Budi Hartono
UPTD SMP Negeri 2 Budong-Budong

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Wacana Kritis Lirik Lagu “Mangu” Karya Ari Lesmana: Model Teun A. Van Dijk Budi Hartono; Masnita Massaguni
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1601

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap makna ideologis, sosial, dan emosional dalam lirik lagu “Mangu” karya Ari Lesmana melalui pendekatan analisis wacana kritis model Teun A. van Dijk. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis isi terhadap lirik lagu sebagai data utama. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada struktur makro, lagu ini merepresentasikan konflik nilai dan keyakinan spiritual dalam hubungan personal. Superstruktur lirik membentuk narasi emosional yang meliputi pengenalan konflik, klimaks batin, hingga pemisahan ideologis. Pada struktur mikro, ditemukan penggunaan leksikon, metafora, gramatika, dan repetisi yang memperkuat nuansa krisis dan ketegangan emosional. Dalam dimensi sosial, lirik mencerminkan pertentangan antara pilihan pribadi dan tekanan norma sosial, sedangkan konteks sosial, lirik lagu menunjukkan kritik terhadap tuntutan keseragaman dalam masyarakat multikultural. Lagu ini tidak hanya menjadi ekspresi personal, tetapi juga menyuarakan pengalaman kolektif yang sarat makna sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa karya musik popular dapat menjadi ruang ertikulasi ideologi dan resistensi terhadap dominasi nilai sosial tertentu.
Analisis Ekokritik Kumpulan Puisi berjudul Krisis Ekologi: Bumi yang Merintih karya Budi Hartono Budi Hartono; Masnita Massaguni; Al Furqan
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.1647

Abstract

Kumpulan puisi Krisis Ekologi: Bumi yang Merintih karya Budi Hartono merepresentasikan kegelisahan ekologis akibat kerusakan alam yang ditimbulkan oleh aktivitas manusia. Kajian ini bertujuan untuk mengungkap narasi ekologis dalam puisi-puisi tersebut melalui pendekatan ekokritik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan teknik analisis isi. Temuan menunjukkan bahwa puisi-puisi dalam kumpulan ini memuat kritik terhadap antroposentrisme, ajakan pada kesadaran ekologis, dan relasi emosional antara manusia dan alam. Implikasi hasil penelitian ini mendukung penggunaan karya sastra ekologis sebagai media pembelajaran bahasa Indonesia yang mampu menumbuhkan literasi lingkungan dan apresiasi estetis.
Ungkapan Penolakan Warganet di Facebook terhadap Rencana Pembukaan Tambang Emas di Kabupaten Sinjai: Kajian Linguistik Pragmatik Masnita Massaguni; Budi Hartono; Supryanto
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i3.2039

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk serta strategi ungkapan penolakan yang digunakan oleh warganet di Facebook terhadap rencana pembukaan tambang emas di Kabupaten Sinjai. Kajian ini menggunakan pendekatan linguistik pragmatik dengan fokus pada tindak tutur penolakan berdasarkan teori Kartomihardjo (1990), yang membedakan penolakan menjadi dua jenis utama, yakni penolakan langsung dan tidak langsung. Data dalam penelitian ini diperoleh dari unggahan dan komentar pengguna Facebook pada berbagai akun atau grup yang membahas isu tambang emas tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi dan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warganet menggunakan beragam bentuk penolakan, mulai dari ekspresi langsung seperti “Kami menolak tambang!” hingga bentuk tidak langsung yang bersifat sindiran, pertanyaan retoris, dan penggunaan bahasa metaforis. Strategi penolakan ini tidak hanya merefleksikan ketidaksetujuan terhadap proyek tambang, tetapi juga memperlihatkan dinamika opini publik, kekhawatiran ekologis, dan solidaritas sosial masyarakat lokal. Temuan ini menunjukkan bahwa media sosial menjadi ruang penting bagi masyarakat dalam menyuarakan sikap politik dan ekologisnya melalui bentuk-bentuk kebahasaan yang khas.
Analisis Stilistika dan Relevansi Sosial dalam Lirik Lagu “Kalau Aku Jadi Presiden” Karya Bimbim Masnita Massaguni; Budi Hartono; Supryanto Supryanto
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2739

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk gaya bahasa (stilistika) serta menganalisis relevansi sosial dalam lirik lagu “Kalau Aku Jadi Presiden” karya Bimbim (Slank). Lagu ini dipilih karena mengandung kritik sosial yang kuat terhadap perilaku pemimpin, praktik korupsi, eksploitasi sumber daya alam, dan ketimpangan sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis stilistika untuk menelusuri hubungan antara bentuk linguistik, fungsi estetis, dan pesan moral dalam teks. Data diperoleh melalui dokumentasi dan analisis mendalam terhadap lirik lagu serta sumber teoretis pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bimbim menggunakan berbagai gaya bahasa seperti repetisi, metafora, metonimia, litotes, antitesis, hiperbola, dan personifikasi. Setiap majas berfungsi memperkuat pesan moral dan sosial, menciptakan efek emosional, serta memperhalus kritik terhadap ketimpangan struktural dan perilaku koruptif. Secara sosial, lagu ini merepresentasikan bentuk cultural resistance atau perlawanan budaya terhadap sistem politik yang tidak adil. Pesan-pesan dalam lirik menggambarkan harapan terhadap kepemimpinan yang jujur, adil, dan berpihak pada rakyat kecil. Dengan demikian, lagu ini tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga berfungsi sebagai media edukasi moral dan refleksi sosial.