Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit tidak menular yang menjadi ancaman kesehatan masyarakat global. Angka morbiditas dan mortalitas akibat penyakit DM meningkat setiap tahun. Salah satu penyebabnya adalah stress. Hal ini terjadi karena adanya gangguan pengontrolan glukosa yang disebabkan oleh produksi kortisol berlebih sehingga menyebabkan glukosa sulit memasuki sel dan mengakibatkan kadar gula darah meningkat. Penyakit DM jika tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi penyakit, disabilitas, bahkan kematian. Tujaun penelitian yaitu menganalisis hubungan tingkat stress dan kadar gula darah pada diabetesi. Desain penelitian menggunakan analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Variabel independent tingkat stress dan variabel dependen kadar gula darah. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pati I Kabupaten Pati pada tahun 2023. Sampel penelitian sebanyak 60 diabetesi. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan kriteria terdiagnosis DM oleh dokter atau tenaga kesehatan, tidak memiliki gangguan mental dan kepribadian, kooperatif, dan kesadaran penuh. Instrument penelitian menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10) dan glucometer. Analisis data menggunakan chi square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan tingkat stress dan kadar gula darah dengan nilai p=0,001 (p0,05) dan memiliki korelasi cukup kuat dengan nilai koefisioen korelasi sebesar 0,3. Hasil penelitian menjadi data dasar dalam mengembangkan intervensi keperawatan melalui manajemen stress dan kadar gula darah bagi diabetesi. Intervensi ini dapat diintegrasikan dalam program posbindu PTM atau posyandu lansia di masyarakat.