Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Dharma Bakti

Inovasi Smart Greenhouse Berbasis Sensor dalam Mengatasi Tantangan Produksi Sayuran Organik di Wilayah Pedesaan Lalu Muktar; Lalu Ibrohim Burhan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 03 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/p0h1as48

Abstract

Penelitian ini mengatasi tantangan yang dihadapi petani organik dalam mengelola kondisi lingkungan untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan hasil panen. Dengan meningkatnya permintaan akan sayuran organik, terdapat kebutuhan nyata untuk menerapkan teknologi yang dapat mendukung pertanian berkelanjutan, terutama di daerah pedesaan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan menerapkan smart greenhouse berbasis sensor yang berbiaya rendah dan mudah dioperasikan. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan partisipatif dengan melibatkan 10 petani di Desa Lendang Nangka Utara, yang mencakup pemasangan sistem, pelatihan, dan monitoring pertumbuhan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi sayuran organik meningkat rata-rata 25% setelah penerapan teknologi ini, dengan pengendalian hama yang lebih efektif dan peningkatan keterampilan petani dalam menggunakan sensor IoT. Temuan ini menegaskan pentingnya teknologi dalam meningkatkan praktik pertanian yang berkelanjutan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan smart greenhouse dapat berkontribusi pada ketahanan pangan lokal dan nasional, serta memberdayakan petani untuk mengelola pertanian mereka secara mandiri. The increasing demand for organic vegetables, driven by growing public awareness of health and environmental sustainability, highlights a critical gap in the adoption of modern agricultural technologies among local farmers, particularly in rural areas. This study aimed to implement a low-cost, sensor-based smart greenhouse to enhance the productivity and sustainability of organic vegetable farming. Employing a participatory action research approach, the project engaged ten organic farmers in Lendang Nangka Utara, focusing on system installation, operational training, and ongoing monitoring of plant growth and harvest outcomes. The findings revealed a significant average increase of 25% in organic vegetable production following the implementation of the smart greenhouse, alongside improved pest control due to stable microclimate conditions. Additionally, farmers acquired new skills in utilizing simple IoT sensors for sustainable cultivation practices. These results underscore the potential of smart greenhouse technology to empower local farmers, contributing to food security and environmental conservation. The study advocates for broader adoption of such technologies to foster sustainable agricultural practices and enhance the resilience of local farming communities.
Literasi Digital Fungsional Berbasis Praktik untuk Meningkatkan Kemandirian Akses Layanan Publik Digital Masyarakat Desa Lalu Muktar
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 2 No. 1 (2026): Membangun Ketahanan Komunitas melalui Edukasi dan Pemberdayaan Berkelanjutan
Publisher : PT LIB Research Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/dharmabakti.99b6dc74

Abstract

Transformasi digital dalam pelayanan publik telah meningkatkan kebutuhan akan literasi digital sebagai kompetensi kewargaan yang esensial, namun kesenjangan literasi digital masih membatasi kemampuan masyarakat desa dalam mengakses informasi dan layanan publik berbasis daring. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan praktis masyarakat desa dalam menggunakan teknologi digital untuk mengakses informasi dan layanan publik secara efektif. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan pendidikan partisipatif berbasis praktik dengan sasaran masyarakat perdesaan yang memiliki keterbatasan literasi digital fungsional. Metode pelaksanaan mencakup asesmen awal kebutuhan komunitas, perancangan bersama materi kontekstual, implementasi pembelajaran berbasis praktik langsung dan simulasi layanan publik digital, serta evaluasi pra–pascaprogram melalui survei terstruktur, observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan penilaian performa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan substansial pada literasi digital dasar, terutama pada keterampilan operasional, navigasi layanan publik digital, dan kepercayaan diri peserta. Secara kualitatif, peserta menunjukkan pergeseran perilaku dari ketergantungan menuju kemandirian dalam mengakses layanan publik digital, yang diperkuat oleh dinamika pembelajaran kolaboratif dan relevansi materi dengan kebutuhan sehari-hari. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan berbasis praktik memiliki dampak nyata terhadap kemandirian akses layanan publik digital dan menjawab kesenjangan intervensi literasi digital yang bersifat konseptual. Program ini berimplikasi penting bagi penguatan inklusi digital, pemberdayaan komunitas, dan dapat direplikasi sebagai model pengabdian berbasis pendidikan untuk mendukung keberlanjutan transformasi layanan publik di wilayah perdesaan.