Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Evaluasi Tingkat Keberhasilan Inseminasi Buatan (IB) pada Sapi Simental di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar Ayyub Ayyub; Sri Gustina; Andi Nurul Mukhlisah
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 5, No 1 (2023):
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v5i1.29127

Abstract

Indonesia belum mampu menyuplai kebutuhan daging sapi. Oleh karena itu diperlukan peningkatan populasi sapi potong dengan cara meningkatkan jumlah kelahiran pedet dan calon indukan dalam jumlah besar. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan inseminasi buatan pada sapi Simental di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Simple Random Sampling dengan teknik wawancara. Hasil penelitian memperlihatkan S/C1=1 sebanyak 25 ekor sapi betina bunting dengan pelaksanaan 1 kali inseminasi. S/C2 dengan nilai 2, adalah nilai yang didapatkan dari 2 kali inseminasi pada 31 ekor sapi betina bunting. S/C3=3 sebanyak 6 ekor sapi betina dikategorikan dalam nilai kurang baik, nilai rata,an S/C Sapi Simental betina produktif yaitu 1,5. CR1 adalah sapi betina bunting dalam 1 kali inseminasi dengan nilai 100%, sedangkan CR2 adalah sapi betina bunting dalam 2 kali IB dengan nilai 50%. CR3 adalah sapi betina bunting dalam 3 kali IB dengan nilai 33,33%, Nilai rata-rata CR pada Sapi Simental adalah 88,57%. Tingkat keberhasilan Inseminasi Buatan pada induk sapi Simental di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar sudah baik dilihat pada Conception Rate (CR1) yaitu 100%, CR2=50%, dan CR3=33,33% dinyatakan kurang baik karena <50%, dengan rata-rata 88,57%. Service Per Conception (S/C 1) yaitu 1 S/C2=2, dan S/C3=3 merupakan nilai yang  kurang baik, dengan nilai rata-rata 1,5.
Kualitas Biourin Kambing dengan Pemberian Buah Nanas (Ananas comosus L. Merr) pada Level Berbeda Yuni Suryanti; Setiawan Putra Syah; Andi Nurul Mukhlisah; Hassani Hassani
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 5, No 1 (2023):
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v5i1.29175

Abstract

Limbah ternak kambing berupa urin dapat memberikan sumbangsih terhadap penyebaran penyakit dan pencemaran lingkungan. Semakin besar usaha peternakan semakin besar pula limbah yang dihasilkan. Penanggulan masalah limbah urin kambing dapat dilakukan melalui pemanfaatan limbah urin kambing menjadi biourin. Biourin merupakan pupuk organik cair dari urin ternak yang berbentuk cair dan mudah larut. Kualitas dari biourin dapat ditingkatkan dengan penambahan bahan-bahan tertentu sebagai katalisator. Penambahan buah nanas pada pembuatan biourin dilakukan sebagai katalisator dan sumber energi yang bertujuan untuk mempercepat proses fermentasi serta meningkatkan kandungan unsur hara biourin.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitasbiourin kambing yang diberikan nanas dengan level berbeda, serta untuk mengetahui level terbaik dari pemberian nanas terhadap kualitas biourin kambing yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu dengan level penambahan nanas sebanyak P0= tanpa penambahan nanas (kontrol), P1= 600 g, P2= 800 g, dan P3= 1000 g. Analisis data menggunakan analisis ANOVA dengan program SPSS versi 23 dan dilanjutkan uji Duncan. Parameter yang diamati adalah kandungan nitrogen dan C/N rasio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan nanas berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap kandungan nitrogen dan C/N rasio biourin kambing. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kualitas biourinkambing dapat meningkat dengan level penambahan nanas sebanyak P3= 1000 g dimana menghasilkan kandungan nitrogen biourin tertinggi sebesar 0,25% dan kandungan C/N rasio sebesar 26%.
KEMAMPUAN GELATIN TULANG SAPI SEBAGAI BAHAN PENGIKAT TERHADAP KUALITAS FISIK SOSIS AYAM (Ability of Bovine Bone Gelatin As a Binder on The Physical Quality of Chicken Sausage) Andi Nurul Mukhlisah; Setiawan Putra Syah; Weny Dwi Ningtiyas; Muhammad Irfan; Andi Citra Septaningsih; Suriansyah Suriansyah
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 13 No 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v13i1.25808

Abstract

The purpose of this study was to determine the physical quality of chicken sausage made with the addition of gelatin from beef bones. In addition, it can provide information for the meat processing industry as a meat product thickener. This study used bovine femur bones to produce gelatin. A completely randomized design was used, consisting of 5 treatments without gelatin addition (0%), gelatin addition (3%), gelatin addition (6%), gelatin addition (9%), and gelatin addition (12%), with 4 replicates. The variables observed were physical qualities such as water-binding capacity, elasticity, pH, cooking shrinkage, and hardness. The results showed that the addition of gelatin had a significant effect (P<0.05) on the water-binding capacity, elasticity, cooking shrinkage, and hardness of chicken sausages. The best results were found at a gelatin addition level of 6%, which improved the physical quality of chicken sausage. Gelatin increased water-holding capacity, maintained pH, and made the texture more flexible, elastic, and tender. With its gel-forming properties, gelatin is effective as an additive to improve the quality of meat products.