Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENINGKATAN KEMANDIRIAN KESEHATAN MELALUI PEMANFAATAN MINUMAN HERBAL WEDHANG COKLAT REMPAH UNTUK SISTEM IMUN Ulumil Istifaiyah; Siti Luvikasari; Ita Umama; Nadela Wijaya; Tulus Mahandani; Muntamah Muntamah; Yafvie Ananta; Safira Qayyimah; Mutiara Damayanti; Nisfatussholikhah Nisfatussholikhah; Ana Theresya; Hellena Putri; Ummi Faidah; Dinda Najwa; ⁠Ifa Rohmaniah; Wahyu Widiatmoko; Falikh Winarno; Fania Khoirunnisa; Arina Novitasari
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 6, No 2 (2024): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v6i2.2752

Abstract

Kurangnya minat masyarakat dalam mengkonsumsi jahe karena kesulitan dalam mengolahnya dan tidak ada kemauan dalam memanfaatkan hasil tanaman rempah dan kebiasaan masyarakat langsung menjual hasil bahan baku. Padahal harga jual bahan baku lebih murah dibandingkan bahan olahan. Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu mendeskripsikan pengolahan dalam peningkatan kemandirian kesehatan masyarakat. Bentuk kegiatan ini yaitu edukasi pemanfaatan minuman herbal wedhang cokelat rempah selama 60 menit. Sasaran kegiatan ini yaitu ibu PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) sebanyak 50 orang. Kegiatan ini di laksanakan di aula balai desa klaling pada bulan Desember 2024. Variabel yang diukur yaitu pengetahuan tentang pemanfaatan minuman herbal wedhang cokelat rempah. Pengetahuan pada masyarakat di ukur menggunakan pertanyaan terbuka sebanyak 5 pertanyaan. Analis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Tahapan pengabdian kepada masyarakat terdiri dari persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil pertanyaan yang bisa di jawab sebanyak 82% menjawab evaluasi dengan baik sebagai bentuk pemahaman dan peningkatan pengetahuan serta respon masyarakat yang sangat positif. Disarankan kepada masyarakat untuk kedepannya dapat memanfaatkan dan meningkatkan perekonomian lokal pada olahan minuman herbal wedhang cokelat rempah.
PELAKSANAAN TANGGUNG JAWAB PERBANKAN DALAM PENGELOLAAN DATA PRIBADI NASABAH PADA ERA DIGITALISASI BERDASARKAN POJK11/2022 Dika Anggara Putra; Arina Novitasari
JURNAL KEADILAN HUKUM Vol 4, No 2 (2023): JURNAL KEADILAN HUKUM
Publisher : JURNAL KEADILAN HUKUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digitalisasi adalah sebuah fenomena yang terus berkembang dan tidak dapat dihindari baik oleh masyarakat maupun oleh Lembaga seperti perbankan, dalam perkembangan digitalisasi diperlukan upaya untuk menjaga keseimbangan antara kemudahan akses dengan keamanan sehingga dalam perkembanganya kemajuan teknologi digital dapat menekan angka pepelanggaran  yang dilakukan secara digital dengan cara meberikan regulasi yang jelas untuk menyelenggarakan sebuah kegiataan secara digital dan memiliki dasar hukum yang jelas.  
JURIDICAL ANALYSIS OF BANKING INSTITUTIONS’ LIABILITY FOR CARDING CRIMES Arina Novitasari; Dika Anggara Putra; Dian Rosita
Algebra : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Sains Vol. 5 No. 4 (2025): Algebra : Jurnal Pendidikan Sosial dan Sains
Publisher : Yayasan Amanah Nur Aman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58432/vfa0p746

Abstract

The rapid development of technology has brought humanity into a wave of modernization characterized by digitalization, leading to significant changes in all aspects of human life. The role of technology today offers various conveniences. The transformation of payment systems from cash-based to cashless transactions provides ease for customers and helps reduce the risk of crimes such as robbery, theft, and counterfeiting. One of the most widely used cashless payment methods that is frequently misused by irresponsible individuals for criminal purposes today is the credit card. The focus of this study is to examine the legal accountability of banking institutions in relation to a specific type of cybercrime, namely carding, which causes financial losses to customers. This research employs a normative juridical method. The findings indicate that the bank’s liability from a civil law perspective refers to Article 1338 paragraph (1) of the Indonesian Civil Code and Article 19 paragraph (1) of Law No. 8 of 1999 concerning Consumer Protection. Customer losses resulting from carding crimes are viewed as a consequence of inadequate protection by the issuing bank in maintaining network security. Errors or negligence by bank employees can be construed as the bank’s responsibility; however, if it can be proven that the carding crime did not occur due to the issuing bank’s negligence, then the bank is not obliged to compensate for the losses suffered by the customer.