muhammad Koderi Hendrik Waluyo
Fakultas Teknik Unisda Lamongan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

UPPER–STRUCTURE ANALYSIS OF BTS TOWER ON HIGH WIND SPEED AREA Heru Setiyo Cahyono; Julius Mulyono; Annisa' Carina; Mochammad Hendy Wicaksono; muhammad Koderi Hendrik Waluyo
DEARSIP : Journal of Architecture and Civil Vol 4 No 02 (2024): Juli - November 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/dearsip.v4i02.7800

Abstract

Media transmission (Telcom) tower could be a media transmission building structure that employments a combination of steel outlines as its development fabric. Media transmission towers work as a back for a few media transmission types of gear for transmitting signals that back the cellular communication frameworks that we continuously utilize so remote. Communication. In tower planning, the prevailing powerful stack is wind stack since wind may be a sidelong stack that encompasses a tall affectability to steel development buildings (incorporates a mass that tends to be light). The tallness of the tower that's made depends on the area of the tower itself. The most issue in this inquire about is how to dissect the tower upper–structure in arrange to determine whether it is solid or not to preserve Wind load analysis on BTS (Base Transceiver Station) towers is one of the important aspects in the design of telecommunication tower structures. Wind load can affect the stability and strength of the tower, mainly due to the height of the tower and the nature of the load which tends to change according to the wind speed and the shape of the tower. Study in this research will is about ”Upper–Structure Analysis of Bts Tower on High Wind Speed Area” as a solution to the problems that often occur in the field and until now still often appear structural infeasibility in the selection of construction systems for BTS Tower planning. Results for anlaysis for each joints are : Anchor Bolt Dimensions : 32 mm X 130 cm X 9 units ; Base Plate Dimensions : 50 cm X 50 cm X 32 mm ; Bolts Dimensions for Anchor Joint Type 1 : 16 mm X 40 mm X 5 units ; Bolts Dimensions for Anchor Joint Type 2 : 16 mm X 40 mm X 4 units ; olts Dimensions for Anchor Joint Type 3 : 16 mm X 40 mm X 5 units ; Bolts Dimensions for Anchor Joint Type 4 : 16 mm X 40 mm X 2 units ; Bolts Dimensions for Anchor Joint Type 5 : 16 mm X 40 mm X 2 units ; Bolts Dimensions for Anchor Joint Type 6 : 16 mm X 40 mm X 2 units ; Couple Plate Dimensions : 60 cm ; Bolts Dimension : L 200 X 15 + L 80 x 8.
SUSTAINABLE MATERIALS MELALUI SOLIDIFIKASI-STABILISASI LIMBAH SANDBLASTING MENJADI BETON FEROSEMEN Luqman Cahyono; Annisa' Carina; Wiwik Dwi Pratiwi; muhammad Koderi Hendrik Waluyo; Firda Fardina; Dika Rahayu Widiana; Agung Rahayu Prasetyo Utomo; M. Rizal Fahmi
DEARSIP : Journal of Architecture and Civil Vol 4 No 02 (2024): Juli - November 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/dearsip.v4i02.7877

Abstract

Limbah sandblasting dari proses pembersihan permukaan kapal dengan cara menyemprotkan partikel pasir silica dengan tekanan tinggi. Limbah ini dikategorikan sebagai limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) karena mengandung berbagai jenis polutan, terutama logam berat. Berdasarkan data jumlah timbulan limbah sandblasting digalangan kapal bisa mencapai 12.100 kg/bulan. Limbah sandblasting berpotensi digunakan sebagai bahan pengganti agregat halus dalam pembuatan material konstruksi dengan metode solidifikasi-stabilisasi. Salah satu aplikasi potensial pemanfaatan limbah sandblasting adalah pembuatan beton ferosemen. Ferosemen merupakan material komposit terdiri mortar semen yang diperkuat tulangan wiremesh. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pemanfaatan limbah sandblasting sebagai penggati agregat halus beton ferosemen yang tentunya memenuhi standar mutu teknis dan lingkungan guna menghasilkan material ramah lingkungan dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuantitatif, dimana material akan diuji dengan pengujian gradasi, berat jenis, daya serap air, XRF, TCLP, Kuat Tekan dan Kuat Lentur. Hasil uji karakterisasi bahan yang dipakai hasilnya memenuhi standar gradasi dalam SNI 03 2834 2000, standar berat jenis dan daya serap air dalam SNI 03 1970 2008, serta hasil uji XRF dan TCLP yang menunjukkan bahwa kandungan logam berat B3 berupa Barium, Seng, dan Copper dalam limbah sandblasting nilainya berada kurang dari baku mutu PP No. 22 Tahun 2021 Lampiran XI. Keseluruhan hasil uji karakteristik tersebut akan digunakan dalam penelitian ini sesuai dengan peraturan sehingga dapat dipakai untuk mix design beton ferosemen. Selanjutnya, mix design yang dibuat memiliki komposisi dengan rasio 1 semen : 1,5 limbah sandblasting dan 1 semen : 2 limbah sandblasting. Hasil kuat tekan nilai tertinggi rata-rata sebesar 34,30 MPa pada campuran 1S-2LSB. Hasil uji kuat lentur juga menunjukkan beton ferosemen dengan rasio 1 semen : 2 limbah sandblasting memiliki rata-rata kuat lentur tertinggi yaitu 18,87 Mpa. Nilai tertinggi pada uji tekan dan lentur dihasilkan campuran 1S-2LSB. Hal ini menunjukan penggunaan limbah sandblasting tidak hanya meningkatkan kekuatan material pada campuran tertentu, tetapi juga berkontribusi terhadap pengurangan limbah industri, sehingga mendukung upaya konstruksi berkelanjutan.
STUDI PERBANDINGAN BERBASIS APLIKASI STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG KASUS PERENCANAAN STAFF DOMITORY Muhammad Noor Asnan; Achmad Fadliannoor; Ulwiyah Wahdah Mufassirin Liana; Vebrian Vebrian; Afin Ulul Azmi; muhammad Koderi Hendrik Waluyo
DEARSIP : Journal of Architecture and Civil Vol 5 No 01 (2025): Desember 2024 - Mei 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/dearsip.v5i01.9017

Abstract

Perkembangan teknologi saat ini dirasakan juga pada bidang teknik sipil, terlihat dari penyelesaian permasalahan pada rekayasa struktur dapat diselesaikan dengan efektif, efisien dan hasil yang aman. Teknologi ini berupa aplikasi-aplikasi perhitungan struktur yang dapat digunakan oleh engineer untuk membantu dalam melakukan pekerjaan. Pada rekayasa struktur, engineer dapat menggunakan aplikasi komputer (software) seperti aplikasi Struktural Analysis Program (SAP 2000) dan Extended Three Dimensional Analysis of Building System (ETABS). Kedua software ini banyak dipakai dalam menganalisis dan mendesain suatu struktur bangunan. Dalam studi perbandingan ini, dilakukan analisa perbandingan dari data perhitungan gaya reaksi perletakan dan rencana penulangan balok atau kolom hasil SAP 2000. Selanjutnya dilakukan analisis menggunakan ETABS. Analisis ini dihitung besaran gaya-gaya dalam pada bangunan gedung Staff domitory. Dalam melakukan perencanaan bangunan gedung, diperlukan data awal sebagai dasar perencanaan meliputi gambar denah, gambar tampak, gambar potongan, dan data mekanikal elektrikal plumbing. Dari hasil analisis didapatkan nilai reaksi perletakan kedua program selisih 21%. Penulangan balok dengan selisih luas penulangan tarik (As) perlu sebesar 26% dan As pasang 42%. Penulangan kolom diperoleh perbedaan As perlu 23% dan As pasang 0,04%. Dapat disimpulkan nilai selisih yang terjadi tidak begitu signifikan dan masih ditoleransi. Dalam perencanaan struktur harus berpedoman pada standar teknis yang terbaru dan mengikuti perkembangan persyaratan bangunan gedung terkini.