Asma Wati Ndita
Universitas Halu Oleo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

NILAI RELIGIUS DALAM NOVEL SAGA DARI SAMUDRA KARYA RATIH KUMALA Erlin Cahyani; La Ode Sahidin; Wa Ode Fitriani Sari; Asma Wati Ndita
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 10 No. 4 (2025): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v10i4.1191

Abstract

This research examines the religious values in the novel Saga dari Samudra by Ratih Kumala. A novel is a long prose essay, containing a series of stories about a person's life and the people around him, highlighting the character and nature of each actor. Literary works created by authors must contain certain life values that will be conveyed to readers, various life values that the author wants to convey through his work, one of which is religious values. The formulation of the problem in this research is the religious values contained in the novel Saga dari Samudra by Ratih Kumala. The aim of this research is to describe the religious values in the novel Saga dari Samudra by Ratih Kumala. This research is a qualitative descriptive research. The data source in this research is the novel Saga dari Samudra published by Gramedia Pustaka Utama in 2023, which consists of 193 pages. Data collection techniques in this research were carried out using reading techniques and note-taking techniques. The data analysis technique in analyzing religious values in the novel Saga dari Samudra by Ratih Kumala uses a literary sociology approach. The results of the analysis show that religious values in the novel Saga dari Samudra by Ratih Kumala are religious values in human relationships with God, religious values in human relationships with themselves, and religious values in human relationships with other humans. Religious values in human relationships with God, which consist of worship, faith and gratitude. Religious values in humans' relationship with themselves, which consist of being patient, seeking knowledge, sincerity and introspection. Religious values in human relationships with other humans, which consist of forgiveness, mutual help, compassion, keeping promises, and upholding justice.
DEKONSTRUKSI CERITA-CERITA RAKYAT MALUKU: UPAYA MENCIPTAKAN NEOLOGISME MAKNA DALAM SASTRA ANAK Saharul Hariyono; Asma Wati Ndita
INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 7 Number 2 June 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/indonesia.v7i2.82874

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya unsur-unsur narasi dalam buku cerita rakyat Maluku yang dinilai kurang ramah bagi pembaca anak. Adapun tujuan penelitian ini: pertama, menemukan dan menafsirkan ragam unsur bermasalah dalam cerita rakya Maluku; kedua, mendekonstruksi cerita rakyat Maluku tanpa menghilangkan nilai budaya lokalnya; ketiga, memerikan alternatif atau menghasilkan cerita rakyat Maluku yang lebih sesuai dengan prinsip sastra anak (mendidik, imajinatif, dan ramah psikologis). Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan dekosntruksi Jacques Derrida. Data penelitian bersumber dari teks cerita rakyat Maluku yang kemudian dianalisis melalui tahap pelacakan isu logosentrisme, aporia, dan pemaknaan ulang terhadap narasi kekerasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak cerita rakyat Maluku mengandung tema-tema berat. Anak-anak, belum memiliki kapasitas kognitif untuk memahami secara kritis tema-tema ini, sehingga berpotensi menimbulkan rasa takut atau ketidakpahaman terhadap pesan moral yang ingin disampaikan. Bahkan beberapa cerita mengandung deskripsi kekerasan, baik sebagai bagian dari konflik maupun konsekuensi moral. Cerita rakyat Maluku memiliki kekayaan budaya dan nilai historis yang besar, namun sebagian unsur naratif dan tematik di dalamnya kurang cocok untuk anak-anak. Dekonstruksi berhasil mengubah cerita rakyat Maluku yang kaku menjadi neologisme atau kebaruan makna yang lebih ramah secara psikologis dan edukatif bagi anak-anak.