Rusdi Purwasasmita
Manajemen Industri Katering, Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Etika Kewargaan dalam Dunia Kuliner: antara Hak Konsumen dan Tanggung Jawab Pelaku Usaha M. Rasya Putra Irawan; Tia Oktavia; Rusdi Purwasasmita; M. Fachri Azzam; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengulas pentingnya penerapan etika kewargaan dalam dunia kuliner, terutama dalam menyeimbangkan hak konsumen dengan tanggung jawab pelaku usaha. Latar belakang penelitian ini berangkat dari masih seringnya ditemukan pelanggaran etika di bidang kuliner, seperti penggunaan bahan yang tidak higienis, pemalsuan label halal, serta ketidak sesuaian antara harga dan kualitas produk. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif melalui penyebaran angket kepada responden untuk mengetahui pandangan masyarakat mengenai pentingnya etika kewargaan dalam usaha kuliner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden sepakat akan pentingnya nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian sosial bagi pelaku usaha. Penerapan etika kewargaan diyakini dapat menciptakan hubungan yang adil antara produsen dan konsumen, serta membangun dunia kuliner yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga bermartabat secara moral.
Perbedaan Makna Istilah ’Tumis’, ’Oseng’, ’Cah’ serta Implikasinya terhadap Khazanah Kosakata Bidang Gastronomi Indonesia Muhammad Adriel Nugraha; Muhammad Fachri Azzam; Muhammad Raufal Azizurrahman; Rusdi Purwasasmita; Zidan Jaylani Rukmana; Mochamad Whilky Rizkyanfi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38671

Abstract

Masalah utama yang kami temukan dalam dunia gastronomi adalah sulitnya membedakan makna istilah "Tumis", "Oseng", dan "Cah". Maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan makna leksikal antara istilah "Tumis", "Oseng", dan "Cah" serta implikasinya terhadap khazanah kosakata gastronomi Indonesia. Menggunakan metode penelitian studi literatur, data dikumpulkan melalui penelusuran sistematis terhadap sumber primer seperti KBBI, kamus dialek, serta literatur gastronomi. Analisis semantik komponensial menunjukkan bahwa meskipun ketiganya merujuk pada teknik memasak dengan sedikit minyak, terdapat perbedaan signifikan pada intensitas api, durasi, asal etimologis, dan konteks penggunaannya. "Tumis" merupakan istilah formal asal Melayu, "Oseng" merupakan variasi dialektal Jawa dengan api sedang, dan "Cah" merupakan serapan Tionghoa yang menggunakan api sangat tinggi (teknik stir-fry). Hasil penelitian menegaskan bahwa ketiga istilah ini adalah sinonim parsial yang memperkaya identitas budaya kuliner Nusantara. Pemahaman perbedaan ini penting untuk pendidikan bahasa, standarisasi leksikografi, dan promosi pariwisata gastronomi Indonesia.