Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Digital Literacy and Business Networks on Business Competitiveness For Business Sustainability Wawan Ruswandi; Rosanna Wulandari; Asep Deni; Eris Juliansyah; Ce Mulya Rizki Anugrah
Proceeding International Conference on Digital Education and Social Science Vol. 2 No. 1 (2024): Proceeding International Conference on Digital Education and Social Science 202
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah (APPI) PT PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/icdess.v2i1.82

Abstract

The Ministry of Cooperatives and SMEs implements policies to increase the productivity and competitiveness of SMEs at the international level. In order for SMEs to be more competitive, there needs to be business management education from the government, academics, and the community. This will provide advantages and support business sustainability. Business actors also need to master digital literacy and collaborate with business networks. This research aims to identify how digital literacy and business networks can improve MSME competitiveness and sustainability. An explanatory approach is used to understand business sustainability, competitiveness, digital literacy, and business networks, while a conclusive approach analyzes the hypothesis. Path analysis was performed using SPSS26. Samples were taken using probability sampling and the Slovin formula with a 10% margin of error, consisting of business actors in Sukabumi Regency. The results are: 1.Digital literacy has a tremendous impact on business competitiveness. 2.Business networks contribute tremendously to business competitiveness. 3.Digital literacy contributes tremendously to business sustainability. 4.Business networks contribute tremendously to business sustainability. 5.Business competitiveness contributes tremendously to business sustainability. 6.Digital literacy contributes tremendously to business sustainability through business competitiveness and 7. Business networks contribute tremendously to business sustainability through business performance.
Penguatan Kompetensi Pengurus dalam Mewujudkan Keberlanjutan Koperasi Merah Putih Wawan Ruswandi; Rosanna Wulandari; Berliana Berliana; Muhammad Fajar Firdausyi; Engkus Kusmawan
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.933

Abstract

Keberlanjutan koperasi menjadi isu penting dalam pembangunan ekonomi kerakyatan karena masih banyak koperasi yang menghadapi permasalahan tata kelola, rendahnya kapasitas sumber daya manusia, serta keterbatasan dalam beradaptasi terhadap perubahan lingkungan usaha. Salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap keberlanjutan koperasi adalah kompetensi pengurus. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi pengurus yang meliputi pengetahuan, keterampilan, pengalaman, dan kecerdasan emosional terhadap keberlanjutan Koperasi Merah Putih di Kota Sukabumi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan explanatory research. Populasi penelitian berjumlah 165 pengurus Koperasi Merah Putih yang tersebar di 33 kelurahan di Kota Sukabumi. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh sehingga seluruh populasi dijadikan responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda setelah memenuhi uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, keterampilan, pengalaman, dan kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan Koperasi Merah Putih baik secara parsial maupun simultan. Pengalaman merupakan variabel yang memiliki pengaruh paling dominan dibandingkan dengan variabel lainnya. Secara bersama-sama, keempat variabel kompetensi pengurus mampu menjelaskan keberlanjutan koperasi sebesar 63,6 persen. Temuan ini menunjukkan bahwa kompetensi pengurus memiliki peran penting dalam menciptakan tata kelola koperasi yang profesional, meningkatkan partisipasi anggota, memperkuat kemampuan adaptasi organisasi, dan menjaga keberlanjutan usaha. Oleh karena itu, penguatan kompetensi pengurus melalui pendidikan, pelatihan, dan pendampingan perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung keberlanjutan Koperasi Merah Putih.
Budaya Organisasi Pada PT POS Indonesia (Persero) Cabang Sukabumi: Kajian Melalui Competing Values Framework Moh Dafa; Hafsah Mey Lanti; Gaisani Awanis Isdiansyah; Rosanna Wulandari
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1977

Abstract

Budaya organisasi merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi efektivitas kerja, kualitas pelayanan, serta pencapaian tujuan organisasi. PT Pos Indonesia sebagai perusahaan jasa milik negara menerapkan budaya organisasi sebagai pedoman perilaku karyawan dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan budaya organisasi di PT Pos Indonesia (Persero) Cabang Sukabumi, meliputi nilai-nilai organisasi, implementasinya dalam aktivitas kerja, pola komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, disiplin, dan etika kerja, serta mengidentifikasi jenis budaya organisasi yang dominan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi terhadap satu informan kunci yang dipilih secara purposive. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi di PT Pos Indonesia Cabang Sukabumi berlandaskan nilai JUDIKA PETANG (Jujur, Disiplin, Kerja Keras, Peduli, dan Tanggung Jawab) yang diimplementasikan melalui briefing rutin, penerapan disiplin kerja, komunikasi terbuka, kerja sama antardivisi, serta sistem penghargaan dan sanksi. Berdasarkan analisis menggunakan Competing Values Framework (CVF), budaya organisasi yang dominan adalah Hierarchy Culture, ditandai oleh struktur organisasi yang jelas, kepatuhan terhadap prosedur operasional, pengambilan keputusan hierarkis, dan evaluasi kinerja berkala. Penerapan budaya organisasi tersebut berkontribusi meningkatkan disiplin, profesionalisme, koordinasi, efektivitas kerja, dan kualitas pelayanan, namun perusahaan masih perlu meningkatkan kemampuan adaptasi sumber daya manusia dan budaya inovasi agar mampu menghadapi perubahan lingkungan bisnis dan kebutuhan pelanggan yang terus berkembang