studi tentang metode penjagaan hafalan Al-Qur’an yang efektif). Tradisi ini dikenal sebagai matangpuluh, yaitu mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak 30 juz setiap hari selama 40 hari berturut-turut sebagai bentuk ikhtiar spiritual dan metode efektif dalam menjaga hafalan Al-Qur’an. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif, dimana jenis penelitiannya bersifat deskriptif lapangan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun Teknik analisis yang digunakan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi 40 hari 40 hataman (matangpuluh) terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur'an santri. Santri yang mengikuti riyadhah matangpuluh menunjukkan peningkatan kemampuan dalam muroja'ah (mengulang hafalan), kekuatan daya ingat, keteguhan spiritual, serta membentuk karakter sabar, disiplin, dan taqarrub kepada Allah SWT. Mereka lebih mampu menjaga hafalan Al-Qur'an dalam jangka panjang dibandingkan santri yang tidak mengikuti program tersebut.