Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair Limbah Bawang Merah di Nagari Sungai Nanam Hesty Parbuntari; Siska Alicia Farma; Revi Ernanda; Mahmud Mahmud; Sri Benti Etika; Fitri Yuranda; Anwar Saputra; Yulia Rahmatika
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i3.1171

Abstract

Limbah kulit bawang merah yang banyak dibuang oleh petani bisa dimanfaatkan kembali menjadi bahan utama pembuatan Pupuk Organik Cair (POC). Hal ini dikarenakan kulit umbi bawang merah berisi senyawa baik yang dapat berperan sebagai Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) ataupun pertumbuhan akar. Ketika masa panen, selama proses penyeleksian bawang merah yang baik dan besar juga dihasilkan limbah berupa kulit dan daun kering yang banyak jumlahnya. Limbah tersebut juga belum dimanfaatkan dan dibuang begitu saja oleh masyarakat karena masih dianggap sampah. Untuk mengatasi masalah ini, tim pengabdi melakukan beberapa tahapan seperti uji skala laboratorium yang dilakukan di laboratorium kimia Universitas Negeri Padang untuk mengetahui zat aktif apa saja yang terkandung dalam POC kulit bawang merah, pemaparan materi oleh narasumber berpengalaman, praktek langsung oleh peserta, monitoring, dan evaluasi yang dilakukan dua kali setelah praktek pembuatan pupuk dan setelah penyemprotan pupuk ke tanaman. Semua tahapan pengabdian ini berlangsung sekitar 8 bulan. Berdasarkan hasil angket yang diberikan kepada mitra, 100% mitra setuju bahwa pelatihan ini bermanfaat dan apabila mereka menggunakan POC maka biaya pembelian pupuk dapat ditekan hingga 50 – 80%. Berdasarkan hasil wawancara langsung, mitra memanfaatkan pupuk yang mereka hasilkan dari kegiatan ini dan menyampaikan bahwa pertumbuhan bawang menunjukkan hasil yang serupa jika dibandingkan dengan ketika mereka menggunakan pupuk komersil. Selain itu, masalah pencemaran lingkungan pascapanen dapat teratasi yang artinya pertanian ramah lingkungan dapat terwujud.
Modification Of High-Protein Healthy PMT (Supplementary Feeding) As An Effort To Prevent Stunting And Malnutrition In Nagari Kamang Hilia, Kamang Mudiak District, Agam Melindra Mulia; Elsa Yuniarti; Desy Kurniawati; Della Rosalyna Stiadi; Fauzana Gazali; Fitri Yuranda; Raisya Pratama Putri; Nadila Safitri
Pelita Eksakta Vol 8 No 1 (2025): Pelita Eksakta, Vol. 8, No. 1
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pelitaeksakta/vol8-iss01/282

Abstract

Stunting is a chronic malnutrition problem caused by inadequate nutritional intake over a long period of time, resulting in impaired optimal physical and cognitive development. The problem of stunting and malnutrition requires coordination between various parties to overcome it. In Agam Regency, especially Nagari Kamang Hilia, the stunting rate is still relatively high, with a prevalence of 24.6%, according to the latest Indonesian Nutrition Status Survey (SSGI). One of the factors influencing this is the high cost of nutritious food, which reduces the interest of mothers in serving healthy menus for the family. Therefore, education and training on nutritious food processing with alternative food sources is needed to increase public understanding. This program targets posyandu cadres and PKK mothers as the main targets, with the aim of providing knowledge about the importance of fulfilling nutrition to prevent stunting and malnutrition. The results of this activity are expected to increase awareness and interest of mothers in processing nutritious food that is attractive and liked by families, especially children.