Supriyono Supriyono
Akuntansi, Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Integrasi Pendidikan Pancasila dan Literasi Digital dalam Membangun Kesadaran Kebangsaan Mahasiswa: Systematic Literature Review Nabila Arifatur Nisa; Sherina Nazmah Aulia; Zia Nurfadilah; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital membawa dampak signifikan terhadap perilaku dan pola pikir mahasiswa, termasuk dalam hal kesadaran berbangsa dan bernegara. Di sisi lain, Pendidikan Pancasila memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan identitas kebangsaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi pendidikan Pancasila dan literasi digital dalam membangun kesadaran kebangsaan mahasiswa melalui pendekatan Systematic Literature Review. Data dikumpulkan dari artikel ilmiah yang diperoleh melalui Google Scholar, Garuda, dan Sinta dengan rentang publikasi 2018 sampai 2024. Sebanyak 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai nilai Pancasila dan literasi digital berkontribusi positif terhadap peningkatan kesadaran kebangsaan mahasiswa. Literasi digital membantu mahasiswa dalam memilah informasi, memahami etika bermedia, dan menghindari disinformasi, sementara Pendidikan Pancasila memberikan landasan moral dalam berperilaku di ruang digital. Pembelajaran berbasis digital yang memasukkan nilai kebangsaan terbukti efektif dalam memperkuat identitas nasional mahasiswa. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kurikulum berbasis digital citizenship dan peningkatan pelatihan literasi digital di perguruan tinggi.
Refleksi Sila Kemanusiaan dan Keadilan Sosial: Eksplorasi Naratif Pengalaman Ketidakadilan Siswa Korban Bullying dan Peran Sekolah Aurelia Fidela Rambe Malona; Gabriella Evelin Miracle Pulalo; Imelda Fransiska; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, dunia pendidikan di Indonesia tengah menghadapi tantangan serius berupa tingginya angka kasus perundungan yang berdampak buruk bagi anak. Penelitian ini melihat dari sudut pandang Pancasila, khususnya nilai kemanusiaan dan keadilan sosial yang terkandung dalam Sila Kedua dan Kelima. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggali akar masalah dari berbagai jurnal ilmiah, laporan lembaga perlindungan anak, serta kebijakan hukum yang ada. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa perundungan dipicu oleh pola asuh keluarga, budaya sekolah yang abai, hingga pudarnya pengamalan nilai-nilai Pancasila di era digital. Dampaknya pun sangat mendalam, mulai dari luka fisik hingga trauma psikis yang menghambat prestasi dan kehidupan sosial korban. Payung hukum bagi korban juga dinilai masih perlu diperbaiki. Penelitian ini menyimpulkan bahwa memutus rantai perundungan membutuhkan kerja bersama antara keluarga, sekolah, dan negara. Melalui penguatan karakter, literasi digital, dan regulasi yang lebih tegas, kita dapat mewujudkan sekolah sebagai rumah yang aman, adil, dan beradab bagi setiap anak Indonesia.
Peran Sila Ketuhanan Yang Maha Esa (Sila I) dalam Pembentukan Integritas dan Responsibilitas Akuntan Publik Indonesia: Sebuah Kajian Etika Transendenta Fatimah Tuzzahro; Delia Eka Septiyani; Yasrifa Azmalia Hildayanti; Supriyono Supriyono
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maraknya skandal akuntansi yang terjadi telah meruntuhkan kepercayaan publik terhadap profesi akuntan di Indonesia. Fenomena ini mengindikasikan adanya krisis integritas yang memerlukan landasan etika lebih kuat daripada sekadar kepatuhan aturan formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami konsep etika transendental serta tanggung jawab profesi akuntan melalui perspektif nilai-nilai luhur Pancasila. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka (literature review), yang mengeksplorasi penafsiran filosofis dan moral Sila pertama Pancasila, "Ketuhanan Yang Maha Esa". Hasil kajian menunjukkan bahwa internalisasi Sila ke-1 mampu memperkuat integritas akuntan melalui kesadaran spiritual yang menempatkan Tuhan sebagai sumber kebenaran mutlak (transendental). Kesadaran ini memposisikan akuntan tidak hanya sebagai subjek hukum, tetapi juga sebagai agen moral yang bertanggung jawab kepada Sang Pencipta. Dengan menginternalisasi etika transendental berbasis Pancasila, seorang akuntan diharapkan memiliki komitmen moral yang kokoh untuk mengambil keputusan yang tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga benar secara etis.