Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Representasi Maskulinitas pada Tokoh Utama dalam Novel Cut Nyak Dien Karya Sayf Muhammad Isa Isfiana Nursari; Nina Eka Putri; Al Furqan; Farah Nazifa; Wardiana
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21668

Abstract

This study aims to reveal the forms of masculinity and their underlying factors as represented through the main character in the novel Cut Nyak Dien by Sayf Muhammad Isa. The research employs a descriptive qualitative approach, grounded in the masculinity theories of Bem as well as Lerner and Spanier, combined with a literary psychology perspective. The findings indicate a total of 14 data excerpts that represent five forms of masculinity: competitiveness (2 data), independence (3 data), decisiveness (3 data), self-confidence (3 data), and risk-taking (3 data). In addition, 9 data excerpts identify three causal factors of masculinity: cultural (3 data), social (3 data), and personal (3 data) influences. These findings demonstrate that masculinity is not exclusively tied to male characters but can be strongly embodied by female figures, especially within the context of struggle and local cultural values. This study is expected to enrich gender studies in literature and offer new interpretations of female roles and identity in Indonesian literary narratives.
Representasi Maskulinitas pada Tokoh Utama dalam Novel Cut Nyak Dien Karya Sayf Muhammad Isa Isfiana Nursari; Nina Eka Putri; Al Furqan; Farah Nazifa; Wardiana
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21668

Abstract

This study aims to reveal the forms of masculinity and their underlying factors as represented through the main character in the novel Cut Nyak Dien by Sayf Muhammad Isa. The research employs a descriptive qualitative approach, grounded in the masculinity theories of Bem as well as Lerner and Spanier, combined with a literary psychology perspective. The findings indicate a total of 14 data excerpts that represent five forms of masculinity: competitiveness (2 data), independence (3 data), decisiveness (3 data), self-confidence (3 data), and risk-taking (3 data). In addition, 9 data excerpts identify three causal factors of masculinity: cultural (3 data), social (3 data), and personal (3 data) influences. These findings demonstrate that masculinity is not exclusively tied to male characters but can be strongly embodied by female figures, especially within the context of struggle and local cultural values. This study is expected to enrich gender studies in literature and offer new interpretations of female roles and identity in Indonesian literary narratives.
PENGGUNAAN CAMPUR KODE DAN ALIH KODE DALAM MEDIA SOSIAL: ANALISIS SOSIOLINGUISTIK PADA GENERASI Z DI INDONESIA Al Furqan; Wulanda; Budi Hartono
Jurnal Inovasi Pendidikan Nusantara Vol. 2 No. 2 (2025): (Desember) Jurnal Seuramoe Pendidikan Aceh
Publisher : LLDIKTI WILAYAH XIII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64958/jipn.v2i2.105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan fungsi campur kode serta alih kode yang digunakan oleh generasi Z dalam media sosial sebagai wujud dinamika bahasa di era digital. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data tuturan dari unggahan dan komentar pengguna media sosial, yang dianalisis berdasarkan teori sosiolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua bentuk utama campur kode yang ditemukan, yakni campur kode intra sentensial dan inter sentensial, serta dua bentuk alih kode, yaitu situasional dan metaforis. Campur kode banyak digunakan untuk memperkuat ekspresi, menampilkan identitas sosial, dan menyesuaikan gaya komunikasi dengan audiens, sedangkan alih kode muncul sebagai strategi komunikasi lintas konteks dan situasi. Fenomena ini menggambarkan bahwa generasi Z memanfaatkan variasi bahasa tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai representasi identitas dan kreativitas linguistik di ruang digital. Temuan ini menegaskan bahwa media sosial berperan sebagai ruang evolusi bahasa yang mencerminkan perubahan sosial dan budaya masyarakat modern.
ANALISIS STRUKTUR FISIK DAN BATIN DALAM PUISI WATER FRONT DAN AKU KARYA H. AKHMAD T. BACCO Wulanda; Salsabila; Al Furqan
Jurnal Inovasi Pendidikan Nusantara Vol. 2 No. 2 (2025): (Desember) Jurnal Seuramoe Pendidikan Aceh
Publisher : LLDIKTI WILAYAH XIII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64958/jipn.v2i2.106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur fisik dan batin puisi Water Front dan Aku karya H. Akhmad T. Bacco. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data yang dianalisis adalah larik pada puisi Water Front dan Aku karya H. Akhmad T. Bacco. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu studi pustaka dengan cara membaca dan mencatat data-data berupa baris puisi yang mengandung struktur batin dan struktur fisik. Secara mendalam penelitian ini menganalisis struktur fisik dan batin puisi pada sebuah puisi karya H. Akhmad T. Bacco yang berjudul Water Front dan Aku. Analisis difokuskan pada enam elemen struktur fisik, yaitu diksi, imaji, bahasa figuratif, kata konkret, tipografi, dan verifikasi, dan empat elemen struktur batin, yaitu tema, nada, rassa, dan amanat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyair menggunakan diksi yang beragam, imaji yang kuat, penggunaan bahasa figuratif yang variatif, pemilihan kata konkret yang tepat, serta pemanfaatan tipografi, dan verifikasi. Selain itu penyair juga berhasil menciptakan puisi yang tidak hanya indah secara estetika, tetapi juga kaya akan makan. Hal ini didukung dengan struktur batin puisi berupa tema, nada, rasa, dan amanat yang mendalam berhasil membawa pembaca untuk turut serta merasakan apa yang dirasakan oleh penyair.