Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PELATIHAN PENGELOLAAN PENANGKARAN RUSA SAMBAR (Rusa unicolor) PADA MASYARAKAT DI KHDTK AEK NAULI, SUMATERA UTARA Dini Hadiani Has; Sutan Sahala Muda Marpaung; Ratna Sari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.14948

Abstract

ABSTRAKSalah satu upaya untuk melestarikan rusa Sambar (Rusa unicolor) dan mengembangkan pemanfaatannya secara berkelanjutan adalah penangkaran. Secara bioteknologi, keberhasilan penangkaran pada rusa Sambar sangat bergantung pada pengelolaan yang benar dari aspek teknis penangkarannya, seperti perumahan, makanan, kesehatan, dan reproduksi. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis aspek teknis manajemen penangkaran rusa Sambar termasuk perumahan, makanan, perawatan kesehatan, dan reproduksi. Data yang dikumpulkan tentang aspek teknis penangkaran dianalisis secara kualitatif secara deskriptif, dan kemudian tingkat kualifikasi penangkaran diklasifikasikan sebagai baik atau buruk, dan keberhasilan penangkaran didasarkan pada ada atau tidak adanya pengembangbiakan dan kematian rusa. Pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa pengelolaan rusa Sambar di Aek Nauli tergolong baik dan memenuhi standar prinsip kesejahteraan hewan, dengan indikator bahwa semua rusa di penangkaran sehat, tidak memiliki kematian, dan mampu berkembang biak dengan baik. Rusa Sambar juga dianggap masyarakat telah memberikan manfaat sosial dan memberikan dampak positif sebagai sarana edukasi dan objek wisata yang menarik. Kata kunci: manajemen; penangkaran; rusa Sambar ABSTRACTOne of the efforts to conserve the Sambar deer (Rusa unicolor) and to develop its sustainable use is captivity. Biotechnologically, the success of captive breeding in Sambar deer highly depends on the correct management of technical aspects of its captivity, such as housing, food, health, and reproduction. This community service was conducted with the aim of (a) analyzing the technical aspects of the Sambar deer breeding management including housing, food, health care, and reproduction. The collected data on technical aspects of captivity were analyzed qualitatively in a descriptive manner, and then the level of captive qualification was classified as good or bad, and the success of the breeding was based on the presence or absence of breeding and death of deer. community service shows that the management of Sambar deer in AekNauli was classified as good and met the standard of animal welfare principles, with indicators that all deer in captivity were healthy, had no mortality, and were able to reproduce well. The Sambar deer was also considered by the community to have provided social benefits and had a positive impact as a means of education and attractive tourism objects. Keywords: management; captivity; sambar deer
Analisis Perkembangan Pengenalan Satwa Prioritas Indonesia Pada Pendidikan Anak dengan Vosviewer Sutan Sahala Muda Marpaung; Dini Hardiani Has; Sahat Raja Marigo Girsang; Ratna Sari; Muhtar Ardansah Munthe; Aulia Putra Daulay; Dita Anggriani Lubis; Yusmalia Hidayati; Fitri Khoiriyah; Wiwiek Elsada Nainggolan; Ria Fazelita Br. Gultom
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i2.1583

Abstract

Kekayaan keragaman hayati di indonesia merupakan suatu hal yang istimewa yang terus harus dijaga dan di prioritaskan. Pendidikan pengenalan terhadap kekayaan satwa nusantara menjadi pengetahuan yang penting untuk ditanamkan kepada anak-anak sejak dini sehingga menumbuhkan kecintaan dan kebanggan terhadap tanah air dan kelestarian lingkungan hidup. Tujuan utama artikel ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis tren, pola kolaborasi, dan fokus penelitian dalam domain pendidikan pengenalan satwa prioritas kepada anak untuk itu sangat diperlukan dalam rangka membantu anak-anak umur 5-12 tahun dalam kepeduliannya terhadap satwa prioritas Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif berdasarkan investigasi bibliometrik dan literature review. Ruang lingkup data yang digunakan adalah artikel publikasi ilmiah pendidikan pengenalan satwa prioritas Indonesia pada anak umur 5-12 tahun berdasarkan penelusuran website Google Scholar. Artikel publikasi tersebut berasal dari jurnal nasional terakreditasi. Adapun batasan artikel publikasi yang digunakan dalam penelitian ini hanya yang diterbitkan secara Open Access atau dapat diakses dari segi penulis, penerbit, abstrak, key word, tahun terbitnya dan pdf-nya. Pengumpulan data artikel publikasi dilakukan mulai bulan Januari 2003 hingga bulan Januari 2023. Hasil dari penelitian ialah pendidikan satwa prioritas indonesia pada anak masih sedikit dan bahkan belum ada dilakukan ini menjadi hal yang penting untuk kedepannya menjadi pendidikan satwa prioritas indonesia pada anak baik di sekolah maupun dirumah. Anak-anak adalah generasi masa depan, dan pemahaman mereka tentang pentingnya konservasi dan pelestarian satwa akan membawa perubahan positif di masa mendatang. Kesimpulan fakta bahwa bahwa penelitian yang membahas pendidikan pengenalan Satwa Prioritas Indonesia pada anak masih sangat minim. Diperlukan penelitian-penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor dan aktor-aktor penyebab masih sangat sedikit yang melakukan penelitian yang membahas pendidikan pengenalan Satwa Prioritas Indonesia pada anak usia umur 5-12 tahun. Dengan minimnya pendidikan ini, ada risiko bahwa generasi mendatang mungkin tidak sepenuhnya menghargai pentingnya melindungi satwa-satwa berharga ini dan ekosistem tempat mereka hidup. Langkah-langkah konkret dan kolaboratif perlu diambil untuk meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai kekayaan alam Indonesia, sehingga mereka dapat menjadi agen perubahan yang berkomitmen untuk menjaga warisan alam dan budaya bangsa ini.
Evaluation of Planting Success and Mangrove Habitat Suitability in Various Planting Years in Pasar Rawa Village, Langkat Regency Ratna Sari; Sutan Sahala Muda Marpaung; Dini Hardiani Has; Aulia Putra Daulay
Jurnal Biologi Tropis Vol. 23 No. 4 (2023): October - December
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v23i4.5620

Abstract

Mangroves are a type of tree whose habitat is in areas influenced by sea tides. This research aims to determine the percentage of mangrove plant life and habitat characteristics at the planting location in Pasar Rawa Village in the 2018, 2019, and 2020 planting years. The research location is in the forest area of Pasar Rawa Village, which is administratively located in Gebang District, Langkat Regency, North Sumatra Province. The time of the research was carried out from March to June 2021. The success of planting R. apiculata mangrove species in each planting year is above 80%. Based on the measurement results at the three planting locations, the average thickness of the mud was above 40 cm. This indicates the planting location is suitable for vegetation growth. Salinity, acidity, and dissolved oxygen in all study locations are also suitable for mangrove growth. This study concludes that the survival percentage of mangrove planting in Pasar Swamp Village at three years of planting is above 80% and has suitable habitat characteristics for mangrove growth. The success of planting mangroves is inseparable from the role of the community, which maintains and carries out the planting and the types suitable for planting in that location. Suggestions for this research are that it is necessary to thin the location of the 2020 planting year because the distance is too tight and add even more specific environmental factors, such as substrate and nutrients, for even better results.
Kearifan Lokal Pemanfaatan Mangrove Untuk Ketahanan Pangan Masyarakat Pesisir Di Desa Jaring Halus, Sumatera Utara Ratna Sari; Dini Hardiani Has; Dayun Ifanda
Jurnal Kelautan Vol 18, No 3: Desember (2025)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v18i3.32317

Abstract

ABSTRAKPemanfaatan biodiversitas hutan mangrove dalam upaya menjaga ketahanan pangan masyarakat pesisir sangat penting untuk diketahui. Mengingat pengetahuan tradisional sudah menjadi aset sosial yang penting maka fungsinya dalam masyarakat sekitar hutan harus diidentifikasi dengan jelas. Identifikasi spesies flora dan fauna di ekosistem mangrove dapat diarahkan untuk meningkatkan potensi diversifikasi dalam penggunaannya khususnya bagi masyarakat pesisir yang hidup berdampingan dengan hutan mangrove. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis flora dan fauna mangrove yang dimanfaatkan masyarakat serta bentuk kearifan lokal dalam menjaga ketahanan pangan di Desa Jaring Halus, Kabupaten Langkat. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan 35 responden dan observasi lapangan terhadap vegetasi dan fauna mangrove. Hasil menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan 14 jenis tumbuhan dan 15 jenis ikan dan udang sebagai sumber pangan dan bahan pengobatan. Kearifan lokal berupa tradisi Jamu Laut berperan penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove. Pemanfaatan mangrove lebih dominan untuk bahan bakar dan kayu bangunan dibanding pangan langsung. Pengetahuan lokal ini berpotensi mendukung pengembangan strategi ketahanan pangan berbasis ekosistem pesisir.Kata Kunci: Kearifan lokal, Mangrove, Pangan, Pemanfaatan, PesisirABSTRACTUnderstanding the use of mangrove forest biodiversity in maintaining food security in coastal communities is crucial. Given that traditional knowledge has become a significant social asset, its function within communities surrounding the forest must be clearly identified. Identification of flora and fauna species in the mangrove ecosystem can be directed towards increasing the potential for diversification, particularly for coastal communities living adjacent to mangrove forests. This study aims to identify the types of mangrove flora and fauna utilized by the community and the forms of local wisdom in maintaining food security in Jaring Halus Village, Langkat Regency. Data were obtained through semi-structured interviews with 35 respondents and field observations of mangrove vegetation and fauna. The results indicate that the community utilizes 14 plant species and 15 fish and shrimp species as food sources and medicinal ingredients. Local wisdom, the Jamu Laut tradition, plays a crucial role in maintaining the sustainability of the mangrove ecosystem. Mangroves are predominantly used for fuel and building wood rather than for direct food. This local knowledge has the potential to support the development of coastal ecosystem-based food security strategies.Keywords: Local wisdom, Mangrove, Food, Utilization, Coastal