Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis integrasi kearifan lokal Pela Gandong masyarakat Maluku dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pela Gandong merupakan sistem persaudaraan adat yang mengandung nilai toleransi, solidaritas, dan gotong royong yang sejalan dengan tujuan pembelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian adalah guru IPS, kepala sekolah, siswa, dan tokoh adat di Kota Ambon. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) nilai-nilai Pela Gandong seperti persaudaraan, toleransi, masohi (gotong royong), solidaritas, dan resolusi konflik sangat relevan dengan kompetensi dasar IPS di SMP; (2) guru mengintegrasikan Pela Gandong melalui tiga pola utama, yaitu pendekatan kontekstual, pembelajaran berbasis proyek, dan kunjungan lapangan, namun implementasinya masih bersifat sporadis; (3) siswa SMP menunjukkan respons positif dan peningkatan pemahaman sosial ketika materi IPS dikaitkan dengan pengalaman budaya Pela Gandong yang mereka kenal; (4) faktor pendukung berupa kedekatan kultural siswa dan dukungan tokoh adat, serta faktor penghambat berupa minimnya sumber belajar lokal dan belum adanya panduan kurikulum terstruktur. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan modul IPS berbasis Pela Gandong dan penguatan kebijakan kurikulum muatan lokal tingkat SMP.