Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Kebutuhan Fasilitas Ruang Jenazah Khusus untuk Meningkatkan Pelayanan Penanganan Jenazah di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar Muhamad Fachri; Ubaedillah; Lina Rosmayanti
SKY EAST: Education of Aviation Science and Technology Vol. 3 No. 2 (2025): SKY EAST: Education of Aviation Science and Technology (July-December 2025)
Publisher : Politeknik Penerbangan Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61510/skyeast.v3i2.55

Abstract

Penelitian ini menganalisis kebutuhan fasilitas ruang jenazah khusus (Human Remains/HUM) di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar dalam rangka meningkatkan pelayanan penanganan jenazah. Latar belakang masalah adalah tidak tersedianya ruang jenazah khusus yang menyebabkan penanganan jenazah dilakukan di area kargo umum. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kebutuhan dan merancang rekomendasi fasilitas ruang jenazah khusus. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan petugas dan keluarga korban, serta studi dokumentasi yang dilakukan dari bulan Oktober 2024 hingga Februari 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan jenazah saat ini masih dilakukan di area kargo umum tanpa ruang khusus, ventilasi memadai, atau ruang tunggu keluarga, yang menimbulkan ketidaknyamanan dan tidak sesuai dengan standar kesehatan, budaya, dan agama. Simpulan utama menunjukkan bahwa pengembangan ruang jenazah khusus sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memenuhi standar regulasi. Implikasi penelitian ini memberikan rekomendasi pembangunan ruang tertutup dengan akses terbatas, ventilasi memadai, ruang tunggu keluarga, sistem pendingin, dan pelatihan petugas khusus untuk meningkatkan profesionalisme institusi.
Non-Hazardous Waste Management Analysis of Aircraft Operations to Improve Airside Area Aviation Safety in I Gusti Ngurah Rai Airport: Analisis Penanganan Limbah Non-B3 Hasil Pengoperasian Pesawat Udara Dalam Rangka Meningkatkan Keselamatan Penerbangan di Area Sisi Udara Bandara I Gusti Ngurah Rai Gilbert N. L. Siregar; Ubaedillah; Imam Sonhaji
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol. 9 No. 3 (2025): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : DPD Jatim Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid growth of the air transportation sector has significantly increased the production of non-hazardous waste in the airside area of airports. This study aims to analyze the non-hazardous waste management system from aircraft operations at I Gusti Ngurah Rai International Airport to improve aviation safety. This research employs a descriptive qualitative approach, utilizing observation, semi-structured interviews, and field documentation. The findings reveal that non-hazardous waste management remains suboptimal, characterized by the absence of Temporary Storage Sites (TPS), lack of formal Standard Operating Procedures (SOP), and weak inter-unit coordination. These conditions potentially cause waste accumulation in active operational areas, increasing the risk of Foreign Object Debris (FOD) and compromising flight safety. The study recommends the construction of TPS in compliance with safety standards, establishment of SOPs, implementation of digital control systems, and capacity building through continuous training. The implementation of these strategies is expected to create an orderly, clean operational environment that supports aviation safety at I Gusti Ngurah Rai Airport.
Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi Terintegrasi Monitoring Pelanggaran Ground Support Equipment (GSE) di Apron Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai I Gede Tantra Jaya Megananda; Ubaedillah; Dwi Lestary
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): December 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i2.8885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem informasi yang dapat membantu proses pengelolaan data kendaraan Ground Support Equipment (GSE), pemeriksaan kendaraan, serta pencatatan pelanggaran secara terintegrasi. Permasalahan yang terjadi di lapangan adalah proses pencatatan dan pengawasan Ground Support Equipment (GSE) masih dilakukan secara manual, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan, keterlambatan penyampaian informasi, serta kesulitan dalam pemantauan data. Oleh karena itu, diperlukan sistem yang mampu mengelola data secara terstruktur dan efisien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tahapan identifikasi masalah, pengumpulan data, analisis kebutuhan sistem, perancangan sistem menggunakan flowchart, Data Flow Diagram (DFD), dan Entity Relationship Diagram (ERD), serta implementasi sistem berbasis web. Sistem yang dibangun memiliki beberapa fitur utama, yaitu manajemen data GSE, pemeriksaan kendaraan, pencatatan pelanggaran, dashboard monitoring, serta manajemen pengguna. Pengujian sistem dilakukan menggunakan metode Black Box Testing untuk memastikan bahwa seluruh fungsi sistem berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
Pengembangan Sistem Informasi Digital Untuk Peningkatan Pelayanan Penumpang di Bandar Udara Internasional Kualanamu Deli Serdang Rifki Rivaldi; Ubaedillah; Wahyudono
Jurnal Multidisiplin Teknologi dan Arsitektur Vol. 4 No. 2 (2026): November 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/motekar.v4i2.8883

Abstract

Penelitian ini membahas pengembangan sistem informasi digital untuk meningkatkan pelayanan informasi kepada penumpang di Bandar Udara Internasional Kualanamu, Deli Serdang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi layanan sistem informasi digital yang ada serta merumuskan upaya pengembangannya agar penyampaian informasi menjadi lebih efektif, modern, dan mudah diakses oleh pengguna jasa bandar udara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama pelaksanaan On the Job Training (OJT).Hasil penelitian menunjukkan bahwa Digital Wayfinding (DWF) yang tersedia saat ini masih berfungsi sebagai media informasi satu arah dan belum terintegrasi secara menyeluruh dengan sistem informasi digital yang ada. Di samping itu, pemanfaatan QR Code sebagai sarana untuk akses informasi mandiri juga belum optimal. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan pengembangan Digital Wayfinding (DWF) berbasis touchscreen yang terintegrasi dengan website bandar udara serta didukung dengan fitur QR Code. Penempatan fasilitas ini diharapkan ada di area strategis terminal.Dengan pengembangan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan kemudahan akses informasi, efektivitas pelayanan, kenyamanan penumpang, serta mendukung transformasi digital dan penerapan konsep Smart Airport di Bandar Udara Internasional Kualanamu.
Analisis Penanganan Gangguan Baggage Handling System dan Hold Baggage Screening Terhadap Kelancaran Check-In Bagasi di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Maros Raihan Fajrianto; Ubaedillah; Dwi Lestary
Journal of Humanities Education Management Accounting and Transportation Vol. 3 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/hemat.v3i2.8990

Abstract

Sebagai salah satu bandara tersibuk di Indonesia Timur, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Maros membutuhkan Baggage Handling System (BHS) dan Hold Baggage Screening (HBS) yang handal untuk menjamin kelancaran operasional. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan mendeskripsikan alur operasional BHS dan HBS pada proses check-in, serta merumuskan upaya mitigasi saat terjadi gangguan sistem. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan lima informan secara purposive, kemudian divalidasi menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alur operasional BHS dan HBS menggunakan pemeriksaan berlapis empat tingkat dengan server sebagai pusat kendali. Gangguan paling signifikan adalah server down, yang memicu efek berantai seperti terhentinya konveyor, penumpukan bagasi, dan tertundanya pemeriksaan HBS dengan estimasi pemulihan 30 menit hingga 2 jam. Penanganan yang dilakukan meliputi pelaporan, inspeksi manual menggunakan mesin x-ray OOG (Out of Gauge), serta penyaluran bagasi manual ke make-up area. Meski langkah ini telah memenuhi standar PM 9 Tahun 2024 dan ICAO Annex 17, pelaksanaannya belum maksimal akibat keterbatasan alat dan ketiadaan panduan video khusus penanganan gangguan. Oleh karena itu, diperlukan pemeliharaan berkala, penambahan unit x-ray OOG, serta penguatan sistem pemantauan yang terintegrasi.
Implementasi Safety Risk Management (SRM) di Area Apron Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Rizka Pebrianti; Ubaedillah; Ichyu Machmiyana
Journal of Law, Education and Business Vol. 4 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v4i2.8952

Abstract

Area apron Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru merupakan zona dengan intensitas operasional tinggi akibat interaksi personel, Ground Support Equipment, dan pesawat udara, sehingga rentan terhadap hazard yang mengancam keselamatan penerbangan, sementara penanganannya belum sepenuhnya didukung integrasi antara temuan lapangan dan sistem pelaporan resmi bandara. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hazard, menilai tingkat risiko, dan merumuskan strategi mitigasi. Pendekatan kualitatif deskriptif dipilih karena bertujuan menggambarkan kondisi hazard secara mendalam dan kontekstual, didukung matriks SKEP 223/X/2009 sebagai alat bantu kuantifikasi risiko, melalui observasi lapangan, wawancara dua narasumber, dan studi dokumentasi data sekunder. Hasil penelitian mengidentifikasi tujuh temuan hazard: pelanggaran APD, penataan GSE tidak tertib, tumpahan minyak, pergerakan penumpang tanpa pengawasan, tong sampah terbuka, speeding, dan distraksi ponsel. Pergerakan penumpang tanpa pengawasan memperoleh indeks risiko tertinggi dan berada pada zona tidak dapat diterima, sementara enam temuan lain memerlukan keputusan manajemen. Triangulasi data sekunder mengungkap hanya satu temuan yang terdokumentasi resmi, mengindikasikan kesenjangan pelaporan hazard perilaku. Disimpulkan bahwa mitigasi rekayasa fisik lebih efektif menurunkan risiko dibanding mitigasi administratif. Penelitian selanjutnya disarankan mengevaluasi efektivitas mitigasi digital secara empiris.