Pelestarian seni tradisional merupakan isu penting dalam menghadapi arus globalisasi yang semakin mengikis minat generasi muda terhadap budaya lokal. Pendidikan formal, khususnya melalui mata pelajaran seni budaya, menjadi sarana strategis untuk menanamkan kesadaran, apresiasi, dan keterampilan dalam seni tradisional. Guru seni budaya memiliki peran sentral sebagai fasilitator, motivator, dan mediator antara siswa dengan nilai-nilai budaya yang ingin dilestarikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menganalisis peran guru dalam pelestarian seni tradisional di SMP 1 Koto XI Tarusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah aktif mengintegrasikan materi lokal ke dalam pembelajaran, mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler, dan bekerja sama dengan komunitas seni lokal. Meski demikian, kendala seperti keterbatasan sarana, waktu pembelajaran, dan tekanan kurikulum nasional memengaruhi efektivitas pelestarian. Rekomendasi mencakup penguatan kurikulum berbasis budaya lokal, peningkatan kompetensi guru, penyediaan sarana pendukung, serta kemitraan berkelanjutan antara sekolah, siswa, guru, dan komunitas budaya. Penelitian ini menekankan bahwa pendidikan seni budaya yang kontekstual dan partisipatif menjadi kunci keberlangsungan pelestarian seni tradisional di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026