Penurunan moralitas di kalangan generasi muda merupakan akibat langsung dari globalisasi dan digitalisasi, yang ditandai oleh berkurangnya nilai-nilai keagamaan, kemanusiaan, dan persatuan, serta diperburuk oleh ketergantungan pada konten negatif. Data serius tentang perilaku remaja yang menunjukkan krisis moral ditemukan melalui survei kemenPAA 2023 dan SKAP 2019. Kajian literatur ini bertujuan menganalisis penurunan moralitas di era digital serta relevansi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sebagai benteng karakter. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap 8 artikel terpilih dari basis data Google Scholar dan SINTA dalam periode 2017–2024, dengan kata kunci "degradasi moral," "pendidikan karakter," dan "kewarganegaraan". Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa PKn memiliki posisi strategis sebagai pilar utama dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila. Kesuksesan PKn dapat diukur melalui perubahan dalam pengetahuan, sikap, serta aspek sosial-budaya pada kelompok sasaran (generasi muda), yakni peningkatan pemahaman nilai Pancasila dan pembentukan karakter yang didasarkan pada nilai tersebut. Namun, efektivitas PKn terbatas tanpa dukungan aktif dan teladan dari keluarga serta masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk memperkuat pendidikan moral melalui kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, serta mengembangkan model yang menggabungkan PKn dengan penguatan peran keluarga (parenting) dan literasi digital.