Suhartati Suhartati
Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Syiah Kuala

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan Video Animasi Edukatif untuk Mengenalkan Pendidikan Seks pada Anak Usia Dini Elsie Faraswati; Yuhasriati Yuhasriati; Gracia Mandira; Suhartati Suhartati; Sri Wahyuni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan seks pada anak usia dini perlu diawali dengan pengenalan perbedaan gender agar anak memahami perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berupa video animasi untuk mengenalkan pendidikan seks pada anak usia dini. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model Four-D, meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Data diperoleh melalui studi literatur serta validasi oleh ahli materi, ahli media, dan praktisi. Hasil validasi menunjukkan skor 95% dari ahli materi, 87,5% dari ahli media, dan 100% dari praktisi. Uji coba menunjukkan anak mampu memahami isi video dengan baik. Dengan demikian, video animasi ini dinyatakan layak dan efektif sebagai media pembelajaran pendidikan seks bagi anak usia dini.
Strategi Guru Mengembangkan Kemampuan Berpikir Simbolik Anak Melalui Penggunaan Media Loose Parts di TK IT Permata Sunnah Kota Banda Aceh Salsabila Mesbach; Taat Kurnita Yeniningsih; Siti Naila Fauzia; Suhartati Suhartati; Rahmatun Nessa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh perkembangan kemampuan berpikir simbolik anak yang berlangsung dengan baik pada kelas A (usia 4-5 tahun) TK IT Permata Sunnah, Kota Banda Aceh, ditunjukkan oleh anak sudah bisa membilang melalui tutup botol, stik es krim, dan batu kecil, anak sudah bisa mengenal konsep bilangan pada kegiatan mengurutkan bilangan dengan potongan 4 kardus angka, anak sudah bisa mengenal lambang bilangan pada kegiatan menggunakan stik es krim. Peneliti bertujuan untuk mengetahui strategi guru mengembangkan kemampuan berpikir simbolik anak melalui penggunaan media loose parts. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi terhadap 2 guru kelas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat strategi utama yang dilakukan guru, yaitu memberikan pijakan (scaffolding), metode demonstrasi, penggunaan bahan loose parts dari alam dan sintetis, serta penilaian dan evaluasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa beberapa strategi guru yang dikembangkan efektif untuk pengembangkan kemampuan berpikir simbolik anak.
Penerapan Bermain Bowling untuk Mengenalkan Bilangan bagi Anak di PAUD Ar Rayyan Darussalam Nur Masna; Yuhasriati Yuhasriati; Rahmi Sofyan; Suhartati Suhartati; Sitti Muliya Rizka
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.35784

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi masih rendahnya kemampuan mengenal bilangan anak pada kelompok A di PAUD Ar Rayyan Darussalam, khususnya anak belum mampu menyebutkan lambang bilangan 1-10 dan mampu membilang banyak benda 1-10. Penelitian ini bertujuan untuk mengenalkan bilangan untuk anak usia dini melalui bermain bowling. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK) model Kurt Lewin yang dilaksanakan dalam 3 siklus, dimana setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi dengan subjek 8 orang anak. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan unjuk kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada kemampuan mengenal bilangan anak yaitu dengan indikator keberhasilan mencapai 75% atau 6 dari 8 anak mencapai kategori anak sudah mampu menyebutkan lambang bilangan 1-10 dengan tepat tanpa bantuan guru, anak sudah mampu membilang banyak benda 1-10 dengan tepat tanpa bantuan guru, dan anak sudah mampu mencocokkan banyak benda dengan lambang bilangan 1-10. Pelaksanaan tindakan yang dilakukan, guru memperlihatkan dan menyebutkan lambang bilangan 1-10 kepada anak, guru mendemonstrasikan cara bermain bowling kepada anak, guru meminta anak maju ke depan secara bergantian untuk bermain bowling, menyebutkan lambang bilangan membilang banyak benda 1-10 dan mencocokkan banyak benda dengan lambang bilangan 1-10.