Fuji Astuti
Pendidikan Seni, Universitas Negeri Padang

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Perkembangan Tari Piring sebagai Warisan Budaya Minangkabau: Studi Literatur Ulfiyah Fauziyyah; Fuji Astuti; Ardipal Ardipal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.35831

Abstract

Tari Piring merupakan salah satu warisan budaya Minangkabau yang memiliki nilai estetika tinggi dan fungsi sosial yang penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan bentuk gerak dan fungsi Tari Piring dalam masyarakat Minangkabau melalui pendekatan studi literatur. Data dikumpulkan dari artikel jurnal dan dokumen ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif dan tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa Tari Piring mengalami transformasi dari tari ritual ke tari hiburan dalam pertunjukan seni. Bentuk gerak, pola lantai, dan penggunaan properti mengalami penyesuaian sesuai konteks sosial dan estetika pertunjukan. Fungsi Tari Piring pun berkembang, mulai dari fungsi religius dan ritual adat hingga fungsi edukatif dan promosi budaya. Kajian ini menunjukkan bahwa Tari Piring tetap relevan dan dinamis sebagai simbol identitas budaya Minangkabau.
Peran Pendidikan Seni dalam Pengembangan Karakter Peserta Didik: Studi Literatur Halda Khairannisa; Fuji Astuti; Ardipal Ardipal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.35832

Abstract

Pendidikan seni berperan penting dalam pengembangan karakter peserta didik karena melibatkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara terpadu. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran pendidikan seni, khususnya seni tari, dalam pembentukan karakter peserta didik melalui studi literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur terhadap lima artikel ilmiah yang relevan, dengan analisis deskriptif-kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan seni tari berkontribusi dalam menumbuhkan nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, kreativitas, empati, dan toleransi. Proses pembelajaran seni tari memberikan pengalaman estetik yang mendukung internalisasi nilai moral dan sosial secara kontekstual. Oleh karena itu, pendidikan seni tari memiliki peran strategis sebagai media penguatan pendidikan karakter di sekolah.
Gandai Tari Suku Pekal Bengkulu Utara: Kajian Fungsi Tari Rita Maryani; Fuji Astuti; Ardipal Ardipal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.35833

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis semua aspek yang berkaitan dengan fungsi tari Gandai di Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan teknik deskriptif. Peneliti berperan sebagai alat utama, dilengkapi dengan alat tulis, kamera, dan flashdisk. Data yang digunakan meliputi sumber primer dan sekunder. Metode pengumpulan data meliputi observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data meliputi langkah-langkah pengumpulan data, deskripsi, dan perumusan kesimpulan yang dapat diverifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Gandai mengalami pergeseran fungsi. Awalnya berfungsi sebagai bagian dari tradisi adat dan sarana sosial masyarakat, kini Gandai berfungsi sebagai sarana hiburan, sarana pertunjukan atau tontonan, serta sarana pendidikan. Fungsi pendidikan diwujudkan melalui pembelajaran Gandai sebagai muatan lokal di sekolah. Dengan demikian, tari Gandai tidak hanya berperan sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pelestarian nilai budaya dan identitas masyarakat Pekal di Bengkulu Utara.
Pendekatan Etnografi dalam Penelitian Seni Tari Tradisional Berbasis Kearifan Lokal di Kabupaten Rejang Lebong Rahma Novita Sari; Fuji Astuti; Ardipal Ardipal; Indrayuda Indrayuda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36079

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara etnografi tentang seni tari tradisional berbasis kearifan lokal di Kabupaten Rejang Lebong. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dokumentasi. Data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Langkah-langkah menganalisis data adalah proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukakn bahwa pendekatan etnografi tidak hanya mendokumentasikan gerak tari, tetapi juga memahami tari sebagai hidup yang dijalani (lived experience) oleh masyarakat Rejang Lebong. Dengan demikian, penelitian dapat mengungkap bagaimana kearifan lokal tetap hidup, bertransformasi, atau terancam dalam seni tari tradisional. Hasilnya dapat menjadi dasar untuk pelestarian berbasis komunitas dan pengembangan pendidikan budaya yang kontekstual.
Meningkatkan Keterampilan Menari Siswa Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler di SMP Negeri 1 Padang Evindo Marsiano; Fuji Astuti; Ardipal Ardipal; Indrayuda Indrayuda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36080

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan menari siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 1 Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkaan melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dokumentasi. Data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Langkah-langkah menganalisis data adalah proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode yang digunakan dalam ekstrakurikuler seni tari piriang yaitu metode ceramah, demonstrasi dan praktek. Sedangkan sarana prasarana masih dalam kondisi belum memadai meski secara umum sudah terlaksana dengan baik, sarana prasarana dalam kegiatan ini meliputi Handphone dan Spekear. Penilaian pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler seni tari di SMP Negeri 1 Padang yaitu penilaian secara langsung yaitu selama proses latihan, penilaian disiplin yang langsung diberikan secara kualitatif seperti : A (Sangat Baik) yang diberikan dengan rentang nilai dari 85- 100, B (Baik) yang diberikan rentang 76-84, C (Cukup) yang diberikan rentang 65-75, D(Kurang) yang diberikan rentang 55-64. Maka dengan adanya pelaksanaan ekstrakurikuler seni tari piriang di SMP Negeri 1 Padang dengan menerapkan kedisplinan, latihan terus menerus, diberikan fasilitas dapat mengembangkan mutu keterampilan, bakat dan minat yang dimiliki siswa serta melatih rasa percaya diri dan kemampuan dalam menari.
Peran Pendidikan Guru Seni Budaya dalam Pelestarian Seni Tradisional di SMP 1 Koto XI Tarusan Salsa Bila Nakiah; Fuji Astuti; Ardipal Ardipal; Indrayuda Indrayuda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36393

Abstract

Pelestarian seni tradisional merupakan isu penting dalam menghadapi arus globalisasi yang semakin mengikis minat generasi muda terhadap budaya lokal. Pendidikan formal, khususnya melalui mata pelajaran seni budaya, menjadi sarana strategis untuk menanamkan kesadaran, apresiasi, dan keterampilan dalam seni tradisional. Guru seni budaya memiliki peran sentral sebagai fasilitator, motivator, dan mediator antara siswa dengan nilai-nilai budaya yang ingin dilestarikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menganalisis peran guru dalam pelestarian seni tradisional di SMP 1 Koto XI Tarusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah aktif mengintegrasikan materi lokal ke dalam pembelajaran, mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler, dan bekerja sama dengan komunitas seni lokal. Meski demikian, kendala seperti keterbatasan sarana, waktu pembelajaran, dan tekanan kurikulum nasional memengaruhi efektivitas pelestarian. Rekomendasi mencakup penguatan kurikulum berbasis budaya lokal, peningkatan kompetensi guru, penyediaan sarana pendukung, serta kemitraan berkelanjutan antara sekolah, siswa, guru, dan komunitas budaya. Penelitian ini menekankan bahwa pendidikan seni budaya yang kontekstual dan partisipatif menjadi kunci keberlangsungan pelestarian seni tradisional di lingkungan sekolah.