Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Peningkatan Pengetahuan Kelompok IRT di Kelurahan Sirantau Melalui Diversifikasi Produk Kerupuk Ikan Rucah Marnida Yusfiani; Rini Selly; Cut Meuthia Rani; Hermanto Hermanto; Sindy Gamaeka Putri; Muhammad Zakiyul Fikri; Muchsin Harahap; Rabiah Afifah Daulay; Rina Syadilla; Christin Angeline Laia; Nazwa Ramadhani; Monalisa Situmorang; Dita Aulianti; Risma Karolina Barus; Betesda Valentina Ginting
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i2.1197

Abstract

Ikan rucah merupakan ikan yang cacat fisik dan rusak akibat penanganan yang kurang baik dalam proses bongkar muat maupun sortasi yang mengakibatkan nilai ekonomis ikan menjadi rendah. IRT Kelurahan Sirantau yang pada umumnya merupakan istri nelayan memiliki keterbatasan pengetahuan pengolahan ikan rucah sebagai lauk pauk sumber protein. Perlunya pemberdayaan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat dengan tujuan meningkatkan pengetahuan diversifikasi olahan ikan rucah menjadi kerupuk ikan rucah dengan tingkat penerimaan yang baik pada Kelompok IRT Produktif . Kegiatan PkM dilaksanakan melalui melalui Focus Discuccion Group (FGD) pelatihan Diversifikasi produk ikan rucah menjadi kerupuk ikan rucah serta pendampingan masyarakat pada pengujian kesukaan terhadap beberapa sampel kerupuk yang dibuat pada Kelompok IRT Produktif yang dilaksanakan pada September – Oktober 2024 di Kelurahan Sirantau Kota Tanjungbalai. Pemberdayaan melalui pelatihan diversifikasi olahan ikan rucah menjadi kerupuk ikan rucah memberikan hasil peningkatan pengetahuan kepada mitra masyarakat Kelompokk IRT Kelurahan Sirantau, Kota Tanjungbalai. Hasil pretest diperoleh rata-rata skor 13.13 dan posttest sebesar 74. Terjadi peningkatan pengetahuan mitra pada diversifikasi olahan produk ikan rucah sebesar 54,67 serta hal ini berbanding lurus dengan signifikansi berdasarkan Uji T Berpasangan diperoleh bahwa hasil  bahwa postest memberikan pengaruh. Pada pelatihan pembuatan kerupuk ikan rucah mitra mampu mengikuti dan membuat kerupuk ikan rucah dengan resep yang telah diberikan. Mitra Kelompok IRT mampu menentukan uji sensori dari produk ikan rucah yang telah dibuat. Hasil uji sensori kerupuk ikan rucah yang dihasilkan dengan rata-rata >7 yang berarti dapat diterima konsumen dengan kategori pada parameter tekstur 8.01, aroma 7.89, rasa 8.45, dan kenampakan sebesar 7.61. Pelatihan PkM ini dapat direplikasi di daerah pesisir lain dengan potensi dan bahan lokal serupa. Keberlanjutan kegiatan PkM tahap selanjutnya pada pelatihan pengemasan produk dan pemasaran digital agar berdampak terhadap ekonomi lebih berkelanjutan dengan ruang lingkup yang lebih besar di kecamatan.
SOSIALISASI PEMBUATAN FILTER AIR SEDERHANA BERBASIS MEDIA ALAM UNTUK MENURUNKAN KADAR CD DAN ZN TERHADAP MAHASISWA JURUSAN KIMIA Christin Angeline Laia; Delima Sianturi; Kristian Turnip; Nazwa Ramadhani; Ririn Denita Sinaga; Wiranda Hasibuan; Iis Siti Jahro
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2026): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9214

Abstract

This outreach activity aimed to enhance Chemistry students’ understanding of heavy metal contamination (Cd and Zn) and the use of simple natural-based filtration as a practical solution for reducing metal levels in water. The program included material delivery, filter demonstration, hands-on practice, and performance evaluation. The filter—composed of cotton, sand, gravel, activated carbon, and zeolite—operated through physical screening, adsorption, and ion-exchange mechanisms. Results showed that students successfully built the filter, understood the scientific processes involved, and observed reduced turbidity and a potential decrease in Cd and Zn. The activity provided educational benefits, improved environmental literacy, and strengthened practical skills in low-cost water treatment technology.