Indrayuda Indrayuda
Pendidikan Seni, Universitas Negeri Padang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendekatan Etnografi dalam Penelitian Seni Tari Tradisional Berbasis Kearifan Lokal di Kabupaten Rejang Lebong Rahma Novita Sari; Fuji Astuti; Ardipal Ardipal; Indrayuda Indrayuda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36079

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara etnografi tentang seni tari tradisional berbasis kearifan lokal di Kabupaten Rejang Lebong. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dokumentasi. Data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Langkah-langkah menganalisis data adalah proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukakn bahwa pendekatan etnografi tidak hanya mendokumentasikan gerak tari, tetapi juga memahami tari sebagai hidup yang dijalani (lived experience) oleh masyarakat Rejang Lebong. Dengan demikian, penelitian dapat mengungkap bagaimana kearifan lokal tetap hidup, bertransformasi, atau terancam dalam seni tari tradisional. Hasilnya dapat menjadi dasar untuk pelestarian berbasis komunitas dan pengembangan pendidikan budaya yang kontekstual.
Meningkatkan Keterampilan Menari Siswa Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler di SMP Negeri 1 Padang Evindo Marsiano; Fuji Astuti; Ardipal Ardipal; Indrayuda Indrayuda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36080

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan menari siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 1 Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkaan melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dokumentasi. Data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Langkah-langkah menganalisis data adalah proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode yang digunakan dalam ekstrakurikuler seni tari piriang yaitu metode ceramah, demonstrasi dan praktek. Sedangkan sarana prasarana masih dalam kondisi belum memadai meski secara umum sudah terlaksana dengan baik, sarana prasarana dalam kegiatan ini meliputi Handphone dan Spekear. Penilaian pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler seni tari di SMP Negeri 1 Padang yaitu penilaian secara langsung yaitu selama proses latihan, penilaian disiplin yang langsung diberikan secara kualitatif seperti : A (Sangat Baik) yang diberikan dengan rentang nilai dari 85- 100, B (Baik) yang diberikan rentang 76-84, C (Cukup) yang diberikan rentang 65-75, D(Kurang) yang diberikan rentang 55-64. Maka dengan adanya pelaksanaan ekstrakurikuler seni tari piriang di SMP Negeri 1 Padang dengan menerapkan kedisplinan, latihan terus menerus, diberikan fasilitas dapat mengembangkan mutu keterampilan, bakat dan minat yang dimiliki siswa serta melatih rasa percaya diri dan kemampuan dalam menari.
Peran Pendidikan Guru Seni Budaya dalam Pelestarian Seni Tradisional di SMP 1 Koto XI Tarusan Salsa Bila Nakiah; Fuji Astuti; Ardipal Ardipal; Indrayuda Indrayuda
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36393

Abstract

Pelestarian seni tradisional merupakan isu penting dalam menghadapi arus globalisasi yang semakin mengikis minat generasi muda terhadap budaya lokal. Pendidikan formal, khususnya melalui mata pelajaran seni budaya, menjadi sarana strategis untuk menanamkan kesadaran, apresiasi, dan keterampilan dalam seni tradisional. Guru seni budaya memiliki peran sentral sebagai fasilitator, motivator, dan mediator antara siswa dengan nilai-nilai budaya yang ingin dilestarikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menganalisis peran guru dalam pelestarian seni tradisional di SMP 1 Koto XI Tarusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah aktif mengintegrasikan materi lokal ke dalam pembelajaran, mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler, dan bekerja sama dengan komunitas seni lokal. Meski demikian, kendala seperti keterbatasan sarana, waktu pembelajaran, dan tekanan kurikulum nasional memengaruhi efektivitas pelestarian. Rekomendasi mencakup penguatan kurikulum berbasis budaya lokal, peningkatan kompetensi guru, penyediaan sarana pendukung, serta kemitraan berkelanjutan antara sekolah, siswa, guru, dan komunitas budaya. Penelitian ini menekankan bahwa pendidikan seni budaya yang kontekstual dan partisipatif menjadi kunci keberlangsungan pelestarian seni tradisional di lingkungan sekolah.