Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Potret Profil Pancasila pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Implementasinya dalam Keseharian Siswa Kelas V SDN Sentul 4 Kota Blitar Rifatul Mahfida; Nugraheni Febrina Cipta Ningrum; Surayanah; Marsanda Avilia Putri
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 7 No. 3 (2025): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v7i3.2752

Abstract

Pendidikan Pancasila di sekolah dasar memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan sikap kewarganegaraan peserta didik sejak usia dini. Meskipun demikian, internalisasi nilai-nilai Pancasila dalam perilaku nyata siswa masih memerlukan kajian empiris yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap berpancasila siswa kelas V SDN Sentul 4 Kota Blitar dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila serta menganalisis implementasinya dalam kehidupan sehari- hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek satu guru kelas dan 32 siswa kelas V. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara induktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap berpancasila siswa telah terinternalisasi dengan cukup baik, yang tercermin dalam perilaku sopan santun, kerja sama, toleransi, disiplin, dan tanggung jawab baik dalam proses pembelajaran maupun kehidupan sekolah dan keluarga. Nilai toleransi, khususnya dalam menghargai perbedaan agama dan pendapat, menjadi temuan yang menonjol. Pembelajaran Pendidikan Pancasila yang kontekstual, keteladanan guru, budaya sekolah yang kondusif, serta dukungan lingkungan keluarga berperan penting dalam memperkuat internalisasi nilai-nilai Pancasila pada siswa sekolah dasar. Kata Kunci Pendidikan Pancasila; sikap berpancasila; pendidikan karakter; sekolah dasar; pembelajaran Pendidikan Pancasila
Analisis Kondisi Psikologis Siswa dalam Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) Ditinjau dari Kesiapan Belajar, Kualitas Pembelajaran, dan Dukungan Lingkungan di SDN 1 Tanjungsari Kota Blitar Rifatul Mahfida; Talitha Salsabila; Imel Rahmatul Alami; Siregar Trisnanda Aprilio; Surayanah Surayanah
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i3.4328

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) terhadap kondisi psikologis siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yang diperkuat dengan data kualitatif melalui wawancara. Subjek penelitian terdiri atas 28 siswa kelas VI dan satu guru kelas di SDN 1 Tanjungsari Kota Blitar. Instrumen yang digunakan berupa angket skala Likert yang telah melalui proses pembalikan skor pada pernyataan negatif serta pedoman wawancara semi-terstruktur. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek psikologis, tekanan lingkungan, dan dampak pelaksanaan TKA berada pada kategori tinggi, aspek kesiapan belajar berada pada kategori sangat tinggi, sedangkan aspek pembelajaran berada pada kategori rendah. Temuan tersebut menunjukkan bahwa siswa tidak mengalami tekanan psikologis yang signifikan dalam menghadapi TKA. Hasil wawancara memperkuat temuan tersebut bahwa siswa tidak mengalami stres berlebihan meskipun terdapat ketidaksesuaian antara ekspektasi siswa dan tingkat kesulitan soal. Dukungan dari orang tua dan guru serta strategi pembelajaran yang adaptif menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi psikologis siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa TKA tidak selalu berdampak negatif, melainkan dapat menjadi evaluasi yang konstruktif apabila didukung oleh lingkungan belajar yang kondusif.