Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Life Cycle Assessment (LCA) Produksi Produk Berbasis Kayu: Sebuah Ulasan Singkat Hardiansyah Tambunan; Sundari Marsudi; Dayun Ifanda; Hanna Tresia Silalahi
TERRA: Journal of Forest Management Vol. 1 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : Universitas Satya Terra Bhinneka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri kehutanan, khususnya yang memproduksi produk berbasis kayu, harus memerhatikan aspek lingkungan guna menjamin produk tidak berdampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan secara signifikan dan dapat diterima di pasar, khususnya pasar luar negeri. Aktivitas dari industri kehutanan menghasilkan limbah dalam jumlah yang besar. Emisi lingkungan ke udara, tanah dan air dipicu dalam berbagai jenis dan jumlah yang berdampak pada lingkungan. Life Cycle Assessment (LCA) beberapa produk berbasis kayu, khususnya produk penghasil energi (energi biomassa) masih belum banyak dilakukan. Selain itu, artikel ini membahas implementasi LCA produk berbasis kayu di luar negeri (Asia dan Amerika). Penelitian ini menggunakan metode narrative literature review (NLR) berupa artikel ikhtisar (overview article) dengan mengungkapkan hasil-hasil penelitian dalam bentuk naratif atau deskriptif. LCA pada proses produksi di industri kehutanan, khususnya pada produk berbasis kayu, yaitu papan partikel, kayu lapis, dan pelet kayu (energi biomassa). Kegiatan produksi dari penyiapan bahan baku (input) hingga produk jadi, dan limbah yang dihasilkan dari proses produksi (output) yang menggunakan energi dan berdampak terhadap lingkungan. Berdasarkan hasil LCA, diketahui bahwa produk tersebut berdampak terhadap lingkungan seperti emisi GRK, asidifikasi, dan eutrofikasi akibat aliran produksi.
Perubahan Lanskap Perkotaan dan Pengendalian Zoonosis melalui Optimalisasi Fungsi Hutan Kota Levana Kezia Natalia Situmorang; Hardiansyah Tambunan; Hanna Tresia Silalahi; Brasti Anjani Larasari; Rahman Abdel Rouf
TERRA: Journal of Forest Management Vol. 2 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : Universitas Satya Terra Bhinneka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hutan kota sebagai elemen penting dalam lanskap perkotaan yang mampu mengembalikan sebagian fungsi ekologis hutan alami dan mitigasi penyakit. Perubahan lanskap hutan di kawasan urban dan peri-urban, termasuk wilayah Tangerang Selatan, telah menimbulkan berbagai dampak ekologis dan mendorong meningkatnya interaksi antara manusia dan satwa liar sebagai reservoir patogen, sehingga memperbesar risiko penularan penyakit zoonosis. Penelitian ini menggunakan metode literature review, inventarisasi vegetasi dan hemispherical photography. Vegetasi dengan struktur yang beragam menciptakan ekosistem yang lebih stabil dan mendukung keberadaan berbagai spesies fauna, termasuk predator alami. Kerapatan tajuk yang tinggi menciptakan kondisi mikroklimat yang stabil, seperti suhu yang lebih rendah, kelembapan yang terjaga, serta pengurangan stres ekologis bagi satwa liar. Stabilitas ini mencegah hewan liar berpindah secara agresif ke area permukiman, sehingga mengurangi peluang kontak antara fauna pembawa penyakit dan manusia. Hutan Kota 2 BSD memiliki peran penting dalam upaya mitigasi penyakit zoonosis di wilayah perkotaan Tangerang Selatan melalui keberadaan vegetasi yang beranekaragam dan kerapatan tajuk yang berada pada tingkat sedang.
Karakteristik Briket Hibrida dari Limbah Domestik dan Serbuk Kayu sebagai Sumber Energi Alternatif Terbarukan Hardiansyah Tambunan; Mutiara Fahmi
Rekayasa Vol 19, No 1: January - April 2026
Publisher : Universitas Trunodjoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v19i1.31911

Abstract

Limbah domestik dan serbuk kayu yang jumlahnya sangat melimpah berpotensi besar untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku energi biomassa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan briket dengan menggabungkan bahan baku limbah domestik berupa sayur dan serbuk kayu yang disebut dengan briket hibrida (hybrid briquettes). Penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan, pembriketan, karakterisasi briket, dan analisis data. Selanjutnya, untuk mengevaluasi pengaruh rasio pencampuran dengan serbuk kayu dan ukuran partikel terhadap sifat-sifat briket hibrida dilakukan analisis statistik menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial/RALF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air, kerapatan, kadar abu, dan nilai kalor briket hibrida sebagian besar telah memenuhi standar ISO 17225-7:2021 kelas B. Pencampuran bahan baku sayur dengan serbuk kayu dan perbedaan ukuran partikel bahan baku dapat meningkatkan sifat-sifat briket hibrida. Dari hasil analisis statistik, diketahui bahwa interaksi antara rasio pencampuran dengan serbuk kayu dan ukuran partikel berpengaruh nyata terhadap sifat fisis, mekanis, kimia, dan termal briket hibrida. Penggunaan limbah domestik dan serbuk kayu berkontribusi terhadap pengelolaan limbah yang optimal sebagai sumber energi alternatif pengganti energi dari bahan bakar fosil untuk keperluan pemanasan dan memasak di rumah tangga serta sebagai sumber bahan bakar industri.
Energi Biomassa sebagai Sumber Energi Terbarukan: Karakteristik Organic Solid Waste Biopellet (OSWBp) dari Limbah Padat Organik Hardiansyah Tambunan; Dayun Ifanda; Sundari Marsudi; Hanna Tresia Silalahi; M. Rizki Rahmadan; Yoram Lefrand Halawa
Jurnal Sylva Scienteae Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Sylva Scienteae Vol 9 No 2 Edisi APRIL 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v9i2.18354

Abstract

Organic solid waste, which is abundant and easily available, has great potential to be used as raw material for biomass energy. This study aims to produce a source of biomass energy in the form of biopellets from a mixture of organic solid waste consisting of vegetable waste, durian peel, and sawdust. The study was conducted following systematic stages through preparation, pelletization, biopellet characterization, and data analysis. Next, to evaluate the effect of raw material type and mixing ratio with sawdust on the properties of biopellets, statistical analysis was performed using a Factorial Completely Randomized Design (FCRD). The results showed that the moisture content, density, ash content, and calorific value of the biopellets met the ISO 17225-6:2021 class B standard. Mixing vegetable and durian peel raw materials with wood powder can produce high-quality biopellets that meet international standards. Statistical analysis shows that the interaction between raw material types and mixing ratios with wood powder has a significant effect on the physical, mechanical, and chemical properties of biopellets. The results of this study indicate that organic solid waste has the potential to be developed as an alternative biopellet raw material that meets international quality standards and has the opportunity to be a sustainable renewable energy source.
Socio Economic Development Inequality and Its Impact on Poverty Levels in North Sumatra, 2019–2023: An Inter-District/City Study Mutiara Fahmi; Hardiansyah Tambunan
JURNAL EQUILIBRIUM Vol. 6 No. 1 (2026): VOLUME 6 NOMOR 1 TAHUN 2026
Publisher : Program Studi Ekonomi Pembangunan Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/jeq.v6i1.7574

Abstract

This research analyses the effects of disparities in the socio-economic development of 33 districts and cities in the province of North Sumatra on the poverty rate from 2019 to 2023. Employing panel data analysis, the study combines important variables for the development of the province, including education infrastructure, life expectancy, access to electricity, GRDP per capita, and the Human Development Index (HDI). The disparity in inter-district differences in economic capacity is measured through the Coefficient of Variation (CV) and the Williamson Index (WI). The findings indicate the high inequality in economic capacity in the districts, as measured through the high CV and WI values. On the other hand, the panel regression results show that the poverty rate in North Sumatra is mainly influenced by the structural and long-run differences between the districts, measured by the incredibly high intraclass correlation (rho 0.99). The negative effects of life expectancy, access to electricity, and the Human Development Index on the poverty rate suggest that improvements in human development achievements and infrastructure are very important factors in overcoming poverty. Conversely, GRDP and the number of schools had only minor impacts, suggesting that economic growth and the development of educational infrastructure are not directly associated with poverty reduction unless they are accompanied by improvements in quality and inclusivity.