Dayun Ifanda
Universitas Satya Terra Bhinneka

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kearifan Lokal Pemanfaatan Mangrove Untuk Ketahanan Pangan Masyarakat Pesisir Di Desa Jaring Halus, Sumatera Utara Ratna Sari; Dini Hardiani Has; Dayun Ifanda
Jurnal Kelautan Vol 18, No 3: Desember (2025)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v18i3.32317

Abstract

ABSTRAKPemanfaatan biodiversitas hutan mangrove dalam upaya menjaga ketahanan pangan masyarakat pesisir sangat penting untuk diketahui. Mengingat pengetahuan tradisional sudah menjadi aset sosial yang penting maka fungsinya dalam masyarakat sekitar hutan harus diidentifikasi dengan jelas. Identifikasi spesies flora dan fauna di ekosistem mangrove dapat diarahkan untuk meningkatkan potensi diversifikasi dalam penggunaannya khususnya bagi masyarakat pesisir yang hidup berdampingan dengan hutan mangrove. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis flora dan fauna mangrove yang dimanfaatkan masyarakat serta bentuk kearifan lokal dalam menjaga ketahanan pangan di Desa Jaring Halus, Kabupaten Langkat. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan 35 responden dan observasi lapangan terhadap vegetasi dan fauna mangrove. Hasil menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan 14 jenis tumbuhan dan 15 jenis ikan dan udang sebagai sumber pangan dan bahan pengobatan. Kearifan lokal berupa tradisi Jamu Laut berperan penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove. Pemanfaatan mangrove lebih dominan untuk bahan bakar dan kayu bangunan dibanding pangan langsung. Pengetahuan lokal ini berpotensi mendukung pengembangan strategi ketahanan pangan berbasis ekosistem pesisir.Kata Kunci: Kearifan lokal, Mangrove, Pangan, Pemanfaatan, PesisirABSTRACTUnderstanding the use of mangrove forest biodiversity in maintaining food security in coastal communities is crucial. Given that traditional knowledge has become a significant social asset, its function within communities surrounding the forest must be clearly identified. Identification of flora and fauna species in the mangrove ecosystem can be directed towards increasing the potential for diversification, particularly for coastal communities living adjacent to mangrove forests. This study aims to identify the types of mangrove flora and fauna utilized by the community and the forms of local wisdom in maintaining food security in Jaring Halus Village, Langkat Regency. Data were obtained through semi-structured interviews with 35 respondents and field observations of mangrove vegetation and fauna. The results indicate that the community utilizes 14 plant species and 15 fish and shrimp species as food sources and medicinal ingredients. Local wisdom, the Jamu Laut tradition, plays a crucial role in maintaining the sustainability of the mangrove ecosystem. Mangroves are predominantly used for fuel and building wood rather than for direct food. This local knowledge has the potential to support the development of coastal ecosystem-based food security strategies.Keywords: Local wisdom, Mangrove, Food, Utilization, Coastal
Life Cycle Assessment (LCA) Produksi Produk Berbasis Kayu: Sebuah Ulasan Singkat Hardiansyah Tambunan; Sundari Marsudi; Dayun Ifanda; Hanna Tresia Silalahi
TERRA: Journal of Forest Management Vol. 1 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : Universitas Satya Terra Bhinneka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri kehutanan, khususnya yang memproduksi produk berbasis kayu, harus memerhatikan aspek lingkungan guna menjamin produk tidak berdampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan secara signifikan dan dapat diterima di pasar, khususnya pasar luar negeri. Aktivitas dari industri kehutanan menghasilkan limbah dalam jumlah yang besar. Emisi lingkungan ke udara, tanah dan air dipicu dalam berbagai jenis dan jumlah yang berdampak pada lingkungan. Life Cycle Assessment (LCA) beberapa produk berbasis kayu, khususnya produk penghasil energi (energi biomassa) masih belum banyak dilakukan. Selain itu, artikel ini membahas implementasi LCA produk berbasis kayu di luar negeri (Asia dan Amerika). Penelitian ini menggunakan metode narrative literature review (NLR) berupa artikel ikhtisar (overview article) dengan mengungkapkan hasil-hasil penelitian dalam bentuk naratif atau deskriptif. LCA pada proses produksi di industri kehutanan, khususnya pada produk berbasis kayu, yaitu papan partikel, kayu lapis, dan pelet kayu (energi biomassa). Kegiatan produksi dari penyiapan bahan baku (input) hingga produk jadi, dan limbah yang dihasilkan dari proses produksi (output) yang menggunakan energi dan berdampak terhadap lingkungan. Berdasarkan hasil LCA, diketahui bahwa produk tersebut berdampak terhadap lingkungan seperti emisi GRK, asidifikasi, dan eutrofikasi akibat aliran produksi.