Najiba Najiba
Universitas Negeri Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Modifikasi Permainan Ular Tangga Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Berhitung Anak Berhadapan Hukum Najiba Najiba; Faradillah Firdaus; M. Ahkam Alwi; Lukman Nadjamuddin; Nurfajriyanti Rasyid
Jurnal Kebajikan: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 4 (2025): AGUSTUS
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jk.v3i4.50242

Abstract

Permainan merupakan salah satu media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan minat dan keterlibatan anak dalam proses belajar. Salah satu permainan yang mudah digunakan serta dapat dimodifikasi untuk tujuan edukatif adalah permainan ular tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan modifikasi permainan ular tangga sebagai upaya meningkatkan kemampuan berhitung Anak Berhadapan Hukum (ABH) di Sentra Wirajaya Makassar. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan kognitif partisipan. Metode pelaksanaan mencakup need assessment guna mengidentifikasi kebutuhan belajar, observasi kemampuan berhitung awal, serta pelaksanaan sesi bermain menggunakan ular tangga modifikasi yang memuat materi angka, penjumlahan, dan pengurangan sederhana. Selama proses kegiatan, fasilitator mencatat tingkat keterlibatan anak, kemampuan mengikuti aturan permainan, serta respons mereka terhadap tantangan berhitung yang muncul pada setiap langkah. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa seluruh partisipan mampu mengikuti permainan hingga akhir dan memperlihatkan peningkatan dalam mengenali angka serta menyelesaikan operasi hitung dasar selama permainan berlangsung. Selain itu, antusiasme peserta terlihat dari permintaan mereka untuk mengulangi permainan pada akhir sesi. Temuan ini mengindikasikan bahwa modifikasi permainan ular tangga dapat menjadi media pembelajaran yang efektif, menarik, dan ramah bagi ABH, sekaligus berpotensi menjadi alternatif metode pembelajaran yang lebih menyenangkan dalam konteks pendidikan nonformal.