Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Reduplikasi Pada Film Sejuta Sayang Untuknya Karya Herwin Novianto Sarah Nadya; Istiqamah -; Aulia Rahmah; Siti Aqlima
Jurnal Bahasa Indonesia Prima (BIP) Vol. 6 No. 2 (2024): Bahasa Indonesia Prima (BIP)
Publisher : Bahasa Indonesia Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bip.v6i2.5272

Abstract

Reduplication techniques are often used in film production. This study aims to analyze the film Sejuta Sayang Untuknya by Herwin Novianto (a writer known for his finesse) to find out the form and meaning of repeated phrases. The research for this video uses a descriptive qualitative method. This research aims to dissect Herwin Novianto's Sejuta Sayang Untuknya movie to find out its reduplication structure. The listening method is used to collect data, followed by the note-taking technique, which documents the research data based on the listening results. The collected data allows us to classify the repeated words into four forms: for example, complete duplication of three data points, two partial duplications of three data points, three data points combined with thirteen affixes data, and four data points combined with one phoneme change data. The different forms of the repeated base word give rise to different meanings in the repeated words in the movie. Twenty types of repeated words were identified in Herwin Novianto's movie Sejuta Sayang Untuk Nila.
MALFUNGSI KONJUNGSI PADA BERITA SURAT KABAR SERAMBI INDONESIA EDISI NOVEMBER TAHUN 2020 Raisatul Muna; Istiqamah; Yulianah Prihatin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 7 No. 3 (2022): JURNAL BASTRA EDISI JULI-SEPTEMBER 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.056 KB) | DOI: 10.36709/bastra.v7i3.8

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan malfungsi konjungsi yang terdapat dalam Berita Surat Kabar Serambi Indonesia Edisi November Tahun 2020. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah kalimat yang mengandung malfungsi yang terdapat dalam Surat Kabar Serambi Indonesia, sedangkan data penelitian ini adalah kalimat yang mengandung malfungsi konjungsi yang terdapat dalam Surat Kabar serambi Indonesia. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini melalui tahapan membaca, mencatat dan mengelompokkan data dan memasukkan data tersebut dalam korpus data. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskripstif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa malfungsi konjungsi yang terdapat dalam Berita Surat Kabar Serambi Indonesia Edisi November Tahun 2020 adalah 30 data. Data-data itu terbagi menjadi tiga yaitu (a) konjungsi intrakalimat sebanyak 6 data, (b) konjungsi antarkalimat sebanyak 13 data,(c) konjungsi antarparagraf sebanyak 11 data.
Futurologi Bahasa Aceh: Kajian Arkais dan Ancaman Kepunahan dalam Perspektif Linguistik dan Budaya Istiqamah Istiqamah; Hayatul Muna; Naufa Rayluna; Nurfadilla Nurfadilla
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21666

Abstract

This study explores the future of the Acehnese language through a linguistic futurology lens, focusing on the existence of archaic vocabulary as both a linguistic heritage and an indicator of language endangerment. Rich in historical, cultural, and local identity values, the Acehnese language is experiencing decline due to weakened intergenerational transmission, the dominance of national and global languages, and the lack of preservation policies. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observations, interviews, and questionnaires involving 25 native speakers. The findings identified 82 archaic words categorized into nouns, verbs, and adjectives, reflecting traditional activities, local culture, and human–nature relationships. Based on UNESCO’s language vitality indicators, Acehnese is classified as vulnerable. The threats include decreased usage in public and digital spaces, limited documentation and educational resources, and shifting language attitudes. This study highlights the urgency of revitalizing the Acehnese language through educational integration, comprehensive documentation, and sustainable preservation policies to maintain regional languages as an essential part of national cultural identity.
TOPONIMI KAMPUNG DI KABUPATEN ACEH UTARA: SEJARAH DAN STRUKTUR BAHASA Istiqamah; Hayatul Muna
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/w4e43208

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan toponimi kampung di Kabupaten Aceh Utara yang ditinjau dari sejarah/asal usul dan struktur bahasa. Metode penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif. Dalam penelitian ini, menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah mereduksi data, menyajikan data, dan menarik simpulan. Uji keabsahan data dilakukan dengan uji kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Toponimi kampung di kabupaten Aceh Utara ditemukan beberapa kategori, yaitu 1) berdasarkan unsur air, artinya nama kampung yang maknanya berhubungan dengan air, yakni kampung Laga Baro, 2) unsur geografis, , artinya nama kampung yang maknanya berhubungan dengan rupabumi, yakni: Kampung Bluka Teubai, Meunasah Kulam, Ulee Barat, Cot Seumiyong, Lhok Jok, dan Cot U Sibak, 3) lingkungan alam, yang terdiri dari: a) tumbuhan, yakni; kampung Geulumpang Sulu Timu, Meuria, Uteuen Geulinggang, Bangka Jaya, Kuta Glumpang, Beuringen, Murong, Mancang, b) tempat atau bangunan, yakni: Lancang Barat, Meunasah Blang c) kondisi alam, yakni: Krueng Mate, Bintang Hu, dan d) letak arah mata angin, yakni: Lancang Barat, Geulumpang Sulu Timu, terakhir 4) unsur budaya, artinya nama kampung yang maknanya berhubungan dengan aspek kebudayaan dalam masyarakat, yakni Kampung Guha Uleu. Sebaliknya, pola pembentukan nama kampung banyak ditemukan dalam bentuk polimorfemik, seperti Bintang Hu, Meunasah Mancang, Cot U sibak dan lain sebagainya. Dengan perolehan data tersebut dapat disimpulkan bahwa toponimi beberapa kampung di aceh utara memiliki 4 kategori unsur dan memiliki pembentukan kata secara morfologis.
Futurologi Bahasa Aceh: Kajian Arkais dan Ancaman Kepunahan dalam Perspektif Linguistik dan Budaya Istiqamah Istiqamah; Hayatul Muna; Naufa Rayluna; Nurfadilla Nurfadilla
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21666

Abstract

This study explores the future of the Acehnese language through a linguistic futurology lens, focusing on the existence of archaic vocabulary as both a linguistic heritage and an indicator of language endangerment. Rich in historical, cultural, and local identity values, the Acehnese language is experiencing decline due to weakened intergenerational transmission, the dominance of national and global languages, and the lack of preservation policies. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observations, interviews, and questionnaires involving 25 native speakers. The findings identified 82 archaic words categorized into nouns, verbs, and adjectives, reflecting traditional activities, local culture, and human–nature relationships. Based on UNESCO’s language vitality indicators, Acehnese is classified as vulnerable. The threats include decreased usage in public and digital spaces, limited documentation and educational resources, and shifting language attitudes. This study highlights the urgency of revitalizing the Acehnese language through educational integration, comprehensive documentation, and sustainable preservation policies to maintain regional languages as an essential part of national cultural identity.
Pemberdayaan Literasi Aksara Kelas dalam Meningkatkan Pembelajaran Bahasa Indonesia di MTsS Jabal Nur Paloh Lada Lina Sundana; Novi Diana; Istiqamah; Sahri Nova Yoga; Naufa Rayluna
Catimore: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): Catimore: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LSM Catimore dan Sahabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56921/cpkm.v3i1.190

Abstract

This service aims to increase literacy interest in building a strong knowledge base and equipping students to face increasingly complex future challenges. During this activity, the methods used were lecture methods and simulation of learning media to students. The results of this service contribute to fostering literacy in students as an initial foundation for students' intellectual growth and creativity in improving Indonesian language learning. The materials used in this program include various types of media, including posters featuring rhymes, poetry, motivational messages, as well as educational tools such as scrapbooks, pop up books, and game-based learning media.
Perkembangan Bahasa Anak Perempuan Usia 3 Tahun di Desa Teumpeun Istiqamah Istiqamah; Nurfazilah Nurfazilah; Saskia Aulia Nazlina; Nurul Ilmi; Cut Intan
Bahtera: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 23 No. 2 (2024): BAHTERA: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Volume 23 Nomor 2 Juli 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/bahtera.232.08

Abstract

Language is a human communication system that is used to understand each other with certain goals. This research aims to find out the process of language development in three year old children. The method used in this research is a descriptive method with a qualitative approach. The results of the research found that Aqila can now say 2 to 4 words such as drink milk, Dad buy snacks. By using data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation. The results of interviews with the child's parents and observing directly his language development showed that this child experienced language development according to the level at his age, including the words mother, father, sister, brother, milk, traveling. This research can conclude that Aqila often omits several phonemes or even adds phonemes to her vocabulary. Such as changing the consonant phoneme /k/ to consonant phoneme /t/, and changing the consonant phoneme /l/ to consonant phoneme /r/.