Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Designing A Culture-Based Learning Model for Sustainability: Regional Contextualization Using SEA-PLM Indicators in Indonesia and Malaysia Yadi Kusmayadi; Wulan Sondarika; Yat Rospia Brata; Soni Ramdani
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 4 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i4.8812

Abstract

Improving the quality of basic education in ASEAN remains challenging despite widespread teacher training initiatives. Reports from UNESCO and ASEAN (2016–2025) highlight the lack of contextualization in educational programs, leading to weak implementation of Education for Sustainable Development (ESD) in classrooms. This study employed an Educational Design Research (EDR) approach to develop a conceptual model of culture-based learning in harmony with nature. The research was conducted in two phases. Phase 1 involved a comparative analysis of Indonesia’s Kurikulum Merdeka and Malaysia’s KSSR Semakan 2017, combined with classroom observations and interviews at two culturally significant primary schools: SD Model Aulady (Ciamis, Indonesia) and Sekolah Kebangsaan Sikuati (Sabah, Malaysia). Phase 2 focused on designing and validating a conceptual prototype integrating local wisdom—Kagaluhan (Indonesia) and Sumuku–Tagal (Malaysia)—into the SEA-PLM framework. Findings from Phase 1 revealed shared challenges, including limited pedagogical readiness, inadequate infrastructure, and weak integration of cultural and environmental content. In Phase 2, the resulting model successfully mapped local values into the four SEA-PLM domains: interconnectedness, environmental sustainability, equity and peace, and active global citizenship. The model was further supported with thematic learning materials and contextualized literacy assessments. The study demonstrates that regional contextualization through local wisdom can enhance the relevance and effectiveness of ESD implementation. The proposed model contributes to SDG 4 (Quality Education) by promoting a culturally grounded, student-centered, and sustainability-focused pedagogy for primary education across ASEAN.
Peran Strategis Kegiatan Ekstrakurikuler Pemuda untuk Ketahanan Identitas Lokal (Studi Tentang Resolusi Konflik Nilai Budaya dan Modernitas di SMA Informatika Ciamis, Jawa Barat) Egi Nurholis; Aan Anwar Sihabudin; Agus Budiman; Yat Rospia Brata; Soni Ramdani; Dede Ahmad Suryana
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 31, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.112355

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran strategis pemuda dalam Paguyuban Puseur Galuh Pancaniti di Kabupaten Ciamis dalam meresolusi ketegangan antara nilai-nilai budaya lokal dan arus modernitas melalui pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler berbasis budaya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai mekanisme internal paguyuban serta dampak kegiatan tersebut terhadap penguatan ketahanan identitas dan keberlanjutan budaya lokal. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi sumber dan metode, sementara pengolahan dan analisis data dilakukan melalui analisis tematik interaktif guna mengidentifikasi pola, makna, dan dinamika peran pemuda dalam pelestarian budaya komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler yang difokuskan pada pelestarian seni, budaya, bahasa, dan tradisi lokal mampu memperkuat kesadaran budaya sekaligus mengakomodasi dinamika modernitas. Pemuda di paguyuban ini menjadi agen perubahan yang adaptif sekaligus penjaga nilai budaya yang relevan dalam konteks sosial kontemporer. Penelitian ini menegaskan bahwa peran strategis pemuda melalui kegiatan ekstrakurikuler berbasis budaya merupakan elemen kunci dalam menjaga keseimbangan antara tradisi dan modernitas di masyarakat lokal. Penelitian ini merekomendasikan bagi pembuat kebijakan, pendidik, dan organisasi kepemudaan untuk merancang program pemberdayaan budaya yang berkelanjutan, memperkuat integrasi sosial, serta membangun ketahanan nasional berbasis nilai-nilai budaya.
Model Pendidikan Agraria Berbasis Budaya Lokal dan Kesadaran Historis di SMK Pasawahan Banjarsari Soni Ramdani; Irvan Badrul Jaman; Fahlan Munparidz; Pani Silviani
Jurnal Artefak Vol 12, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v12i2.23304

Abstract

The study aims to analyze the model of agrarian education based on local culture and historical awareness at SMK Pasawahan Banjarsari. The study uses a qualitative approach with a case study design. The informants consist of the principal, teachers, students, and alumni. Data were collected through semi-structured interviews, observations, and documentation studies. Data analysis was conducted using thematic analysis with the stages of coding, categorization, and meaning extraction. The results of the study indicate that the integration of agricultural practice learning with agrarian history and local culture shapes students' technical competencies while strengthening historical awareness, work character, and entrepreneurial orientation. This study contributes to the development of the concept of community-based vocational education for farmers that links learning experiences with agrarian identity and social sustainability.