Huriyatul Kamilah
UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MENERAPKAN INTERAKSI AKTIF DAN EMPATIK DALAM PEMBELAJARAN AKHLAK TERPUJI YANG BERPUSAT PADA PESERTA DIDIK (Penelitian di SD Tunas Harapan Ar-Raudhah Kota Bandung) Huriyatul kamilah; Irawan
Al-Ihda' : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 21 No. 1 (2026): Mei: Al-Ihda': Jurnal Pendidikan dan Pemikiran
Publisher : STAI Nurul Falah Airmolek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55558/al-ihda.v21i1.372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan interaksi aktif dan empatik dalam pembelajaran akhlak terpuji yang berpusat pada peserta didik (Student Centered Learning) di SD Tunas Harapan Ar-Raudhah Kota Bandung. Latar belakang penelitian ini berpijak pada pentingnya pembelajaran akhlak sebagai inti pendidikan Islam, yang tidak hanya menekankan pada transfer pengetahuan moral, tetapi juga internalisasi nilai melalui pengalaman belajar yang bermakna. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, diperlukan pendekatan pembelajaran yang mampu menstimulasi keterlibatan peserta didik secara kognitif, afektif, dan sosial, serta menciptakan suasana belajar yang humanis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui pendekatan deskriptif kualitatif untuk menggambarkan implementasi serta dampak strategi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi aktif terwujud melalui diskusi terbimbing, simulasi atau role play, tanya jawab interaktif, dan mini project. Strategi ini berhasil meningkatkan partisipasi peserta didik hingga lebih dari 80%. Sementara itu, interaksi empatik tercermin dalam komunikasi hangat guru, penggunaan penguatan positif, pendekatan diferensiasi, serta kemampuan guru memahami kondisi emosional peserta didik. Kedua bentuk interaksi ini menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung perkembangan karakter. Dampaknya terlihat pada peningkatan perilaku peserta didik dalam aspek kepedulian, kedisiplinan, kerja sama, sopan santun, serta kemampuan mengelola emosi. Dengan demikian, penerapan interaksi aktif dan empatik terbukti efektif dalam mengoptimalkan pembelajaran akhlak terpuji dan mewujudkan pengalaman belajar yang lebih bermakna serta kontekstual pada peserta didik sekolah dasar.