Supriyono Supriyono
Pendidikan Ekonomi, Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Case-based Learning (CBL) dalam Pendidikan Pancasila untuk Meningkatkan Pemikiran Kritis dan Moral Mahasiswa Nanda Aulia; Kalisha Humaira Setiawan; Maysan Destiani; Raia Shifa Ramadhani; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran berbasis kasus (case-based learning) merupakan salah satu strategi yang mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis melalui analisis situasi nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan efektivitas penerapan case-based learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir analitis dan kolaboratif mahasiswa. Metode yang digunakan adalah studi literatur dari beberapa penelitian terdahulu yang membahas penerapan case-based learning di lingkungan pendidikan tinggi. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode ini mampu meningkatkan pemahaman konsep, keterlibatan aktif, serta kemampuan pemecahan masalah mahasiswa. Selain itu, case-based learning juga membangun sikap reflektif dan tanggung jawab dalam proses belajar. Kesimpulannya, penerapan case-based learning dapat menjadi pendekatan yang efektif untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna di perguruan tinggi.
Degradasi Moralitas Generasi Muda di Era Globalisasi: Relevansi Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Benteng Karakter Nailayafa Afiqa; Siti Sarah; Nazwa Kamila Aghna; Al Fathul Jadid Muhammad El Aziz; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan moralitas di kalangan generasi muda merupakan akibat langsung dari globalisasi dan digitalisasi, yang ditandai oleh berkurangnya nilai-nilai keagamaan, kemanusiaan, dan persatuan, serta diperburuk oleh ketergantungan pada konten negatif. Data serius tentang perilaku remaja yang menunjukkan krisis moral ditemukan melalui survei kemenPAA 2023 dan SKAP 2019. Kajian literatur ini bertujuan menganalisis penurunan moralitas di era digital serta relevansi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sebagai benteng karakter. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap 8 artikel terpilih dari basis data Google Scholar dan SINTA dalam periode 2017–2024, dengan kata kunci "degradasi moral," "pendidikan karakter," dan "kewarganegaraan". Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa PKn memiliki posisi strategis sebagai pilar utama dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila. Kesuksesan PKn dapat diukur melalui perubahan dalam pengetahuan, sikap, serta aspek sosial-budaya pada kelompok sasaran (generasi muda), yakni peningkatan pemahaman nilai Pancasila dan pembentukan karakter yang didasarkan pada nilai tersebut. Namun, efektivitas PKn terbatas tanpa dukungan aktif dan teladan dari keluarga serta masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk memperkuat pendidikan moral melalui kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, serta mengembangkan model yang menggabungkan PKn dengan penguatan peran keluarga (parenting) dan literasi digital.