Zidan Jaylani Rukmana
Manajemen Industri Katering, Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Wisata Kuliner Surabi sebagai Media Branding Gastronomi di Kota Bandung Muhammad Adriel Nugraha; Nabila Ghina Zafira; Salsabila Keysa Azahra; Zidan Jaylani Rukmana; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang kami temukan di dunia gastronomi tentang Surabi di Kota Bandung yaitu keterbatasan varian rasa yang kurang mengikuti kenginginan konsumen, harga yang tidak stabil, kualitas bahan yang tidak konsisten, dan keterbatasan tempat makanan. Maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana wisata kuliner surabi bisa menjadi media branding gastronomi di Kota Bandung. Metode yang kami gunakan yaitu penelitian kuantitatif yaitu pendekatan riset yang mengumpulkan dan menganalisis data berbentuk angka atau data numerik untuk mengukur variabel, dan membuat prediksi secara objektif melalui analisis statistic. Pengumpulan data yang kami gunakan yaitu dengan menyebarkan kuisioner atau angket. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Surabi memiliki potensi yang besar sebagai media branding gastronomi di Kota Bandung. Dalam mewujudkan hal tersebut perlu melakukan beberapa hak agar terwujud, dengan melakukan promosi melalui media sosial menjadi strategi paling efektif untuk meningkatkan popularitas Surabi, diikuti dengan inovasi rasa yang tetap menjaga keaslian cita rasa tradisional.
Perbedaan Makna Istilah ’Tumis’, ’Oseng’, ’Cah’ serta Implikasinya terhadap Khazanah Kosakata Bidang Gastronomi Indonesia Muhammad Adriel Nugraha; Muhammad Fachri Azzam; Muhammad Raufal Azizurrahman; Rusdi Purwasasmita; Zidan Jaylani Rukmana; Mochamad Whilky Rizkyanfi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38671

Abstract

Masalah utama yang kami temukan dalam dunia gastronomi adalah sulitnya membedakan makna istilah "Tumis", "Oseng", dan "Cah". Maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan makna leksikal antara istilah "Tumis", "Oseng", dan "Cah" serta implikasinya terhadap khazanah kosakata gastronomi Indonesia. Menggunakan metode penelitian studi literatur, data dikumpulkan melalui penelusuran sistematis terhadap sumber primer seperti KBBI, kamus dialek, serta literatur gastronomi. Analisis semantik komponensial menunjukkan bahwa meskipun ketiganya merujuk pada teknik memasak dengan sedikit minyak, terdapat perbedaan signifikan pada intensitas api, durasi, asal etimologis, dan konteks penggunaannya. "Tumis" merupakan istilah formal asal Melayu, "Oseng" merupakan variasi dialektal Jawa dengan api sedang, dan "Cah" merupakan serapan Tionghoa yang menggunakan api sangat tinggi (teknik stir-fry). Hasil penelitian menegaskan bahwa ketiga istilah ini adalah sinonim parsial yang memperkaya identitas budaya kuliner Nusantara. Pemahaman perbedaan ini penting untuk pendidikan bahasa, standarisasi leksikografi, dan promosi pariwisata gastronomi Indonesia.