Firza Fikri Rabbani
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Problematika Pembagian Waris Adat pada Kekerabatan Patrilineal Firza Fikri Rabbani; Muhammad Ardan; Kendra Kaulika Aliyah
Indonesian Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 4 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Social Sciences and Humanities (IJSSH)
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembagian waris adat dalam konteks kekerabatan patrilineal seringkali menghadapi sejumlah problematika yang kompleks. Harta waris umumnya diturunkan melalui garis keturunan laki-laki, yang dapat menyebabkan ketidakadilan bagi anggota perempuan keluarga. Berbagai faktor, seperti norma sosial, kebiasaan budaya, dan tekanan ekonomi, berkontribusi terhadap perselisihan yang terjadi di antara ahli waris. Selain itu, perubahan nilai dan pemikiran generasi muda juga mempengaruhi pandangan terhadap pembagian waris, menciptakan ketegangan antara tradisi dan modernitas. Penelitian ini menyoroti pentingnya mediasi dan reformasi dalam sistem waris untuk menciptakan keadilan bagi semua pihak. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengembangan kebijakan yang lebih inklusif dan adil dalam pengelolaan warisan dalam kekerabatan patrilineal.
E-Commerce dan Legalitas Kratom: Implikasi Hukum bagi Pelaku Usaha di Pasar Domestik dan Internasional Firza Fikri Rabbani; Mohamad Danang Imam Danu Arta; Achmad Rofiq; Fazrul Rahman Mukhsin
Indonesian Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 4 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Social Sciences and Humanities (IJSSH)
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Regulasi mengenai kratom bervariasi secara signifikan di berbagai negara, dengan beberapa negara seperti Thailand yang melegalkan penggunaannya untuk tujuan medis, sementara negara lain seperti Malaysia dan Latvia menerapkan larangan ketat. Perbedaan ini menciptakan tantangan bagi negara pengekspor, termasuk Indonesia, yang memiliki potensi ekonomi besar dari perdagangan kratom. Meskipun Indonesia telah mengeluarkan regulasi baru untuk meningkatkan kualitas produk, ketidakpastian hukum dan perbedaan standar di berbagai negara tetap menjadi hambatan, terutama dalam perdagangan e-commerce. Regulasi yang ada juga mencakup aspek legalitas, standar kualitas produk, dan perlindungan konsumen, yang memerlukan penyesuaian oleh pelaku usaha. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan harmonisasi regulasi di tingkat internasional yang dapat memberikan kepastian hukum dan mendorong pertumbuhan industri secara berkelanjutan. Kerja sama antara negara penghasil dan negara konsumen sangat penting untuk memastikan standar keamanan produk dan perlindungan konsumen yang memadai. Pendekatan berbasis bukti ilmiah yang mempertimbangkan aspek kesehatan masyarakat dan ekonomi harus menjadi landasan dalam pengembangan kerangka regulasi yang efektif untuk perdagangan kratom.