Masjid Tiban merupakan bagian dari Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah yang terletak di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Kompleks Masjid Tiban tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah dan pendidikan pesantren, tetapi juga menjadi destinasi wisata religi yang memiliki pengaruh besar terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Bangunan Masjid Tiban menarik untuk dikaji karena memiliki bentuk arsitektur yang unik, kompleks, dan bertingkat banyak, sehingga menimbulkan ketertarikan terhadap sistem struktur dan konstruksi yang digunakan untuk menopang keseluruhan bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau sistem struktur dan konstruksi bangunan Masjid Tiban Kabupaten Malang berdasarkan prinsip-prinsip teknik sipil, meliputi struktur bawah (pondasi), struktur atas (kolom, balok, pelat lantai, dan atap), serta metode pelaksanaan konstruksi yang diterapkan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dan observasi lapangan terbatas, dengan pengumpulan data melalui sumber tekstual, dokumentasi gambar, serta pengamatan langsung terhadap elemen bangunan dan material penyusunnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa sistem struktur Masjid Tiban secara umum menggunakan kombinasi antara struktur beton bertulang dan elemen dinding masif yang menopang beban vertikal dan lateral. Konstruksi bangunan dilakukan secara bertahap dengan pendekatan empiris yang menekankan kekokohan dan kestabilan struktur tanpa mengabaikan aspek estetika. Meskipun sebagian besar proses pembangunan dilakukan secara swadaya, struktur Masjid Tiban menunjukkan kemampuan adaptif terhadap beban bangunan bertingkat dan beban lingkungan sekitar. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memahami penerapan prinsip-prinsip rekayasa struktur dan konstruksi pada bangunan non-konvensional, serta menjadi bahan pembelajaran bagi mahasiswa teknik sipil dalam menganalisis hubungan antara aspek teknis, fungsional, dan sosial dalam suatu karya konstruksi.