Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Birthing Ball Terhadap Kemajuan Persalinan pada Ibu Bersalin Kala I di Klinik Pratama ST Fransiskus Asisi Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2024 Rimbun Purba1; Nopalina Suyanti Damanik; Ester Simanullang; Riska Susanti Pasaribu
NAJ Nursing Applied Journal Vol. 3 No. 1 (2025): January : Nursing Applied Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/naj.v3i1.536

Abstract

The birth ball is a physical therapy ball that helps mothers in the first stage in the progress of labor and can be used in various positions. One of the movements is sitting on the ball and rocking back and forth which makes you feel comfortable and helps progress labor by using gravity while increasing the release of endorphins because the elasticity and curvature of the ball stimulates the receptors in the pelvis which are responsible for secreting endorphins (Kurniawati, 2017). This research aims to determine the effect of using a birth ball on the progress of labor among women in the first stage of labor at the ST Fransiskus Assisi Pratama Clinic, Sei Tuan District, Deli Serdang Regency in 2024. This type of research is research using a quasi-experimental research method (quasi-experiment) with a pretest-design. posttest. The population and sample are all pregnant women from TM III Kenangan Health Center, Medan Denai District, Medan City in 2024 in May-June, as many as 32 people using the Purposive Sampling technique using the Chi Square statistical test. It was concluded that based on the results of the Chi Square test analysis, a significance value of 0.018 was obtained. Based on this value, because the p value <0.05, it could be concluded that the birth ball had an effect on the progress of labor in mothers in the first stage of labor at the ST Fransiskus Asisi Pratama Clinic, Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, Year 2024
Optimalisasi Karakter Generasi Emas, Maturitas melalui Core Value PACER (Profesional, Akuntabel, Collaboration, Empaty and Reliable) Rejo Kecamatan Tanjung Morawa Imran Saputra Surbakti; Zulkarnain Batubara; Damayanti Damayanti; Ester Simanullang; Sri Muliana Putri Bakara; Dinda Citra Lestari; Devina Julia Utami
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1420

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat Optimalisasi karakter maturitas dengan core value PACER (Professional, Accountable, Collaboratif, Empathy, Reliability), dengan studi kasus di Desa Bangun Rejo Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara dengan sasaran Kelompok Remaja. Metode yang digunakan adalah Forum Group Discussion (FGD), yang melibatkan tokoh Masyarakat, perangkat desa, orang tua, dilanjutkan dengan sosialisasi kegiatan, pelatihan, peningkatan kualitas pendidikan dan Literasi, penerapan system monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan kelompok sasaran remaja tentang karakter budaya PACER yang sangat significant setelah mendapatkan pelatihan, juga perubahan sikap dan perilaku remaja dalam kehidupan sehari-hari yang menunjukkan signifikan perilaku berbudaya dan berkarakter. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan FGD efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku berbudaya PACER pada sasaran remaja dengan media edukasi berupa PPT, Leaflet, Poster, dan video animasi tentang budaya core Value PACER. Hasil dari pengabdian Masyarakat ini ditemukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dengan metode pengukuran ANNOVA test diperoleh bahawa: pengetahuan remaja mengenai PACER meningkat dari point pre-test 55 menjadi 88 point post-test. Perubahan perilaku : sebanyak 34 remaja, dan 92% melaporkan adanya peningkatan bertanggung jawab terhadap tugas tanggung jawab seperti tugas di sekolah. Keberlangsungan kegiatan ini akan berdampak positif bagi peningkatan Karakter remaja menuju Indonesia Generasi Emas 2045.
Implementasi Rumah Laktasi untuk Peningkatan Produksi ASI pada Ibu Nifas di BPM Wilayah Kerja Kelurahan Kwala Bekala Medan Johor Lisa Putri Utami Damanik; Ester Simanullang; Siska Suci Triana Ginting; Christine Dwi Octhaviani Panjaitan; Meniat Jaya Tafonao
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v9i1.10247

Abstract

Pengabdian Masyarakat Rumah Laktasi memberikan dukungan sosial yang kuat bagi ibu nifas, memungkinkan mereka untuk menyusui dengan nyaman dan efektif, yang berdampak pada peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak.  Nira, atau air sadapan dari pohon aren/kelapa, dikenal memiliki kandungan nutrisi seperti karbohidrat, vitamin, dan mineral yang dapat membantu meningkatkan energi ibu serta merangsang produksi ASI. Selain itu, nira merupakan minuman tradisional yang mudah diperoleh di masyarakat pedesaan dan relatif murah. Melihat potensi tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pembagian nira bagi ibu menyusui menjadi salah satu langkah nyata untuk memberikan dukungan gizi, meningkatkan produksi ASI, sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya ASI eksklusif. Dengan adanya kegiatan ini, para ibu nifas maupun ibu menyusui dapat lebih termotivasi dalam memberikan ASI eksklusif, sehingga angka keberhasilan pemberian ASI meningkat dan turut mendukung pencapaian derajat kesehatan ibu dan anak Hal ini akan berkontribusi pada penurunan angka stunting dan meningkatkan status gizi bayi. Metode yang dilakukan adalah muali dari sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, Antusiasme peserta sangat baik, ditunjukkan dengan partisipasi aktif dalam diskusi dan pengisian informed consent untuk mengikuti program Rumah Laktasi. Adanya peningkatan pemahaman tentang kualitas ASI, cara pumping sesuai SOP, serta pencegahan masalah laktas. Monitoring dilakukan melalui kuesioner dari ibu nifas dan bidan mitra. Hasil evaluasi menunjukkan 90% responden merasa terbantu dengan adanya Rumah Laktasi, baik dari segi kenyamanan menyusui maupun peningkatan produksi ASI. Rata-rata peningkatan nilai pengetahuan peserta mencapai kategori baik Ibu nifas melaporkan peningkatan produksi ASI dan lebih percaya diri menyusui.
Implementasi Gerak Triple-E: Pemberdayaan Kader dalam Skrining HIV, Sifilis, dan Hepatitis B pada Ibu Hamil Nur Azizah; Ester Simanullang; Friza Novita Sari Situmorang; Rosmani Sinaga; Ingka K Pangaribuan; Sindi Cantika Sianturi; Niska Wati Waruw
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/xrbfhq86

Abstract

HIV, sifilis, dan hepatitis B masih menjadi masalah kesehatan ibu dan anak di Indonesia karena berisiko menular dari ibu ke bayi, sementara skrining terpadu ibu hamil di Desa Bangun Rejo, Tanjung Morawa belum optimal akibat terbatasnya kapasitas kader kesehatan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dan PKK dalam skrining terpadu HIV, sifilis, dan hepatitis B pada ibu hamil melalui pendekatan Gerak Triple-E. Kegiatan dilaksanakan 19 Februari 2026 di Aula Kantor Desa Bangun Rejo dengan metode penyuluhan, demonstrasi media edukasi digital, serta diskusi tanya jawab, diikuti seluruh kader kesehatan yang diundang. Evaluasi dilakukan deskriptif melalui pengamatan partisipasi, kemampuan kader menjelaskan kembali alur skrining, serta umpan balik peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman kader tentang penularan ibu ke anak dan pentingnya skrining dini, serta kemampuan menjelaskan kembali alur skrining Triple-E kepada sesama peserta. Media edukasi digital Gerak Triple-E diterima baik sebagai alat bantu penyuluhan inovatif dan mudah diakses, berpotensi direplikasi mempercepat eliminasi HIV, sifilis, dan hepatitis B nasional