Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penapisan Fitokimia Infusa Daun Thalassia hemprichii yang Berpotensi Sebagai Antimikroba Suwarny Suwarny; Satriani Syarif; La Ode Alrin
Samakia : Jurnal Ilmu Perikanan Vol 15 No 2 (2024): Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan
Publisher : Faculty of Science and Technology University Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/jsapi.v15i2.5866

Abstract

Thalassia hemprichii is a spermatophyte plant that grows in aquatic ecosystems. This plant is a type of seagrass widely distributed in the waters of Southeast Sulawesi and has long been utilized by coastal communities for various purposes, including traditional medicine. This study aims to conduct phytochemical screening of Thalassia hemprichii infusion from the waters of Tondonggeu, Southeast Sulawesi, and to assess its potential as a natural antimicrobial agent. The methods used include interviews with local communities to explore traditional knowledge about seagrass utilization, as well as phytochemical screening of Thalassia hemprichii leaf infusion. The interview results show that the Tondonggeu community utilizes various parts of the seagrass plant for medicinal purposes, including as a wound treatment, antidiarrheal, fever medicine, stomach ache remedy, and nutritional supplement. Phytochemical screening revealed the presence of alkaloids, terpenoids, saponins, tannins, and flavonoids in the T. hemprichii leaf infusion. These findings indicate a correlation between traditional uses and phytochemical content, supporting the potential of T. hemprichii as a natural antimicrobial source. This study concludes that Thalassia hemprichii has significant potential for further development as a source of natural medicine, especially in antimicrobial discovery. However, further research is needed to isolate specific active compounds and conduct clinical trials to validate its safety and efficacy. The utilization of T. hemprichii as a source of natural medicine must be balanced with conservation efforts to ensure the sustainability of this species and the seagrass ecosystem. Keywords: Thalassia hemprichii, phytochemical screening, antimicrobial
Edukasi Pengolahan Bahan Pangan Lokal Rendah Garam untuk Penderita Hipertensi di Desa Lalimbue Kabupaten Konawe Suwarny Suwarny; Sapril Kartini; Rosdarni Rosdarni
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v7i1.856

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi tantangan kesehatan serius di Indonesia, termasuk di wilayah pesisir seperti Desa Lalimbue, Kabupaten Konawe. Kebiasaan pola konsumsi makanan tinggi natrium serta adanya kesenjangan antara pengetahuan dan praktik kesehatan (knowledge-practice gap) menjadi faktor pemicu utama tingginya kasus ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman, melatih keterampilan praktis masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal rendah garam, serta membentuk kader peduli hipertensi. Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan tekanan darah, edukasi kelompok interaktif mengenai pengolahan pangan, dan pembentukan kader peduli hipertensi. Hasil pemeriksaan klinis menunjukkan bahwa 68% dari total peserta terdeteksi mengalami hipertensi. Evaluasi kuesioner menunjukkan bahwa meskipun pengetahuan awal (baseline) masyarakat terkait prinsip diet rendah garam sudah berada pada kategori baik (100%), kegiatan edukasi dan demonstrasi ini efektif dalam mendorong komitmen perubahan perilaku kesehatan, di mana 100% responden menunjukkan sikap positif untuk mengubah pola makan harian dan tertarik mengaplikasikan bahan pangan lokal seperti daun kelor. Penguatan pemanfaatan pangan lokal serta optimalisasi peran kader memiliki potensi besar dalam pengendalian hipertensi berbasis komunitas secara berkelanjutan.