Huriyatul Kamilah
UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MENERAPKAN INTERAKSI AKTIF DAN EMPATIK DALAM PEMBELAJARAN AKHLAK TERPUJI YANG BERPUSAT PADA PESERTA DIDIK (Penelitian di SD Tunas Harapan Ar-Raudhah Kota Bandung) Huriyatul kamilah; Irawan
Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 21 No. 1 (2026): Mei: Al-Ihda': Jurnal Pendidikan dan Pemikiran
Publisher : STAI Nurul Falah Airmolek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55558/al-ihda.v21i1.372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan interaksi aktif dan empatik dalam pembelajaran akhlak terpuji yang berpusat pada peserta didik (Student Centered Learning) di SD Tunas Harapan Ar-Raudhah Kota Bandung. Latar belakang penelitian ini berpijak pada pentingnya pembelajaran akhlak sebagai inti pendidikan Islam, yang tidak hanya menekankan pada transfer pengetahuan moral, tetapi juga internalisasi nilai melalui pengalaman belajar yang bermakna. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, diperlukan pendekatan pembelajaran yang mampu menstimulasi keterlibatan peserta didik secara kognitif, afektif, dan sosial, serta menciptakan suasana belajar yang humanis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui pendekatan deskriptif kualitatif untuk menggambarkan implementasi serta dampak strategi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi aktif terwujud melalui diskusi terbimbing, simulasi atau role play, tanya jawab interaktif, dan mini project. Strategi ini berhasil meningkatkan partisipasi peserta didik hingga lebih dari 80%. Sementara itu, interaksi empatik tercermin dalam komunikasi hangat guru, penggunaan penguatan positif, pendekatan diferensiasi, serta kemampuan guru memahami kondisi emosional peserta didik. Kedua bentuk interaksi ini menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung perkembangan karakter. Dampaknya terlihat pada peningkatan perilaku peserta didik dalam aspek kepedulian, kedisiplinan, kerja sama, sopan santun, serta kemampuan mengelola emosi. Dengan demikian, penerapan interaksi aktif dan empatik terbukti efektif dalam mengoptimalkan pembelajaran akhlak terpuji dan mewujudkan pengalaman belajar yang lebih bermakna serta kontekstual pada peserta didik sekolah dasar.
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Pembentukan Akhlak Pada Anak Usia Remaja di SMKN 3 Cimahi Yanti Sapitri; Siti Nuraeni; Huriyatul Kamilah; Fathiyah Nikmah; Tarsono
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i3.8550

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh orang tua terhadap pembentukan akhlak pada remaja di SMKN 3 Cimahi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis. Subjek penelitian adalah siswa dan orang tua yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memahami hubungan antara pola asuh orang tua dan pembentukan akhlak remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh orang tua berpengaruh terhadap pembentukan akhlak remaja. Pola asuh demokratis, yang ditandai dengan komunikasi terbuka, kasih sayang, bimbingan, dan keteladanan, memberikan pengaruh paling positif terhadap pembentukan akhlak siswa. Remaja yang dibesarkan dengan pola asuh ini cenderung menunjukkan perilaku moral yang baik, seperti jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan menghormati orang lain. Sebaliknya, pola asuh otoriter dan permisif menunjukkan pengaruh yang kurang optimal terhadap internalisasi nilai akhlak. Penelitian ini menegaskan bahwa pembentukan akhlak remaja tidak hanya ditentukan oleh pendidikan formal di sekolah, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh peran orang tua dalam keluarga.
KAJIAN TEMATIK TAFSIR AYAT-AYAT AL-QUR’AN TENTANG ETIKA BELAJAR DAN MENGAJAR Nafisatussa'adah; Huriyatul Kamilah; Yanti Sapitri; Fathiyah Nikmah; Siti Nuraeni; Hafid Muslih
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 14 No 2 (2026): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/tjmpi.v14i2.7337

Abstract

Proses pendidikan tentunya tidak akan terlepas dari proses belajar mengajar yang memerlukan interaksi antara guru dan murid. Agar tercapainya tujuan Pendidikan yaitu menghasilkan manusia yag menghambakan dirinya kepada Allah SWT, maka diperlukan adanya kaidah-kaidah yang biasa dikenal dengan etika belajar dan mengajar. Etika belajar dan mengajar merupakan sebuah nilai atau ajaran tentang baik dan buruknya dalam memperoleh atau memberikan ilmu. Adapun landasan yang menjabarkan tentang etika belajar dan mengajar Merujuk etika kepada Islam, sehingga sumber utama yang dipakai adalah Al-qur'an. Berdasarkan hal tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti hal ini dengan tujuan untuk mengetahui etika belajar dan mengajar dalam kajian tafsir tematik. Kajian tafsir tematik mengenai etika belajar dan mengajar diperlukan untuk menggali kembali nilai-nilai Al-Qur'ani sebagai landasan pendidikan Islam. Dalam prosesnya, penelitian ini berjalan dengan metode kualitatif dan studi kepustakaan. Sehingga menghasilkan kesimpulan bahwa penerapan etika belajar dan mengajar merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran. Maka dari itu, baik guru maupun siswa yang ada dalam kegiatan belajar mengajar haruslah menjaga etika dan menunjukkan rasa hormat satu sama lain. Tentunya hal ini didasarkan pada pandangan Islam bahwa etika memiliki nilai yang sangat penting dalam dunia pendidikan dan menjadi metode paling ampuh untuk mentransfer pengetahuan kepada siswa. Dengan demikian, diharapkan dapat melahirkan guru dan siswa yang berprestasi dan berbudi luhur dengan berpegang teguh pada pendidikan Islam yang orientasinya adalah memanusiakan manusia.