Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pemikiran K.H. Hasyim Asy’ari Dalam Pendidikan Islam Indonesia Dedi Sugari
Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa Vol. 3 No. 3 (2024): September : Jurnal Penelitian Mahasiswa
Publisher : Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58192/populer.v3i3.2332

Abstract

This study examines the thoughts and contributions of KH Hasyim Asy'ari in the context of Islamic education in Indonesia. Known as the founder of Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy'ari is recognized not only as a scholar and leader of the Islamic mass movement but also as an influential thinker in the field of education. This article highlights his biography, the influence of Islamic boarding schools (pesantren) on his thinking, and his contributions to theology, Sufism, jurisprudence (fiqh), and political thought. Hasyim Asy'ari's educational philosophy emphasizes the importance of morality, ethics, and the integration of Islamic values into the curriculum. Embracing a classical approach, he advocated for curricula based on the Qur'an and Hadiths, as well as traditional teaching methods in pesantren. The study also underscores his views on the responsibilities of students and the ideal characteristics of teachers, along with a holistic approach to educational evaluation. In conclusion, the article emphasizes Hasyim Asy'ari's comprehensive approach to enhancing human quality through education grounded in moral and religious principles.
Strategi Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dalam Membangun Budaya Positif Dedi Sugari; Agustiar Agustiar; Eko Ngabdul Shodikin; Hilalludin Hilalludin; Ayna Wahyuni
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol 1 No 01 (2025): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi kepemimpinan transformasional kepala sekolah dalam membangun budaya positif sebagai bagian penting dari peningkatan mutu pendidikan. Budaya positif dipahami sebagai seperangkat nilai, kebiasaan, dan pola interaksi yang mendukung iklim belajar yang sehat, kolaboratif, dan berkarakter. Latar belakang penelitian ini muncul dari kebutuhan sekolah untuk tidak hanya mengandalkan aturan formal, tetapi juga membangun nilai-nilai yang tumbuh dari kesadaran warga sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa kajian kepustakaan dengan menganalisis berbagai konsep, teori, dan gagasan yang relevan tentang kepemimpinan transformasional dan budaya sekolah. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepala sekolah memiliki peran strategis dalam menciptakan transformasi budaya melalui lima elemen utama: penguatan visi dan nilai, pengembangan profesional guru, penciptaan lingkungan sekolah yang kondusif, inovasi dalam manajemen dan pembelajaran, serta keteladanan yang konsisten. Setiap elemen saling berkaitan dan berkontribusi terhadap pembentukan karakter sekolah secara menyeluruh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan transformasional efektif dalam membangun budaya positif karena mampu memengaruhi aspek struktural, kultural, dan emosional warga sekolah secara terpadu. Dengan pendekatan ini, sekolah dapat tumbuh menjadi lingkungan yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan.
Peran Kepala Madrasah dalam Pengelolaan Konflik dan Pengambilan Keputusan Strategis Dedi Sugari; Agustiar Agustiar; Eko Ngabdul Shodikin; Hilalludin Hilalludin; Ayna Wahyuni
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol 1 No 01 (2025): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kepala madrasah dalam mengelola konflik dan mengambil keputusan strategis sebagai bagian penting dari peningkatan mutu kelembagaan pendidikan Islam. Konflik dalam lingkungan madrasah merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari, karena terjadi akibat interaksi kompleks antara guru, tenaga kependidikan, siswa, dan berbagai komponen lainnya. Namun, konflik yang tidak dikelola dengan baik dapat menurunkan kinerja, menghambat kolaborasi, serta berdampak pada iklim akademik. Oleh sebab itu, kepala madrasah membutuhkan kompetensi kepemimpinan yang tidak hanya administratif, tetapi juga adaptif dan komunikatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis kajian kepustakaan melalui telaah literatur relevan yang membahas teori manajemen konflik, kepemimpinan pendidikan, dan proses pengambilan keputusan strategis. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepala madrasah memiliki posisi sentral dalam menangani konflik dengan pendekatan mediasi, dialog, dan penyusunan kebijakan restoratif. Selain itu, kepala madrasah berperan dalam menetapkan keputusan strategis yang menyangkut arah kebijakan, pembinaan sumber daya manusia, pengelolaan program, serta pengembangan mutu madrasah. Lima elemen utama ditemukan, yaitu identifikasi sumber konflik, komunikasi dan mediasi, penguatan kebijakan internal, pengambilan keputusan berbasis data, serta evaluasi dan keberlanjutan program. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan kepala madrasah dalam mengelola konflik dan mengambil keputusan strategis sangat ditentukan oleh kapasitas kepemimpinan visioner, kecakapan interpersonal, dan kemampuan analitis yang matang. Dengan pendekatan ini, madrasah dapat berkembang menjadi lembaga yang harmonis, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas berkelanjutan.
Pengaruh Supervisi Akademik terhadap Kinerja Guru di Era Kurikulum Merdeka Dedi Sugari; Agustiar Agustiar; Eko Ngabdul Shodikin; Hilalludin Hilalludin; Ayna Wahyuni
El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah Vol 1 No 01 (2025): El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah
Publisher : El-Mudarris: Jurnal Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh supervisi akademik terhadap kinerja guru dalam konteks Kurikulum Merdeka. Perubahan paradigma pembelajaran menuntut guru lebih kreatif, adaptif, dan mampu menerapkan strategi pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian kepustakaan untuk menelaah konsep, teori, dan temuan terkait supervisi akademik dan kinerja guru. Hasil kajian menunjukkan bahwa supervisi akademik berperan penting dalam meningkatkan kemampuan guru merencanakan pembelajaran, menerapkan strategi yang berpusat pada siswa, mengelola kelas, serta melaksanakan asesmen autentik. Supervisi yang efektif juga berdampak pada motivasi kerja dan komitmen profesional guru. Tantangan supervisi meliputi kompetensi supervisor, budaya supervisi yang belum optimal, dan keterbatasan waktu. Oleh karena itu, diperlukan strategi peningkatan kualitas supervisi melalui pelatihan, komunikasi dialogis, dan pendekatan kolaboratif. Penelitian ini menegaskan bahwa supervisi akademik menjadi instrumen utama dalam penguatan kualitas guru dan keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka.
Dinamika Perubahan Sosial Masyarakat Digital dan Dampaknya terhadap Identitas Remaja Hilalludin Hilalludin; Siti Nur Suciowati; Dedi Sugari; Erna Dwi Maryani
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 03 (2025): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan masyarakat digital telah menghadirkan perubahan sosial yang cepat, kompleks, dan multidimensional, yang secara signifikan memengaruhi pembentukan identitas remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika perubahan sosial digital serta dampaknya terhadap konstruksi identitas remaja dalam perspektif pendidikan dan pemikiran Islam kontemporer. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan, penelitian ini menelaah literatur mutakhir yang mencakup teori identitas, budaya digital, literasi keagamaan, dan pedagogi Islam modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang digital menjadi arena baru bagi remaja dalam mengekspresikan diri, namun sekaligus menghadirkan tekanan performativitas, paparan risiko moral, dan fenomena fragmentasi identitas antara dunia online dan offline. Temuan juga mengungkap bahwa remaja Muslim menghadapi tantangan etis yang semakin kompleks, termasuk keaslian diri, kejujuran digital, serta otoritas keagamaan yang semakin terdisrupsi oleh algoritma dan konten populer. Di sisi lain, ruang digital menyediakan peluang untuk pembelajaran agama yang lebih inklusif melalui akses literatur, komunitas kajian virtual, dan konten dakwah kreatif. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membekali remaja dengan literasi digital religius, etika bermedia, dan kesadaran spiritual, sehingga mampu menavigasi realitas digital secara bijak. Sintesis penelitian menawarkan kerangka konseptual yang mengintegrasikan nilai akhlaq dengan kompetensi digital sebagai kontribusi pemikiran penting untuk pengembangan model pembinaan identitas remaja yang etis, kritis, dan adaptif di era masyarakat digital.
Peran Modal Sosial dalam Membangun Ketahanan Masyarakat pada Era Post-Pandemi Hilalludin Hilalludin; Dedi Sugari; Muhammad Mustakfibillah; Erna Dwi Maryani
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 03 (2025): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 memunculkan dinamika sosial, ekonomi, dan psikologis yang menantang ketahanan masyarakat di berbagai level. Pada era post-pandemi, modal sosial menjadi elemen yang semakin signifikan dalam menentukan kemampuan masyarakat untuk pulih, beradaptasi, dan mempertahankan keberlanjutan kehidupan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka untuk menganalisis bagaimana modal sosial melalui dimensi bonding, bridging, dan linking berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi, kesehatan mental, serta solidaritas sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa modal sosial bonding memperkuat dukungan emosional dan rasa memiliki, yang menjadi faktor pelindung terhadap stres dan kecemasan selama krisis. Sementara itu, modal sosial bridging mampu memperluas jaringan kolaborasi, menghidupkan kembali ekonomi lokal, serta memfasilitasi inovasi sosial melalui komunitas digital dan interaksi hybrid. Transformasi interaksi sosial pasca-pandemi menunjukkan bahwa masyarakat mengadopsi pola komunikasi dan kerja sama yang memadukan ruang fisik dan digital, memperkuat struktur jaringan sosial yang adaptif dan inklusif. Temuan lain mengungkap bahwa solidaritas sosial yang lahir pada masa pandemi terus berlanjut dalam bentuk program pemulihan komunitas, distribusi sumber daya, dan dukungan pendidikan, sehingga memperkuat collective efficacy masyarakat. Kesimpulannya, modal sosial terbukti menjadi fondasi utama ketahanan masyarakat pada era post-pandemi, tidak hanya dalam konteks pemulihan ekonomi, tetapi juga dalam menjaga stabilitas psikososial dan kohesi sosial jangka panjang. Penelitian ini menegaskan pentingnya rekonstruksi modal sosial sebagai strategi pembangunan sosial yang berkelanjutan.
Transformasi Budaya Lokal di Tengah Arus Modernisasi Global Hilalludin Hilalludin; Miftahul Adila Fitria; Dedi Sugari; Erna Dwi Maryani
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 03 (2025): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi budaya lokal dalam arus modernisasi global telah menjadi isu sentral dalam kajian sosial dan keagamaan kontemporer, khususnya dalam konteks pendidikan dan pemikiran Islam di Indonesia. Artikel ini bertujuan menganalisis dinamika perubahan budaya lokal, peran teknologi digital dalam reinterpretasi budaya, serta implikasinya terhadap konstruksi identitas Muslim modern. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, kajian ini menelaah literatur akademik mutakhir yang relevan dalam bidang antropologi budaya, sosiologi global, dan pendidikan Islam. Hasil analisis menunjukkan bahwa transformasi budaya lokal tidak bersifat linear, melainkan merupakan proses dialektis yang melibatkan negosiasi antara nilai tradisional, kultur global, dan pengaruh ruang digital. Teknologi digital berfungsi sebagai arena baru bagi produksi, adaptasi, dan revitalisasi budaya lokal, yang melahirkan bentuk-bentuk budaya hibrid yang lebih adaptif. Dalam perspektif pendidikan Islam, perubahan budaya ini menuntut pendekatan pedagogis yang integratif dan kontekstual, sebagaimana ditegaskan oleh paradigma integratif-interkonektif. Nilai-nilai budaya lokal yang sejalan dengan prinsip akhlak Islam dapat berperan sebagai fondasi pendidikan karakter dan penguatan identitas Muslim di tengah tantangan global. Kesimpulannya, transformasi budaya lokal tidak hanya merefleksikan perubahan sosial, tetapi juga membuka peluang pembaruan pedagogis dan penguatan identitas keislaman yang lebih relevan dengan realitas masyarakat modern.
Analisis Pengaruh Media Sosial terhadap Pola Komunikasi Generasi Z di Indonesia Hilalludin Hilalludin; Erna Dwi Maryani; Dedi Sugari; Muhammad Farhan Rifky Afif
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 03 (2025): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh media sosial terhadap pola komunikasi Generasi Z di Indonesia dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka. Latar belakang penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z sebagai digital natives mengalami perubahan signifikan dalam cara berinteraksi akibat penetrasi teknologi digital dan budaya global. Hasil kajian literatur mengungkap bahwa media sosial tidak hanya mengubah struktur komunikasi dari yang sebelumnya berbasis tatap muka menjadi digital, instan, dan visual, tetapi juga memengaruhi dinamika relasi sosial, pembentukan identitas, serta praktik komunikasi sehari-hari. Generasi Z mengembangkan gaya bahasa baru, memprioritaskan komunikasi singkat, dan mengekspresikan diri melalui simbol, meme, serta konten audiovisual. Selain itu, ketergantungan pada validasi sosial melalui likes, views, dan komentar menciptakan dimensi psikologis baru dalam interaksi digital yang berdampak pada pembentukan citra diri dan kesejahteraan emosional. Temuan juga menunjukkan adanya hibriditas budaya melalui proses glokalisasi, di mana Generasi Z mengadaptasi budaya global tanpa meninggalkan identitas lokal. Perubahan pola komunikasi ini menuntut adaptasi pendidikan, terutama dalam memperkuat literasi digital, literasi budaya, serta kemampuan komunikasi yang etis dan kritis. Penelitian ini menegaskan bahwa media sosial menjadi arena penting dalam membentuk komunikasi, identitas, dan komunitas Generasi Z, sehingga diperlukan pendekatan pendidikan dan kebijakan sosial yang lebih responsif terhadap dinamika budaya digital kontemporer.
Kearifan Lokal sebagai Modal Humaniora dalam Penguatan Harmoni Sosial Hilalludin Hilalludin; Dedi Sugari; Erna Dwi Maryani; Adel Vieka Octamiana
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 03 (2025): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji peran kearifan lokal sebagai modal humaniora dalam memperkuat harmoni sosial di tengah tantangan globalisasi, modernisasi, dan penetrasi budaya digital. Berangkat dari kegelisahan akademik bahwa nilai-nilai lokal mulai terpinggirkan oleh budaya global yang serbainstan, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka mendalam untuk menelaah relevansi dan transformasi nilai budaya lokal dalam konteks sosial kontemporer. Temuan menunjukkan bahwa kearifan lokal tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai modal sosial yang mampu menguatkan kohesi, solidaritas, serta resolusi konflik melalui mekanisme trust, reciprocity, dan identitas kolektif. Dalam pendidikan humaniora, nilai-nilai lokal terbukti berpengaruh signifikan dalam membentuk karakter dan kesadaran kritis generasi muda melalui proses internalisasi nilai yang terstruktur, sebagaimana ditegaskan dalam kerangka pendidikan humanistik. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa modernisasi justru mendorong terjadinya adaptasi kreatif kearifan lokal melalui proses glokalisasi, menghasilkan bentuk-bentuk baru seperti gotong royong digital, komunitas daring berbasis solidaritas, dan revitalisasi budaya melalui platform digital. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa kearifan lokal memiliki fleksibilitas kultural yang memungkinkan masyarakat mempertahankan identitas, merawat keberagaman, dan menciptakan harmoni sosial di tengah perubahan global yang cepat. Dengan demikian, artikel ini menegaskan bahwa kearifan lokal merupakan modal humaniora strategis yang berperan penting dalam membangun ketahanan sosial dan memperkuat integrasi masyarakat di era modern.
Efektivitas Learning Management System (LMS) Berbasis Syariah dalam Pembelajaran Digital Dedi Sugari; Agustiar Agustiar; Eko Ngabdul Shodikin; Hilalludin Hilalludin; Ayna Wahyuni
An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education Vol 1 No 04 (2025): An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education
Publisher : An-Nuriyah: Journal Of Islamic Technology And Informatics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Learning Management System (LMS) berbasis syariah dalam menunjang pembelajaran digital di lembaga pendidikan Islam. LMS berbasis syariah menjadi inovasi penting dalam era digital karena tidak hanya menyediakan fitur pembelajaran modern, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai etika dan moral Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai jurnal terbaru, buku ilmiah, serta dokumen pendidikan Islam yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LMS berbasis syariah mampu memberikan lingkungan belajar yang lebih aman, terarah, dan sesuai dengan prinsip syariah melalui filter konten, etika komunikasi digital, dan fitur pengingat ibadah. Selain itu, kemudahan akses dan fleksibilitas penggunaan meningkatkan motivasi belajar dan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Interaksi antara guru dan peserta didik juga menjadi lebih efektif berkat fitur diskusi dan konsultasi yang terkontrol. Evaluasi berbasis syariah memberikan pemantauan yang lebih komprehensif terhadap perkembangan akademik dan karakter peserta didik. Secara keseluruhan, LMS berbasis syariah memiliki dampak positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran digital, baik dari aspek teknis maupun spiritual. Temuan ini memberikan kontribusi bagi pengembangan inovasi pembelajaran digital yang bermutu dan berbasis nilai Islam.