Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

TINDAK.TUTUR.ILOKUSI.DALAM.INTERAKSI.JUAL.BELI SAPI.DI MADURA Sahrul Muzekki
NOSI Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.774 KB)

Abstract

Abstrak: Tindak tutur sebagai dari pragmatik merupakan penuturan kalimat untuk menyampaikan sesuatu kepada pendengar agar apa yang menjadi maksud dari pembicara dipahami oleh pendengar yang bisa berbentuk kalimat perintah, pertanyaan, pernyataan dan sebagainya.Penelitian yang dilakukan penulis bertujuan (1) Mendeskripsikan bentuk dari tindak.tutur.ilokusi.yang terdapat dalam interaksi jual beli sapi di Madura, (2) Mendeskripsikan fungsi dari tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam interaksi jual beli sapi di Madura, dan (3) Mendeskripsikan.makna dari.tindak.tutur.ilokusi yang terdapat dalam interaksi jual beli sapi di Madura            Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah penjual dan pembeli sapi di Madura. Objek penelitian ini berupa tindak tutur yang digunakan penjual dan pembeli dalam interaksi jual beli sapi. Instrumen dalam penelitian ini adalah penulis sebagai peneliti. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan teknik dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori Miles dan Huberman dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.            Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) bentuk tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam interaksi jual beli sapi di Madura terdiri dari tindak tutur ilokusi asertif, tindak tutur direktif, tindak tutur ekspresif, ilokusi komisif. tindak tutur, dan tindak tutur deklaratif. Pada tindak tutur ilokusi terdapat 168 tuturan, yaitu tindak tutur ilokusi asertif 98 tuturan, tindak tutur ilokusi direktif 32 tuturan, tindak tutur ekspresif 20 tuturan, tindak tutur komisif 18 tuturan, sedangkan bentuk tindak tutur ilokusi deklaratif adalah tidak ditemukan dalam interaksi. jual beli sapi di Madura. (2) Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan, disimpulkan juga bahwa terdapat 3 jenis fungsi tindak tutur ilokusi antara lain (1) Competitive, (2) Convival), dan (3) Collaborative. Dan (3) Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan juga disimpulkan didapati 9 makna dalam interaksi jual beli sapi di Madura yang dikelompokkan menjadi beberapa bagian diantaranya (1) menyatakan, (2) mengeluh, (3) memberitahu, (4) memerintahkan, (5) meminta, (6) menolak, (7) berterima kasih, (8) menyarankan, dan (9) meminta maaf.Kata Kunci: Tindak Tutur Ilokusi, Interaksi Jual Beli Sapi, Madura
TINDAK.TUTUR.ILOKUSI.DALAM.INTERAKSI.JUAL.BELI SAPI.DI MADURA Sahrul Muzekki; Nur Fajar Arief; Moh. Badrih
NOSI Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tindak tutur sebagai dari pragmatik merupakan penuturan kalimat untuk menyampaikan sesuatu kepada pendengar agar apa yang menjadi maksud dari pembicara dipahami oleh pendengar yang bisa berbentuk kalimat perintah, pertanyaan, pernyataan dan sebagainya.Penelitian yang dilakukan penulis bertujuan (1) Mendeskripsikan bentuk dari tindak.tutur.ilokusi.yang terdapat dalam interaksi jual beli sapi di Madura, (2) Mendeskripsikan fungsi dari tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam interaksi jual beli sapi di Madura, dan (3) Mendeskripsikan.makna dari.tindak.tutur.ilokusi yang terdapat dalam interaksi jual beli sapi di Madura            Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah penjual dan pembeli sapi di Madura. Objek penelitian ini berupa tindak tutur yang digunakan penjual dan pembeli dalam interaksi jual beli sapi. Instrumen dalam penelitian ini adalah penulis sebagai peneliti. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan teknik dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori Miles dan Huberman dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.            Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) bentuk tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam interaksi jual beli sapi di Madura terdiri dari tindak tutur ilokusi asertif, tindak tutur direktif, tindak tutur ekspresif, ilokusi komisif. tindak tutur, dan tindak tutur deklaratif. Pada tindak tutur ilokusi terdapat 168 tuturan, yaitu tindak tutur ilokusi asertif 98 tuturan, tindak tutur ilokusi direktif 32 tuturan, tindak tutur ekspresif 20 tuturan, tindak tutur komisif 18 tuturan, sedangkan bentuk tindak tutur ilokusi deklaratif adalah tidak ditemukan dalam interaksi. jual beli sapi di Madura. (2) Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan, disimpulkan juga bahwa terdapat 3 jenis fungsi tindak tutur ilokusi antara lain (1) Competitive, (2) Convival), dan (3) Collaborative. Dan (3) Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan juga disimpulkan didapati 9 makna dalam interaksi jual beli sapi di Madura yang dikelompokkan menjadi beberapa bagian diantaranya (1) menyatakan, (2) mengeluh, (3) memberitahu, (4) memerintahkan, (5) meminta, (6) menolak, (7) berterima kasih, (8) menyarankan, dan (9) meminta maaf.Kata Kunci: Tindak Tutur Ilokusi, Interaksi Jual Beli Sapi, Madura
TINDAK.TUTUR.ILOKUSI.DALAM.INTERAKSI.JUAL.BELI SAPI.DI MADURA Sahrul Muzekki; Nur Fajar Arief; Moh. Badrih
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tindak tutur sebagai dari pragmatik merupakan penuturan kalimat untuk menyampaikan sesuatu kepada pendengar agar apa yang menjadi maksud dari pembicara dipahami oleh pendengar yang bisa berbentuk kalimat perintah, pertanyaan, pernyataan dan sebagainya.Penelitian yang dilakukan penulis bertujuan (1) Mendeskripsikan bentuk dari tindak.tutur.ilokusi.yang terdapat dalam interaksi jual beli sapi di Madura, (2) Mendeskripsikan fungsi dari tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam interaksi jual beli sapi di Madura, dan (3) Mendeskripsikan.makna dari.tindak.tutur.ilokusi yang terdapat dalam interaksi jual beli sapi di Madura            Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah penjual dan pembeli sapi di Madura. Objek penelitian ini berupa tindak tutur yang digunakan penjual dan pembeli dalam interaksi jual beli sapi. Instrumen dalam penelitian ini adalah penulis sebagai peneliti. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan teknik dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori Miles dan Huberman dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.            Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) bentuk tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam interaksi jual beli sapi di Madura terdiri dari tindak tutur ilokusi asertif, tindak tutur direktif, tindak tutur ekspresif, ilokusi komisif. tindak tutur, dan tindak tutur deklaratif. Pada tindak tutur ilokusi terdapat 168 tuturan, yaitu tindak tutur ilokusi asertif 98 tuturan, tindak tutur ilokusi direktif 32 tuturan, tindak tutur ekspresif 20 tuturan, tindak tutur komisif 18 tuturan, sedangkan bentuk tindak tutur ilokusi deklaratif adalah tidak ditemukan dalam interaksi. jual beli sapi di Madura. (2) Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan, disimpulkan juga bahwa terdapat 3 jenis fungsi tindak tutur ilokusi antara lain (1) Competitive, (2) Convival), dan (3) Collaborative. Dan (3) Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan juga disimpulkan didapati 9 makna dalam interaksi jual beli sapi di Madura yang dikelompokkan menjadi beberapa bagian diantaranya (1) menyatakan, (2) mengeluh, (3) memberitahu, (4) memerintahkan, (5) meminta, (6) menolak, (7) berterima kasih, (8) menyarankan, dan (9) meminta maaf.Kata Kunci: Tindak Tutur Ilokusi, Interaksi Jual Beli Sapi, Madura
Analisis Tindak Tutur Dalam Transaksi Jual Beli Sapi Di Pasar Margalela Kabupaten Sampang Sahrul Muzekki; Ramadhanty januar, Linda
Journal of Literature Language and Academic Studies Vol. 3 No. 01 (2024)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jllans.v3i01.1120

Abstract

Fenomena tindak tutur dalam transaksi jual beli sapi di Pasar Margalela Kabupaten Sampang terdengar memiliki berbedaan antara pedagang-pedagang dipasar pada umumnya. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini difokuskan pada 1) bagaimana bentuk tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi dalam transaksi jual beli sapi di Pasar Margalela Kabupaten Sampang, 2) bagaimankah kesantunan berbahasa yang terdapat dalam transaksi jual beli sapi di Pasar Margalela Kabupaten Sampang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskritif kualitatif, karena data yang diperoleh berupa deskripsi tuturan para pembeli dan penjual sapi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya penggunaan tindak tutur lokusi, iloksui, dan perlokusi dalam melakukan transaksi dan hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak semua para pedagang maupun pembeli sapi menggunakan kesantunan berbahasa tetapi juga ada yang melanggar prinsip kesantuan berbahasa
PERSEPSI GURU TERHADAP PENGGUNAAN ASESMEN FORMATIF DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI SPLDV DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Januar, Linda Ramadhanty; Muzekki, Sahrul
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 16, No 2: Desember 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v16i2.15162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi guru terhadap penggunaan asesmen formatif dalam pembelajaran matematika di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Asesmen formatif dianggap sebagai alat penting yang memungkinkan guru memantau kemajuan belajar siswa, memberikan umpan balik yang konstruktif, dan menyesuaikan strategi pengajaran sesuai kebutuhan siswa. Melalui pendekatan kualitatif, data dikumpulkan dari wawancara semi terstruktur dengan tiga guru matematika dari tiga SMP di Sampang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki pemahaman yang baik mengenai konsep asesmen formatif dan menggunakan berbagai metode untuk implementasinya, meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan waktu dan beban kerja yang tinggi. Para guru melaporkan bahwa asesmen formatif memiliki pengaruh positif terhadap partisipasi dan pemahaman siswa. Penelitian ini menggarisbawahi perlunya dukungan tambahan dan pelatihan bagi guru untuk meningkatkan efektivitas asesmen formatif dalam pembelajaran matematika, dengan tujuan akhir meningkatkan hasil belajar siswa.
Implementasi Tani Inovatif melalui Pengenalan Alat Penabur Pupuk Tradisional untuk Mewujudkan Agrikultur Sejahtera Firmansah, Ahmad Yulianto; Muzekki, Sahrul; Januar, Linda Ramadhanty
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 4 No 3 (2025)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v4i3.1740

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkenalkan alat penabur pupuk tradisional sebagai teknologi tepat guna untuk meningkatkan efisiensi kerja petani di Desa Pacanggaan. Kegiatan dilaksanakan oleh KKN 01 STKIP PGRI Sampang melalui pendekatan partisipatif meliputi observasi, sosialisasi, pelatihan, dan demonstrasi lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan alat ini mampu memangkas waktu penaburan pupuk hingga 50%, mengurangi beban fisik petani, menekan biaya operasional, serta meningkatkan keseragaman distribusi pupuk sebesar 40%. Dampak positif ini berdampak langsung pada peningkatan produktivitas lahan dan kualitas hasil panen. Keberhasilan program dipengaruhi oleh kesesuaian teknologi dengan kondisi lokal, kemudahan penggunaan, serta dukungan sosial melalui budaya gotong royong. Kesimpulannya, inovasi sederhana yang relevan dan partisipatif dapat menjadi solusi efektif untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan petani di pedesaan.
PERSEPSI GURU TERHADAP PENGGUNAAN ASESMEN FORMATIF DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI SPLDV DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Januar, Linda Ramadhanty; Muzekki, Sahrul
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 16 No. 2: Desember 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v16i2.15162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi guru terhadap penggunaan asesmen formatif dalam pembelajaran matematika di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Asesmen formatif dianggap sebagai alat penting yang memungkinkan guru memantau kemajuan belajar siswa, memberikan umpan balik yang konstruktif, dan menyesuaikan strategi pengajaran sesuai kebutuhan siswa. Melalui pendekatan kualitatif, data dikumpulkan dari wawancara semi terstruktur dengan tiga guru matematika dari tiga SMP di Sampang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki pemahaman yang baik mengenai konsep asesmen formatif dan menggunakan berbagai metode untuk implementasinya, meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan waktu dan beban kerja yang tinggi. Para guru melaporkan bahwa asesmen formatif memiliki pengaruh positif terhadap partisipasi dan pemahaman siswa. Penelitian ini menggarisbawahi perlunya dukungan tambahan dan pelatihan bagi guru untuk meningkatkan efektivitas asesmen formatif dalam pembelajaran matematika, dengan tujuan akhir meningkatkan hasil belajar siswa.
EFEKTIVITAS PROGRAM LITERASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA ANAK USIA 4–6 TAHUN DI TK BUSTANUL ARIFIN PANGARENGAN KABUPATEN SAMPANG Tammamatun, Tammamatun; Muzekki, Sahrul; Januar, Linda Ramadhanty
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.6524

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of a literacy program in improving reading skills among children aged 4–6 years at TK Bustanul Arifin Pangarengan. The research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation. The informants included the principal, classroom teachers, parents, and students. The findings indicate that the literacy program, which is integrated into daily activities—such as reading before playtime, the use of letter cards, shared reading, and phonetic activities—successfully enhances children's pre-reading skills. The children demonstrated noticeable progress in recognizing letters, spelling, and reading simple words. Furthermore, the active involvement of teachers and support from parents significantly contributed to the program’s effectiveness. Challenges encountered included varying levels of children's readiness and limited parental participation. Overall, the literacy program is considered effective, although strategy adjustments are necessary to better accommodate the diverse developmental levels of early childhood learners. ABSTRAKKemampuan  membaca  merupakan  salah  satu  keterampilan  dasar  yang  penting  untuk dikembangkan sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program literasi dalam meningkatkan kemampuan membaca anak usia 4–6 tahun di TK Bustanul Arifin Pangarengan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian  ini  meliputi  kepala  sekolah,  guru  kelas,  orang  tua,  dan  peserta  didik.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa program literasi yang diterapkan secara terintegrasi dalam kegiatan harian, seperti membaca sebelum bermain, penggunaan media kartu huruf, membaca bersama, dan kegiatan fonetik, mampu meningkatkan keterampilan pra-membaca anak.Anak- anak menunjukkan perkembangan dalam mengenali huruf, mengeja, dan membaca kata sederhana. Selain itu, keterlibatan aktif guru dan dukungan dari orang tua turut memperkuat efektivitas program. Kendala yang ditemukan antara lain perbedaan tingkat kesiapan anak serta kurangnya partisipasi orang tua. Secara keseluruhan, program literasi ini dapat dikatakan efektif, meskipun perlu penyesuaian strategi agar lebih ramah terhadap keberagaman kemampuan anak usia dini.
s MENINGKATKAN KINERJA GURU DALAM MEMBUAT MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TIK MELALUI WORKSHOP DAN PENDAMPINGAN INDIVIDU PADA GURU UPTD SDN RAGUNG 4 SAMPANG TAHUN 2023 Sahrul Muzekki Sahrul; Affan; Wahidah
Jurnal Cendekia Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI Sampang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65275/jcp.v1i1.8

Abstract

Salah satu indikator yang menunjukkan bahwa seorang guru mampu membuat media pembelajaran berbasis TIK telah banyak dilakukan seperti mengikuti workshop, dan pelatihan lainnya. Hasil evaluasi terhadap kedua bentuk upaya tersebut, ditemukan belum banyak memberikan sumbangan terhadap profesional guru. Muncul pemikiran untuk memberdayakan peran kepala sekolah untuk lebih  banyak mengadakan pendampingan secara kolaboratif yang bersifat kekeluargaan, keterbukaan dan keteladanan yang dilaksanakan melalui workshop dan pendampingan individu dalam menyusun media pembelajaran berbasis TIK. Penelitian ini dilaksanakan melalui workshop dan pendampinggan individu dengan jumlah peserta 8 orang guru. Penelitian ini dilakukan dalam dua kali siklus. Berdasarkan pemikiran tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk menjawab bagaimana upaya meningkatkan kinerja guru dalam media pembelajaran berbasis TIK di UPTD SDN Ragung 4. Penelitian ini dilaksanakan melalui workshop dan pendampingan individu untuk menyusun media pembelajaran berbasis TIK dengan jumlah guru 6 orang guru kelas dan 2 guru mata pelajaran. Hasil penelitian yang dilaksanakan melalui workshop dan pendampingan individu dalam pembuatan media pembelajaran berbasis TIK bagi  guru UPTD SDN Ragung 4 mengalami peningkatan yang signifikan.
PENGARUH PENGARUH MEDIA FILM ANIMASI TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI SISWA KELAS VII MTs TANWIRUL ISLAM SAMPANG: PENGARUH MEDIA FILM ANIMASI TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN NARASI SISWA KELAS VII MTs TANWIRUL ISLAM SAMPANG Jihad Salim; Amir Hamzah; Sahrul Muzekki
Jurnal Cendekia Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI Sampang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65275/jcp.v1i2.12

Abstract

Education is a conscious, systematic action to create a teaching and learning atmosphere so that students are able to develop their own potential. With education you can build a cavilization that isincreasingly developing day by day. One of the most important thing is education is languange. This research aims to determine the ability of class VII students at MTs Tanwirul Islam Sampang in writing narrative essays and determine the influence of animated film media on students' skills in writing narrative essays. This type of research is quantitative research, while the method used is an experimental method. This research uses a nonprobability sampling technique with a quasi-experimental type of research and use one grub pretest-posttest desaign, with population of 26 students, all of whom were used as samples. The instrument used in this research was a narrative essay writing test. Aspects of class VII pre-test and post-test were processed through a normality test. The results of this research are that animated film media has an influence on the narrative essay writing skills of class VII students at MTs Tanwirul Islam Sampang. This can be seen from the increase in the average score obtained by students, namely obtaining a score of 55.85 on the pre-test using a conventional approach without using media, compared to the average achievement score on the post-test using animated film media in learning, namely obtaining a score of 80,38.