p-Index From 2021 - 2026
1.347
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal At-Tarbiyah
Nurut taufik
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Jurnal At-Tarbiyah

Resolusi Kurikulum Pendidikan Agama Islam Dalam Menyikapi Era Society 5.0 Nurut taufik
At-Tarbiyah Jurnal Pendidikan,Kebudayaan dan Keislaman Vol. 5 No. 2 (2023): At-Tarbiyah, Vol 5 (2) Desember 2023
Publisher : Indonesia society of applied science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesiapan generasi penerus peradaban yang berada di era society 5.0 dengan melihat peluang, tantangan, kemampuan individu dan sumber daya manusia lainnya agar ke depan bisa bersaing dan mampu memecahkan masalah yang ada di hadapannya dengan memanfaatkan kemampuan yang disiapkan dalam pendidikan, dan kemampuan tersebut adalah dalam rangka upaya menyambut hiruk pikuk kehidupan era society 5.0 yang penuh dengan tantangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tantangan, kemampuan dan muatan kurikulum di era society 5.0, dan proses pengembangan kurikulum di era 5.0. Penulisan ini menggunakan metode library search dengan sumber data primer adalah artikel, jurnal yang terkait dengan pokok pembahasan kemudian dianalisis dan diberikan penjelasan. Tantangan kurikulum yang berada ditengah-tengah perkembangan teknologi saat ini adalah kurangnya pseserta didik menguasai teknologi dan juga muatan dari kurikulum itu sendiri anak didik masih kurang mampu untuk menyelesaikan sebuah permasalahan yang dihadapinya. Tantangan-tantangan era super-smart ini harus dilalui dan di hadapi dengan kemampuan yang sesuai agar mampu menyelesaikan masalah dengan mudah. Tentunya dibekali dengan kemampuan berpikir kreatif, kritis dan keterampilan menyelesaikan masalah dengan penuh percaya diri.
Hubungan Antara Kreativitas Guru Dengan Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di Sdit Mutiara Rahmah Balikpapan Melantika, Aulia; Kusnan; Nurut Taufik
At-Tarbiyah Jurnal Pendidikan,Kebudayaan dan Keislaman Vol. 7 No. 1 (2025): At-Tarbiyah, Vol 7 (1) Juni 2025
Publisher : Indonesia society of applied science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/atjpkk.v7i1.33

Abstract

Fokus dari penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan antara kreativitas guru dengan minat belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SDIT Mutiara Rahmah Balikpapan. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya peran kreativitas guru dalam menciptakan suasana pembelajaran yang menarik dan melibatkan, sehingga berpotensi memperkuat minat siswa terhadap pelajaran. Penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei melalui angket, observasi, dan dokumentasi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kreativitas guru dalam mengajar berada pada kategori baik, sementara minat belajar siswa secara umum berada pada kategori sedang hingga tinggi. Analisis korelasi Product Moment mengungkapkan adanya hubungan positif dan signifikan antara kreativitas guru dan minat belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Temuan ini menegaskan bahwa dengan meningkatnya kreativitas guru dalam pembelajaran, maka semakin besar pula minat siswa untuk belajar. Penelitian ini merekomendasikan agar guru terus mengembangkan kreativitas dalam mengajar guna meningkatkan minat dan hasil belajar siswa, khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.
Peran Tasawuf Dalam Membentuk Karakter Sosial Peserta Didik Di Era Modern Solihin Nata Isma, Ahmad Roi Berliansyah; Muhammad Fadol, Zakia Ahmad; Nurut Taufik
At-Tarbiyah Jurnal Pendidikan,Kebudayaan dan Keislaman Vol. 6 No. 1 (2024): At-Tarbiyah, Vol 6 (1) Juni 2024
Publisher : Indonesia society of applied science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/atjpkk.v6i1.134

Abstract

Perkembangan teknologi dan derasnya arus globalisasi telah memberi pengaruh besar pada karakter sosial mahasiswa, termasuk kecenderungan yang semakin individualistis dan materialistis. Penelitian ini menelaah bagaimana tasawuf berperan dalam membentuk karakter sosial mahasiswa di STIT Balikpapan melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai sufistik seperti tazkiyah al-nafs, tawadhu’, mahabbah, dan ukhuwwah mendorong tumbuhnya kesadaran spiritual, empati, dan sikap toleran mahasiswa. Keteladanan dosen serta suasana kampus yang religius turut memperkuat proses internalisasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Secara keseluruhan, tasawuf menjadi pijakan penting untuk membentuk karakter sosial mahasiswa yang moderat, beretika, dan humanis di tengah dinamika era modern.
Klasifikasi Hukum Tajwid Otomatis Pada Resitasi Al-Qur’an Menggunakan Deep Learning Di PP Syaichona Cholil Putri Balikpapan Siti nasim jf; Nurut taufik
At-Tarbiyah Jurnal Pendidikan,Kebudayaan dan Keislaman Vol. 7 No. 2 (2025): At-Tarbiyah, Vol 7 (2) Desember 2025
Publisher : Indonesia society of applied science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/atjpkk.v7i2.165

Abstract

In Islamic education traditions, the accuracy of reading the Qur’an in accordance with tajweed rules is a crucial aspect of the quality of students’ recitation. However, the limited number of educators and the need for repeated practice pose challenges in the learning process. This study aims to develop an automatic tajweed rule classification system based on deep learning as an evaluation tool for students’ recitation at PP Syaichona Cholil Putri Balikpapan. This research uses an applied quantitative-experimental approach with a system development design. Data were obtained through student voice recordings, tajweed rule annotation by expert teachers, signal processing, and feature extraction using mel-spectrogram/MFCC. The CRNN model was tested using cross-validation and field trials, accompanied by questionnaires and interviews to assess its usefulness. The results show that the CRNN model is capable of classifying priority tajweed rules with an accuracy of 92–95% on internal test data. Classroom implementation received positive responses as it effectively detects minor errors quickly and systematically, thereby accelerating correction and monitoring students’ progress. This study asserts that artificial intelligence is effective as a learning companion while still positioning the teacher as the main validator. This system contributes to improving the quality of tajweed learning in Islamic boarding schools and enriches deep learning research based on local datasets. In the future, it is necessary to increase dataset coverage, vary recording environments, and integrate web/smartphone platforms to broaden the model's application.
Dimensi Etika dan Spritualitas dalam Tasawuf: Relevansi bagi Kehidupan Modern Nurfadilah; Mutia Brillianty; Nurut Taufik
At-Tarbiyah Jurnal Pendidikan,Kebudayaan dan Keislaman Vol. 6 No. 2 (2024): At-Tarbiyah, Vol 6 (2) Desember 2024
Publisher : Indonesia society of applied science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/atjpkk.v6i2.144

Abstract

Kemajuan teknologi dan modernisasi memang menawarkan berbagai kemudahan, namun juga membawa dampak buruk berupa menurunnya moralitas dan spiritualitas yang berkontribusi pada meningkatnya gangguan kesehatan mental di Indonesia. Pola hidup materialistis dan hedonis, tekanan kehidupan kota, serta kehilangan makna hidup menyebabkan semakin banyak individu mengalami kecemasan, depresi, dan kebingungan arah hidup. Penelitian ini bertujuan menelaah relevansi etika dan spiritualitas tasawuf dalam menjawab persoalan psikologis dan moral masyarakat modern melalui pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan, wawancara mendalam, dan observasi pada masyarakat urban di Balikpapan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ajaran tasawuf seperti tazkiyah al-nafs, kesabaran, syukur, tawakal, dan kejujuran mampu membantu individu mengelola stres, menstabilkan emosi, serta menumbuhkan kesadaran moral di tengah arus modernisasi. Selain itu, praktik spiritual seperti dzikir, tafakur, dan muhasabah terbukti memberikan ketenteraman batin, mengurangi kecemasan, dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah. Literatur kontemporer juga menegaskan bahwa tasawuf dapat berperan sebagai pendekatan psikoterapi yang relevan di era kini. Dengan demikian, tasawuf menjadi model moral dan spiritual yang efektif dalam merespons krisis mental dan etika modern, sekaligus membentuk pribadi yang lebih sadar, empatik, dan tangguh.
Resolusi Kurikulum Pendidikan Agama Islam Dalam Menyikapi Era Society 5.0 Nurut taufik; Siti nasim jf
At-Tarbiyah Jurnal Pendidikan,Kebudayaan dan Keislaman Vol. 6 No. 2 (2024): At-Tarbiyah, Vol 6 (2) Desember 2024
Publisher : Indonesia society of applied science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/atjpkk.v6i2.162

Abstract

This article discusses the readiness of the next generation of civilization in the era of society 5.0 by looking at the opportunities, challenges, abilities of individuals and other human resources so that in the future they can compete and be able to solve the problems that are in front of them by utilizing the abilities developed in education, and This is to welcome the hustle and bustle of community life in the 5.0 era which is full of challenges. The purpose of this study was to analyze the challenges, capabilities and content of the curriculum in the era of society 5.0, and the process of curriculum development in the era 5.0. This writing uses a library search method with primary data sources articles, and journals related to the subject matter then analyzed and given an explanation. The challenge of the curriculum that is amid current technological developments is the lack of students mastering technology and the content of the curriculum itself, students are still unable to solve a problem they face. The challenges of this super-smart era must be passed and faced with the appropriate abilities to be able to solve problems easily. Of course, with the ability to think creatively, critically and successfully solve problems with confidence.
Penerapan Metode Quantum Learning Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Siti nasim jf; Nurut Taufik
At-Tarbiyah Jurnal Pendidikan,Kebudayaan dan Keislaman Vol. 6 No. 2 (2024): At-Tarbiyah, Vol 6 (2) Desember 2024
Publisher : Indonesia society of applied science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/atjpkk.v6i2.163

Abstract

The current development of education demands learning models that not only emphasize knowledge transfer, but also create meaningful learning experiences and foster character building, especially in Islamic Religious Education (PAI). The purpose of this article is to examine the effectiveness of implementing the Quantum Learning method in PAI instruction. This research employs a library research method by reviewing the latest scientific literature related to Quantum Learning and its application in PAI classrooms. The results of the discussion indicate that Quantum Learning is effective in improving cognitive learning outcomes, motivation, active participation, as well as the internalization of religious values and students' character through strategies such as TANDUR, simulations, and the use of visual media. However, the effectiveness of this method is strongly influenced by teacher readiness, the availability of supporting facilities, and institutional support. The conclusion of this study is that Quantum Learning can be an innovative and relevant alternative for PAI learning in the modern era, provided that teacher training and adequate facilities are available as supporting factors for its success.
Relevansi Tasawuf Dalam Pembentukan Nalar Kritis Era Post-Truth Pada Mahasiswa STIT Balikpapan manaro, vika; Tyara Destyana; Nurut Taufik
At-Tarbiyah Jurnal Pendidikan,Kebudayaan dan Keislaman Vol. 6 No. 2 (2024): At-Tarbiyah, Vol 6 (2) Desember 2024
Publisher : Indonesia society of applied science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/atjpkk.v6i2.169

Abstract

Abstract: This study examines the role of Sufism in shaping students' thinking in the post-truth ecosystem. This study is qualitative, phenomenological, with a descriptive-analytical approach. Data were collected through semi-structured interviews, literature reviews, and institutional documents at STIT Balikpapan, with 12 informants (10 students, 1 lecturer, 1 public figure), selected using purposive and snowball sampling techniques. Data validity was tested through source triangulation. The results show that Sufism-based spiritual practices—specifically tabayyun, muhasabah, and zuhud—play a role in controlling cognitive bias and regulating emotions, thus helping students assess information more clearly, non-reactively, and responsibly in the digital space. Sufism also contributes to strengthening psychological resilience when facing information pressure, opinion polarization, and self-uncertainty during the quarter-life crisis phase. This study confirms that Sufism is not only a ritual tradition, but also an ethical-cognitive mechanism relevant to strengthening students' critical literacy and digital maturity.