Alfret Benu
Universitas Nusa Cendana

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN MAKANAN TRADISIONAL DALAM MEMPERTAHANKAN IDENTITAS BUDAYA DI ERA GLOBALISASI Fransiska Modhe Dua; Rosalia Neonbeni; Riven Imanuel Timo; Frida Elsin selan; Fadil Mas’ud; Alfret Benu
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36819

Abstract

Globalisasi memberikan dampak besar terhadap keberlanjutan budaya lokal, termasuk makanan tradisional sebagai unsur penting identitas budaya. Meningkatnya dominasi makanan asing, perubahan pola konsumsi, dan berkurangnya minat generasi muda membuat posisi makanan tradisional semakin terdesak. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran makanan tradisional dalam mempertahankan identitas budaya serta mengidentifikasi tantangan dan strategi pelestarian di era globalisasi. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan studi pustaka melalui penelaahan literatur ilmiah terbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan tradisional memiliki fungsi sosial, simbolik, dan kultural yang memperkuat identitas komunitas serta menjadi sarana pewarisan nilai budaya. Namun, eksistensinya menghadapi tekanan dari globalisasi, terutama akibat dominasi makanan modern dan minimnya inovasi. Strategi pelestarian yang direkomendasikan meliputi inovasi kuliner, penguatan edukasi budaya, optimalisasi wisata kuliner, pemberdayaan UMKM, serta kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat daya tarik dan keberlanjutan makanan tradisional. Dengan demikian, pelestarian makanan tradisional memerlukan pendekatan komprehensif agar tetap relevan dan mampu mempertahankan identitas budaya masyarakat.
PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP MOBILITAS SOSIAL BUDAYA DI MASYARAKAT MODERN Deni Rudolof Tunliu; Fadil Mas’ud; Alfret Benu; Koleta Luruk Klau; Tanty Milan Antonia Dollu; Asrin Deweli Nenotek Nenotek
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36889

Abstract

Globalisasi merupakan proses besar yang membawa perubahan mendasar dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat modern. Perkembangan pesat teknologi informasi dan komunikasi, serta meningkatnya hubungan antarnegara, membuat arus mobilitas sosial dan budaya berlangsung lebih cepat dan semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana globalisasi memengaruhi mobilitas sosial budaya, terutama dalam konteks perubahan nilai-nilai, pola hubungan antarindividu, serta dinamika identitas kelompok. Hasil kajian memperlihatkan bahwa globalisasi membuka ruang mobilitas sosial melalui meningkatnya akses terhadap pendidikan, peluang ekonomi, dan lapangan kerja yang lebih beragam. Di sisi lain, globalisasi juga mendorong mobilitas budaya melalui penyebaran nilai-nilai global, perubahan gaya hidup, serta intensitas pertukaran budaya yang semakin tinggi. Kondisi ini memberikan dampak positif berupa meningkatnya keterbukaan wawasan, pola pikir yang lebih modern, dan kemampuan masyarakat untuk beradaptasi dengan perkembangan global. Namun, globalisasi sekaligus menghadirkan tantangan yang tidak ringan, seperti memudarnya nilai budaya lokal, menguatnya homogenisasi identitas, serta meningkatnya ketimpangan sosial akibat perbedaan kemampuan masyarakat dalam merespons perubahan global. Oleh sebab itu, diperlukan pendekatan yang mampu menyeimbangkan antara penerimaan nilai-nilai global dan pelestarian budaya lokal agar masyarakat terus berkembang tanpa kehilangan identitas sosial budaya yang menjadi dasar karakter bangsa. Upaya ini penting untuk memastikan bahwa kemajuan yang dihasilkan globalisasi tetap selaras dengan kekayaan budaya lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.